Sosial

Technology

Entertainment

Recent Posts

Aris Pandan : Sikapi Maraknya Judi Togel di Kota Semaran

 


SEMARANG, lpktrankonmasi.com 


Proteskeras disuarakan beberapa lembaga masyarakat terhadap praktik perjudian toto gelap (Togel) di Kota Semarang yang ramai di pemberitaan media online membuat beberapa tokoh agama dan tokoh masyarakat ikut menyuarakan memberikan tanggapan beragam terhadap fenomena judi togel.


H. Aris Pandan, S.Kom,  Ketua Yayasan Sunan Pandanaran Semarang yang juga tokoh masyarakat Kota Semarang ikut memberikan tanggapan maraknya judi togel. Aris mengatakan, praktik judi, togel dan sejenisnya adalah merupakan ranah aparat penegak hukum untuk pemberantasannya. Adapun organisasi kemasyarakatan (Ormas) maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM) hanya bersifat menghimbau kepada aparat penegak hukum untuk penindakannya.


Menanggapi praktik judi togel yang menjamur dibeberapa tempat di Kota Semarang, Aris dengan santun melarang dan tidak setuju jika judi togel semakin marak di beberapa tempat di Kota Semarang dan berharap untuk segera dibersihkan dan diberantas. Iapun meminta aparat penegak hukum didukung tokoh masyarakat melakukan upaya pendekatan-pendekatan kepada pihak pelaku judi togel.


"Kami sebagai tokoh masyarakat juga akan melakukan upaya pendekatan, agar judi togel dan sejenisnya tidak ada di Kota Semarang," ungkap Aris kepada awak media di area Masjid Sunan Pandanaran Semarang, Rabu (20/10/2021) malam.


"Adapun Ormas maupun LSM itu hanya bersifat menghimbau. Dan aparat berwenanglah yang mempunyai kewenangan melakukan penindakan," imbuh Aris. 


Menurut Aris, selain dilarang oleh agama, menjamurnya praktik judi togel dibeberapa lokasi di Kota Semarang dianggap juga meresahkan masyarakat. Oleh sebab itu pihaknya berharap aparat penegak hukum untuk bertindak melakukan pembersihan dan memberantasnya.


Dalam hal ini peran masyarakat juga sangat penting untuk mengendalikan para pelaku judi togel agar tidak buka lapaknya di sembarang tempat yang jelas-jelas merupakan larangan untuk berjualan kupon judi togel. Aris berharap, masyarakat untuk melakukan pendekatan-pendekatan kepada para pelaku judi togel agar segera sadar dan tidak terjerumus lebih dalam lagi dengan perjudian. 


Selain itu peran tokoh tokoh  masyarakat yang berpengaruh juga sangat diperlukan, dengan cara merangkul beberapa LSM maupun Ormas untuk ikut membantu meredam keberadaan judi togel agar tidak semakin menjamur. Dalam hal ini dibutuhkan pendekatan secara humanis dan menghindari tindakan-tindakan represif.


"Jadi jika ada penindakan, hendaknya dilakukan secara humanis dan merangkul. Jangan sampai ada tindakan yang represif. Intinya lakukan pendekatan kepada mereka dan stakeholder, serta bandarnya agar tidak menganggap bahwa judi adalah merupakan salah satu pendapatan dan pekerjaan," imbau Aris.


"Sikap masyarakat hendaknya bisa merangkul secara humanis dan menyadarkan para pelaku praktik judi togel ini," tambahnya.


Terkait seolah ada pembiaran dari aparat penegak hukum untuk melakukan tindakan terhadap pelaku judi togel, Aris berpendapat dan meyakini pihak aparat penegak hukum mendukung pemberantasan perjudian dan togel. 


"Saya yakin aparat penegak hukum mendukung pemberantasan judi dan togel. Bisa jadi sudah dilakukan pendekatan secara baik oleh aparat, namun dengan strategi berbeda yang belum diketahui oleh masyarakat. Pendekatan soft skill dan tidak represif," ungkapnya.


Adapun langkah-langkah baik yang perlu dilakukan oleh masyarakat agar praktik perjudian togel tidak semakin merebak di Kota Semarang, Aris memberikan masukan antara lain yang pertama, pendekatan dari tokoh-tokoh masyarakat di sekitar, kemudian yang kedua, komunikasi melalui audiensi dengan pihak berwajib menyampaikan keluhan dan keresahan masyarakat, dan ketiga, dengan melakukan upaya memberikan pelatihan kepada para penjaga judi togel agar mempunyai skill sebagai wira usaha dan tak menggantungkan dari judi togel. 


