Sosial

Technology

Entertainment

Recent Posts

Disinyalir PLN ULP Ketapang Lalai, Warga Banyuates Kesal Listrik Padam Saat Sahur

 

Foto Kantor PLN ULP Ketapang yang terletak di Desa Ketapang Barat, Kabupaten Sampang (Foto: Istimewa)

Lpktrankonmasi.com, Sampang || Beberapa warga di Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang mengeluhkan pelayanan listrik yang disinyalir lalai alias tidak becus oleh PLN ULP Ketapang. Mirisnya hal ini terjadi selama bulan suci Ramadhan. Pada saat menjelang sahur, Minggu (18/04/2021) sekira pukul 03.00

Akibat padam listrik saat sahur menuai keluhan dari beberapa warga di Kecamatan Banyuates, dan melampiaskan cuitannya di media sosial (medsos).

Mohammad Sabrun, Kepala Desa (Kades) Morbatoh meluapkan amarahnya di group _Whats App_ PLN ULP Ketapang Menyapa, Morbatoh klengnger alias tak odik (Bahasa Madura) yang artinya "Desa Morbatoh listrik pingsan tidak hidup" (Bahasa Indonesia)," Ungkapnya.

Hal yang sama juga di ungkapkan oleh Aktivis senior asal Banyuates Mohammad Mohni (53) di group yang sama," Kita akan beritahu dulu ke Pamekasan, jika tetap tidak di indahkan oleh PLN UP3 Pamekasan ayo kita demo, biar ada sanksi mutasi atau di nonjobkan petugas ULP Ketapang," Singkatnya saat dihubungi wartawan.

Sedangkan Hari Purnomo, Manager PLN ULP Ketapang menjelaskan," Informasi ada gangguan dari jalur Sampang, mohon ditunggu bapak-bapak, kami recovery secepatnya. Semoga penyebabnya segera ditemukan.

"Petugas dari Banyuates dalam perjalanan menuju Tambelangan Pak. Mohon sabar ya Pak, kalau sisi timur saat ini sudah nyala, kami isi sumber dari jalur Ketapang. Sedangkan, sisi barat kami isi dari jalur Tanah Merah untuk sisi selatan masih terganggu," Tandasnya.

Diharapkan kepada PLN ULP Ketapang untuk meningkatkan kualitas kinerjanya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, dan segera melakukan tindakan yang nyata dan terpadu untuk mengatasi fenomena listrik yang sering padam di bulan suci Ramadhan agar segera teratasi. Alhasil masyarakat dapat menikmati sesuai dengan hak-haknya sebagai konsumen. Dan moto PT PLN (Persero) dapat terwujud “Listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik”. (Varies)

Safari Ramadhan Ke Banyuates H Slamet Junaidi Mendapatkan Doa Dua Periode


 H Slamet Junaidi, Bupati Sampang saat menghadiri acara Safari Ramadhan (Foto: Hosen)


Lpktrankonmasi.com, Sampang || H Slamet Junaidi, Bupati Sampang menghadiri acaranya Safari Ramadhan. Tepatnya di Pantai Utara (Pantura), Masjid Jami' Rahmatullah, Dusun Tlandung Desa Asem Jaran, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.

 

Hadir dalam acara tersebut jajaran Polres Sampang, Kodim Sampang, beserta Forum Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) Banyuates dan juga 20 Kepala Desa (Kades) yang berada di Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.

 

Pada kesempatan tersebut H Slamet Junadi mendapatkan doa agar terpilih lagi dalam periode berikutnya. Yaitu, dari KH Mochtar Hasun selaku pengasuh Pondok Pesantren Bariza, Desa Kembang Jeruk, Kecamatan Banyuates.

 

Dalam sambutannya KH Mochtar Hasun mewakili takmir Masjid Jami' Rahmatullah," Mari kita tetap menjalin silaturahmi agar selalu merasakan eratnya persaudaraan dan terimakasih atas hadirnya H Slamet Junaidi, Bupati Sampang beliau adalah sosok pemimpin yang adil," Kata KH Mochtar Hasun dalam sambutannya.

 

Semoga H Slamet Junaidi terpilih lagi menjadi Bupati Sampang yang akan datang. Mohon maaf sebelumnya ini bukan kampanye, ini saya berbicara karena beliau sangat pantas terpilih lagi menjadi Bupati Sampang yang akan datang," Imbuhnya.