(J Trankonmasi Tim)

PTPN IX Bersama Balong Amankan Temuan Pasir Besi



 Jepara, lpktrankonmasi.com


Indonesia adalah negara yang memiliki sumber daya alam yang berlimpah merupakan kekayaan nasional. Kekayaan itu termasuk bahan galian (tambang) yang mencakup mineral dan batubara. Mengingat mineral dan batubara merupakan kekayaan alam yang terkandung didalam bumi merupakan sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui, pengelolaannya perlu dilakukan seoptimal mungkin, efisiensi, transparan, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan serta berkeadilan agar memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat secara berkelanjutan.


Pakam Supardi bersama Anggota Polsek Kembang saat lakukan cek lokasi

Kasus dugaan penambangan pasir besi ilegal di pantai Desa Balong Kecamatan Kembang Jepara pada malam hari makin marak terjadi, hal ini dinilai tak sulit untuk membongkarnya, karena warga setempat bahkan sudah mengantongi nama-nama terduga pelaku. Daviq, salah satu warga Desa Balong sekaligus sebagai bidang Ka. Investigasi di KAWALI Jepara memastikan sudah mengetahui orang-orang yang berada di balik penambangan pasir besi secara ilegal di kawasan Gotehan Putih itu. Sebab, saat pengintaian pada Minggu malam lalu (17/10/2021), ia sempat melihat wajah-wajah terduga pelaku yang melarikan diri. Bahkan, ketika melakukan pengintaian itu, para terduga pelaku berada di sampingna. Menyadari kalau sedang diintai, mereka kabur. 


Pelaku utamanya itu tetangga Kecamatan Kembang. Tapi orang-orangnya dia itu saya kenal semua,” jelas Daviq, pada hari Selasa malam ditemui awak media (19/10/2021).

Tim Kawali dan Pakam PTPN IX

Daviq mengungkapkan, pelaku utama tersebut sudah berkali-kali dicekal warga setempat pada tahun 2019. Daviq mengaku sudah menggali informasi siapa saja yang terkait dengan penambangan pasir besi. Ternyata, informasi itu mengerucut pada satu orang itu. “Kalau kemarin tercekal langsung ya langsung (dibawa ke pihak berwajib, red). Pelakunya memang orang itu. Masalahnya kemarin kita belum bisa menangkap secara langsung,” tegas Daviq. 


Terpisah, Perwira Keamanan (Pakam) PTPN IX Kebun Balong, Pardi memberikan keterangan di Pos Induk PTPN IX bersama TIM KAWALI JEPARA, mengatakan sementara ini pasir besi yang diamankan warga dari penambang ilegal dia anggap temuan karena tak bertuan. Sebab tak ada satupun orang yang mengakui memiliki pasir besi itu.



Tim Kawali saat berada di Polsek Kembang

“Tidak ada yang mengakui. Makannya saya laoprkan ke Polsek Kembang untuk mengamankan. Intinya, siapa yang mengambil berarti dia yang memiliki,” terang Pardi kepada MURIANEWS.


Pardi mengaku tak bisa menuduh siapa-siapa. Karena harus ada saksi dari bukti itu. Sementara, warga Desa Balong sendiri belum bisa membuktikan pasir besi itu milik siapa.

Foto diambil saat peristiwa penggrebekan

Sementara dari Pihak KAWALI  yang disampaikan oleh Ketua KAWALI JEPARA Tri Hutomo ke awak media menjelaskan, bahwa pihaknya sudah klarifikasi langsung ke Kapolsek Kembang IPTU Subandi melalui sambungan telp karena sudah 2x mendatangi Polsek Kembang tapi Kapolsek tidak ada di tempat dan IPTU Subandi membenarkan bahwa adanya temuan pasir besi di wilayahnya, lebih lanjut KAWALI Jepara juga sudah melakukan krosek kepada salah satu perangkat Desa Jinggotan tempat dimana pasir besi itu dilakukan penimbunan setelah diangkut dari tempat penambangan di Desa Balong. 