 

Sedangkan Museri warga Desa Asem Jaran dalam sesi tanya jawab berharap adanya, pembangunan infrastruktur jalan poros Kabupaten yang menghubungkan Desa Trapang, Desa Asem Jaran, dan juga Desa Terosan. Dan juga lampu penerangan jalan dari Desa Trapang hingga Desa Asem Jaran serta memohon dukungan Bupati Sampang untuk pengelolaan pemandian sumber tlandung," Ujar Museri.

 

Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kecamatan Banyuates, Chotibul Umam," Kami berharap segera dilaksanakan pembangunan jalan poros Kedungdung - Bringkoning. Kami disini mewakili Kepala Desa dari lima Desa. Yaitu, Desa Tolang, Desa Nagasareh, Desa Lar-Lar dan juga Desa Tebanah," Singkat Chotibul Umam.

 

 

Dalam kesempatan sesi tanya jawab tersebut langsung direspon oleh Bupati Sampang, H Slamet Junaidi, Untuk jalan poros Kabupaten yang menghubungkan Desa Trapang - Desa Asem Jaran akan segera kami anggarkan sekaligus lampu penerangan jalan, hari Senin kami tunggu kedatangannya Kepala Desa (Kades) Asem Jaran agar segera melakukan hubungan dengan Dinas terkait.

 

 

"Semoga terealisasi di tahun 2021 ini, jika seumpama tidak cukup maka tahun 2022 di awal bulan pasti kami laksanakan. Untuk pemandian Sumber Tandung silahkan kelola dengan baik oleh BumDes dan kami sangat mendukung," Kata Bupati Sampang.

 

Untuk pembangunan infrastruktur Kedungdung - Bringkoning dan Tambelengan - Banyuates sudah kami sudah kami siapkan anggarannya. Insyaallah pada tahun ini sudah mulai di kerjakan," Tandasnya.


 (Ries/Lex/Sen)

Polisi Masih Selidiki Pelaku Pembunuhan Suliman Ketapang, Polisi Yakin 100% Terungkap


lpktrankonmasi.com, Sampang || Polisi masih terus melakukan proses penyelidikan terkait, pembunuhan terhadap tokoh masyarakat Suliman saudara kandung Kepala Desa Paopale Laok. Suliman diduga menjadi korban pembunuhan sadis dengan beberapa luka di punggungnya, Jum at (16/04/2021)

 

Hal tersebut di utarakan oleh AKP Sudaryanto, saat ini kami masih berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Bersama tim gabungan Polres Sampang dan juga Polsek Ketapang. Untuk perkembangan masih belum ada," Ujarnya.

 

Sedangkan untuk saksi. Yaitu, saksi pelapor dan saat ini sudah kami pulangkan. Kami masih melakukan penyelidikan di lapangan bersama tim gabungan termasuk Resmob.

 

 

"Mohon doanya Bismillahirrohmanirrohim kasus ini akan segera terungkap. Namun, kami yakin 100% kasus ini akan terungkap dan dalam waktu dekat akan segera kami amankan pelaku pembunuhan ini. Nanti kalau sudah terungkap akan menggelar Pers Rilis langsung oleh Kapolres Sampang," Pungkasnya. (Ries)

 

Tokoh Masyarakat Terbacok di Pao Pale Laok Sampang dan Tewas Mengenaskan


Pria yang tewas dengan telungkup dengan luka bacok yang sangat mengenaskan (Foto: Istimewa)


Lpktrankonmasi.com, Sampang || Tokoh Masyarakat, Desa Pao Pale Laok yang berinisial S tewas dibacok orang tidak di kenal, tepatnya di Desa Pao Pale Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang. Dengan luka-luka yang sangat mengenaskan, Kamis (15/04/2021)

Tokoh Masyarakat yang berinisial S adalah saudara kandung Kepala Desa (Kades) Pao Pale Laok. Dan juga viral di berbagai media sosial video tokoh masyarakat yang berinisial S, dengan luka bacok di punggung serta tewas dengan posisi telungkup.

Kapolsek Ketapang, AKP Achmad Rahamtullah Dwi Nugroho saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsAppnya membenarkan adanya kejadian tindak pidana pembunuhan tersebut.

"Iya benar mas, korban termasuk tokoh masyarakat yang merupakan warga Desa Paopale Laok," Ujarnya.

Meskipun demikian, dirinya belum bisa memastikan motif dari pembunuhan tersebut. Saat ini masih proses olah TKP oleh Polres Sampang," Tandasnya.