Tim Kawali bersama Daviq (perwakilan dari warga Balong )

Lebih lanjut Tri Ketua KAWALI Jepara Kegiatan usaha penambangan yang dilakukan tanpa izin ini dapat dikenakan pidana sebagaimana tertuang pada ketentuan pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, menyatakan bahwa: usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam pasal 37, pasal 40 ayat (3), pasal 48, pasal 67 ayat (1), pasal 74 ayat (1) atau ayat (5) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp 10.000.000.000,00 ( sepuluh miliar )


( J Trankomasi Tim)


Capai 1246 Akseptor Melebihi Target Sasaran Gelar Vaksin Dosis 2 DPC Projo Kab Magelang - Polres Magelang




Magelang, Lpk.Trankomasi.com 


Setelah sukses menggelar vaksinasi massal dosis 1, kini DPC Projo Kab.Magelang bekerjasama dengan Polres Magelang kembali menggelar vaksinasi massal dosis 2 dengan sasaran anak.usia 12 tahun keatas, pencari kerja,lansia serta umum bertempat di Halaman Balai Desa Tamanagung Muntilan, jalan Ketaron no 4 Desa Tamanagung Kec.Muntilan Kab Magelang, Kamis ( 21/10/2021)


Kegiatan bertema "Gerakan Nasional Percepatan Vaksin Covid-19 diikuti sejumlah 1246 warga masyarakat Kec.Muntilan, Kab. Magelang



Camat Muntilan Umar Singgih,S.I.P mengatakan  kegiatan ini sungguh mengagumkan karena berkat kerjasama beberapa pihak merasa memiliki tanggung jawab untuk menyukseskan program vaksinasi massal agar kita segera keluar dari pandemi covid-19," ucapnya.


" Kami berterima kasih sekali kepada relawan projo Kab.Magelang yang bekerja sama dengan Polres Magelang untuk melaksanakan suntikan vaksin sinovac dosis kedua untuk warga masyarakat Desa Muntilan.




Singgih mengaku pada sasaran awal sejumlah 1200 orang dan juga membuka layanan ditempat lain vaksinasi massal dosis pertama pada 13 september 2021 lalu yang mana pada saat itu warga berhalangan hadir, sekali.lagi ini sangat menakjubkan," papar Singgih.


Lebih lanjut Singgih mengungkapkan guna menindaklanjuti perintah Bupati termasuk didalamnya Forkopimda ada juga Kapolres serta Dandim untuk memastikan di Kabupaten Magelang awal ini mencapai 50 persen untuk seluruh sasaran yang yang ditargetkan. " kita sudah mendekati 40 persen,  Insya Allah 10 persen lagi tercapai dalam waktu tidak terlalu lama," pungkasnya.

Sementara itu Sapto selaku perwakilan dari Polres Magelang mengatakan," Tenaga nakes yang diturunkan enam tim satu timnya lima orang jadi seluruhnya ada 30 nakes.


Dengan percepatan vaksinasi kami sudah berusaha seharinya 1300 orang, yang di Polres Magelang sekitar 600, itu target kita," terangnya.



Pada kesempatan sama Ketua Badan Perwakilan Daerah Muntilan Sultoni mengungkapkan dari awal kita melaksanakan vaksinasi, dari BPD selalu berkoordinasi bersama relawan Projo dengan Pemdes, linmas serta Satgas Covid-19 selalu dikerahkan dalam keterlibatan vaksinasi ini kita semaksimal mungkin bisa mengantisipasinya. dan Alhamdulillah yang pertama kali ini lancar lancar saja bisa mencapai 1200 dan selanjutkan vaksinasi dosis kedua dalam pelaksanaannya walaupun ada kekurangannya namun kita sudah melaksanakannya dengan baik," ujarnya.


" Kami apresiasi relawan Projo kab Magelang bisa berkolaborasi dengan kita semua yang ada disini, kebersamaan dalam menangani ini semua lebih diutamakan," terang Toni.

Di saat yang sama disamping  Ketua BPD Tamanagung  turut hadir  Dr Triyono selaku  wakil Ketua  Komisi  D DPRD Kab Magelang mengungkapkan apresiasinya yang tinggi terhadapjalannya kegiatan vaksin.

“ Penyelenggaraan kegiatan vaksinasi Projo Magelang di Desa Tamanagung sesuai Prokes meskipun dengan jumlah peserta vaksin mencapai seribu lebih,” ucap dr. Triyono.

“Saya melihat antusias masyarakat masih terbilang tinggi meskipun vaksin dosis 2,” imbuhnya.

“Mekanisme pelaksanaan yang tertata rapi dan teamwork yang bagus dari para panitia DPC Projo Kabupaten Magelang,” pungkasnya.

Hal senada di ungkapkan Ketua Relawan DPC Projo Kab.Magelang Sriyanto Ahmad,S.Pd.MH (Med ) bahwa  Percepatan Vaksinasi di Desa Taman Agung  adalah dalam rang membantu Prmerintah guna tercapainya   kekebalan Kelompok ( Healt Community ) agar proses  penyembuhan atau  pencegahan  ( Preventive ) terhadap wabah atau pandemi Covid  19 , yang pada gilirannya  akan tercipta  Insan yang  sehat jasmani  dan rohani  atau ,”  Insan Kamil”.



Dan antusiasme  masyarakat  sangat tinggi hal ini  terbukti dengan adanya  peningkatan  aseptor  yang tadinya  tervaksin  1210  pada dosis 1 dan  meningkat menjadi 1246 pada dosis   2 yang  ditargetkan  hanya 1000  Aseptor hingga panitia  harus beli Speet Suntik karena Kurang  ,”Pungkasnya sambil  mengatakan tidak ada gading yang tak retak tapi itu semua demi suksesnya  progam percepatan vaksinasi  gartis untuk rakyat berjalan lancar.


(Trankonmasi Tim)

Mahasiswa Institut Agama Islam Nazhatut Thullap Ketapang Sampang Bagikan Masker Gratis


Lpktrankonmasi.com, SAMPANG - Aliansi mahasiswa IAI Nata Ketapang, turun jalan dengan kegiatan Bakti sosial, yaitu bagi-bagi masker gratis, bersama dosen IAI Nata dan rektor IAI Nata hingga Polsek Ketapang di Kecamatan Ketapang, Sampang, Kamis (21/10/2021)


Pembagian masker gratis, ada di tiga titik yang menjadi prioritas, pertama di pertigaan lampu merah Ketapang, kedua di pasar Lebak Ketapang, ketiga di pasar sapi atau pasar kemmisan (Kamis) Ketapang.


Menurut Mas Saher selaku anggota bagian dari baksos tersebut sekaligus mahasiswa IAI nata ketapang mengatakan, tujuan adanya kegiatan ini adalah untuk memberikan suatu edukasi terhadap masyarakat Ketapang, agar terus melawan virus Corona yang sampai hari ini masih belum hilang dari bumi pertiwi ini. Tentunya, agar warga tetap waspada terhadap bahayanya COVID-19," ucapnya.



Dia juga mengatakan, acara ini bukan dari ormawa ataupun apa, acara ini murni dari gagasan kesadaran mahasiswa IAI Nata ketapang. Dan mendapat dukungan dari Warek 3, Suhartono S.E, sekaligus menyambut peringatan hari santri nasional,   yang disertai dengan bakti sosial.


"Dalam baksos tersebut mahasiswa membagikan sekitar 1500 masker dan juga vitamin. Dengan tujuan untuk kesehatan dan kekebalan tubuh masyarakat dalam menjaga diri dari maraknya COVID-19," jelasnya.


Dalam kesempatan acara tersebut, mahasiswa juga menganjurkan masyarakat yang belom melakukan vaksinasi, supaya segera mengikuti vaksinasi tahap pertama dan kedua. Agar tubuh kita tatap kuat dalam menghadapi COVID-19," pungkasnya. (Rosi)

Pemkab Sampang dan KPPBC Madura Konsisten Gempur Rokok Ilegal

 


KBBPC Madura Bersama Kepolisian Dan TNI  Satpol PP Saat Melakukan Operasi di Pasar Omben, Sampang, Madura. (Foto: Istimewa)


Lpktrankonmasi.com, SAMPANG - Pemerintah Kabupaten Sampang beserta KPPBC Tipe Madya Pabean C Madura, tetap konsisten dan terus melakukan operasi perihal rokok ilegal yang tersebar di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Kamis (21/10/2021)


Beberapa waktu lalu KPPBC Madura telah melakukan operasi di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Sampang. Seperti di Kecamatan Omben dan juga Sampang Kota.


KPPBC Tipe Madya Pabean C Madura, telah menyita ribuan rokok. Kami amankan, nanti kalau ada pemusnahan barang bukti. Insyaallah kami undang temen-temen wartawan di Kabupaten Sampang," kata Trisilo Asih, Kasi penindakan dan penyidikan 

Kantor pengawasan dan pelayanan Bea Cukai Madura.