Menurut informasi yang di himpun oleh wartawan lpktrankonmasi.com, Tempat Kejadian Perkara (TKP) berada di Dusun Manju Timur, Desa Paopale Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang. (Naf)

Empat Polda Distribusikan Bantuan Untuk Korban Banjir Bandang NTT


 

JAKARTA, lpktrankonmasi.com

                   

Polda Bali menyalurkan bantuan  korban banjir dan tanah longsor di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut berasal dari Polda Jawa Tengah, Jawa Timur  Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Termasuk bantuan dari Polda Bali dan Mabes Polri.

 

“Karena harus menyeberangi pulang maka bantuan untuk sementara ditampung ke Polda Bali sebelum disalurkan ke NTT," kata Kadiv Hums Polri Irjen Pol Argo Yuwono dalam keterangan, Jumat (9/4/2021).

 

Umumnya bantuan yang diberikan berupa sembako mulai dari beras, minyak, gula, kopi dan sebagainya. Diluar itu ada pula sabun mandi cair, pembersih lantai, Handsanitizer, sabun cuci tangan, susu bayi dan UHT, vitamin, serta sejumlah obat-obatan.

 


"Bantuan yang diberikan umumnya untuk kebutuhan sehari-hari. Kami juga mendirikan posko dapur umum yang menyajikan makanan siap santap," ungkap Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jaya Danu Putra.

 

Mabes Polri sendiri memberikan bahan pokok berupa beras tujuh ton, air mineral, alas tidur, selimut, handuk, sarung serta makanan lainnya yang diperlukan.

 

Sementara Polda Bali terdiri dari ribuan sembako berupa beras, mie instan, minyak goreng, gula dan Kopi, pakaian layak pakai serta tenda, matras dan selimut yang dibutuhkan oleh para pengungsi.

 

Sebelumnya Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung korban bencana alam di NTT dan Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (8/4/2021).

 

Di NTT, keduanya menyambangi Desa Amakaka yang berlokasi sekira 10 Kilometer (Km) di bawa kaki Gunung Ile Lewotolok. Mereka memerintahkan agar memfokuskan proses evakuasi dan menyalurkan sejumlah bantuan yang sangat dibutuhkan masyarakat.

 

(J Trankonmasi Tim)

Mantapkan Sinergitas, Taruna Latsitardanus 41 dan Masyarakat Renovasi Gereja, Masjid dan Rumah

Mantapkan Sinergitas, Taruna Latsitardanus 41 dan Masyarakat Renovasi Gereja, Masjid dan Rumah

 


JAKARTA, lpktrankonmasi.com

 

 Para taruna Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) ke-41 melaksanakan kegiatan renovasi gereja, masjid dan rumah tak layak di Kota Medan, Sumatera Utara.

 

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan, kegiatan renovasi dilaksanakan mulai tanggal 8-21 April 2021.

 

Diantaranya renovasi rumah tidak layak huni di 3 titik, renovasi masjid At Taufik, renovasi gereja Pouk Budi Luhur dan renovasi Taman Makan Pahlawan (TMP) Medan.

 

"Selain kegiatan fisik, ada juga kegiatan non fisik. Misalnya penyuluhan protokol kesehatan, penyuluhan sadar hukum, penyuluhan bela negara serya penyuluhan promosi Akpol TNI," ungkap Argo dalam keterangannya, Jumat (9/4/2021).

 

Menurut Argo, kegiatan ini merupakan sebuah momentum untuk membangun sinergi antara TNI, Polri dan masyarakat.

 

"Sehingga makna atau tujuan dari kegiatan renovasi bangunan ini dapat menumbuhkan jiwa kejuangan, cinta tanah air serta semangat integrasi para Taruna dan mahasiswa untuk membangun sinergi dan soliditas TNI, Polri dan masyarakat," ungkap mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini.

 

Sebelumnya Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) ke-41 di Medan dibuka oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Rabu, 7 April 2021.

 

Jumlah peserta yang mengikuti Latsitrada sebanyak 802 taruna dari berbagai matra. Diantaranya 227 taruna Akademi Militer (Akmil), 101 taruna Akademi Angkatan Laut (AAL), 91 taruna Akademi Angkatan Udara (AAU) dan 282 taruna Akademi Kepolisian (Akpol). 

 

Sementara dari unsur mahasiswa sebanyak 100 orang yang berasal dari sejumlah Universitas di Provinsi Sumatera Utara. 

 

“Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) akan memupuk dan memantapkan kemanunggalan TNI-Polri dengan rakyat serta menanamkan dan menumbuhkembangkan jiwa kejuangan, cinta tanah air serta semangat integrasi para Taruna/Taruni, Praja dan Mahasiswa, sebagai upaya membangun soliditas TNI-Polri dan rakyat,” kata Argo dalam keterangan tertulisnya. 

 

Argo menjelaskan, latihan digelar dibeberapa lokasi yakni di Satlat-1/Macan di Kabupaten Simalungun, Satlat-2/Hiu di Kota Binjai, Kabupaten Langkat, Satlat-3/Elang di Kota Tebing Tinggi, Deli Serdang dan Satlat-4/Kijang di Kota Medan. Latsitarda dimulai sejak tanggal 8 April hingga 24 April 2021. 

 

Sasaran fisik pelatihan ini ialah para taruna melakukan perbaikan rumah ibadah, perbaikan fasilitas umum atau fasum seperti pos kamling, MCK umum, perbaikan drainase, perbaikan rumah layak huni serta perbaikan dengan melakukan pengaspalan jalan dan pavingisasi. 

 

Sementara pelatihan dengan sasaran non fisik ialah para taruna melakukan berbagai kegiatan sosial berupa Penyuluhan Covid-19, Narkoba, Kesehatan, penguatan Desa atau Kampung Tangguh, penanaman nilai juang terhadap masyarakat, pengenalan Akademi TNI dan Akpol juga pelatikan Drum Band. "Para taruna juga melakukan anjangsana ke tokoh agama dan masyarakat setempat,” tutup Argo.


(J Trankonmasi Tim)

Dandim Jepara Buka Luwur Di Makam Mantingan Tandai Hari Jadi Kota Jepara

 


Jepara, lpktrankonmasi.com

 

Komandan Kodim 0719/Jepara Letkol Arh Tri Yudhi Herlambang, SE., M.i.Pol bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Jepara, Buka  Luwur di Makam Matingan tandai Hari Jadi Kota Jepara.

 

Kegiatan tersebut ditandai dengan pergantian luwur atau kain penutup makam kedua tokoh Kabupaten Jepara, yakni Ratu Kalinyamat dan Sultan Hadlirin sebagai puncak Peringatan Hari Jadi Ke-472 Kabupaten Jepara dan juga dilakukan pergantian luwur makam Raden Abdul Jalil (Sultan Jepara) yang berada di kompleks makam mantingan, buka luwur dilaksanakan pada Jum’at (9/4/2021).

 

Kegiatan buka luwur dipimpin langsung oleh Bupati Jepara dian Kristiandi dan dilaksanakan dengan protokol kesehatan secara ketat dan hanya diikuti oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan perangakt daerah.

 

Meskipun dihari jadi Kabupaten Jepara ini tidak ada perayaan maupun karnaval namun, Dandim 0719/Jepara Letkol Arh Tri Yudhi Herlambang, bersama rombongan forkopimda tetap mengenakan baju adat.

 

Dalam kegiatan ini, diawali dengan penyerahan luwur dari Bupati Jepara kepada pemerintah desa Mantingan, jika biasanya penyerahan ini dilakukan di depan kantor Balai Desa Matingan, guna menghindari kerumunan massa, dilaksanakan secara sederhana dengan penjagaan ketat di depan masjid Mantingan.

 


Usai penyerahan dilanjutkan dengan sholat ashar berjamaah dan penyerahan santunan kepada anak yatim piatu, adapun prosesi buka luwur dilaksanakan pukul 16.00 Wib, dimana yang dimulai dari makam Ratu Kalinyamat, Sultan Hadlirin dan dua makam lainnya yaitu Raden Ayu Dinabar dan Dewi Wuria Putri Dimana letakanya masih dalam satu kompleks, setelah luwur diganti, dilanjutkan dengan tahlilan dan doa.

 

Bupati Jepara menyatakan selain sudah menjadi tradisi, buka luwur itu juga merupakan cara pemerintah daerah menjaga pusara leluhur. “Tokoh-tokoh ini sangat penting dalam perjalanan Jepara, untuk itu, harus selalu dirawat keteladanan mereka yang sudah diwariskan.” Ujar Bupati.

 

(J Trankonmasi Tim)


PANGAN