Dia juga mengatakan, bahwa ciri-ciri rokok ilegal yaitu rokok tidak berpita dan juga berpita palsu biasanya pemasangannya itu tidak rapi, ada juga yang memakai pita bekas rokok. Biasanya triknya, membuka pita rokok yang legal secara perlahan-lahan setelah itu dipasang ke rokok yang ilegal tersebut. Untuk mengelabui petugas saat ada operasi.


"Jika ada saudara dan juga tetangga yang memproduksi rokok ilegal harap di sampaikan, agar segera mengurus izinnya ke Bea Cukai. Jika kalian semua ingin memberikan informasi dengan adanya pabrik rokok ilegal silahkan laporkan ke nomor What's App Bea Cukai Madura atau langsung datang ke kantor Bea Cukai Madura (KPPBC Tipe Madya Pabean C Madura) yang terletak di Kabupaten Pamekasan," imbuhnya.


Hal senada juga disampaikan oleh Kasubsi Penindakan Bea Cukai, Ari Jusalam, saat melakukan operasi di Kecamatan Omben. Ia menyampaikan bahwasanya pemberantasan rokok ilegal tersebut terbagi menjadi dua hal. Yaitu, melalui operasi pasar bersama, maupun melakukan penindakan rokok ilegal.


Dia juga menyebutkan, bahwa operasi tersebut sesuai pembahasan rapat awal, bahwa kegiatan operasi tersebut dalam pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), dalam hal ini Kabupaten Sampang mendapatkan DBHCHT tersebut, yang digunakan untuk pemberantasan peredaran rokok ilegal.


"Intinya kami ingin menekan peredaran rokok ilegal dengan memanfaatkan dana DBHCHT," ujarnya.


Menurut Ari Jusalam, target operasi tidak hanya ke pasar Omben saja. Tetapi, se Kabupaten Sampang sudah tersusun jadwal operasi bersama tersebut, disampaikan pula saat melakukan operasi bersama Kepolisian dan juga TNI telah mendapatkan barang bukti rokok ilegal yang masih dijual di pasar, dan pihaknya telah melakukan penyitaan dan mengamakan rokok ilegal yang masih terjual dipasar maupun di toko-toko.


"Iya sebagian besar ada juga masih menjual, dan itu disembunyikan dibawah laci, dan ada juga yang masih terpampang dengan jelas ditalase-talase toko," pungkasnya. (Ries)

Warga Masaran Sampang Bersyukur Adanya Saluran di Pinggir Jalan Raya

 


Pekerja Proyek Saluran Saat Melakukan Aktivitas (Foto: Rossi)


Lpktrankonmasi.com, SAMPANG - Pembangunan proyek saluran drainase, melalui dana Pemulihan Ekonomi Nasional yang dibangun di pinggir jalan raya. Mendapatkan respon yang sangat baik dari warga Desa Masaran, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Kamis (21/10/2021)


Saat media ini menelusuri langsung, nampak pembangunan saluran yang sangat panjang tersebut yang terletak di Desa Masaran, Banyuates, Sampang. 


Tentunya pembangunan saluran tersebut mendapatkan respon baik dari warga Desa Masaran. Seperti yang diungkapkan oleh H Daud (56), pembangunan saluran ini sangat menguntungkan kami selaku warga Desa Masaran. Pasalnya, yang sebelumnya pembuangan air dari kamar mandi dibuang dibelakang rumah kami, dengan metode got comberan. Yang pasti sangat mengganggu karena metode got comberan tersebut menjadi sarang nyamuk.


"Jadi dengan adanya saluran ini kami tidak lagi menggunakan metode got comberan, tinggal bermodalkan paralon dan dialirkan ke saluran yang terletak di pinggir jalan raya tersebut," ujarnya.


Hal senada juga disampaikan Herman (40) pemilik toko di pinggir jalan raya Masaran, ia mengatakan, bahwa saluran tersebut sangat bermanfaat. Karena sebelumnya pembuangan air dari kamar mandi kami, harus menggunakan paralon hingga ratusan meter untuk menuju saluran desa yang dibuat kepala desa melalui Dana Desa.


"Sedangkan paralonnya harus ada perawatan, saya sempat bingung. Namun, dengan adanya pembangunan saluran ini. Maka saya tidak bingung lagi, karena air yang dari kamar mandi langsung kami buang ke saluran yang berada di pinggir jalan raya Masaran, saya sangat bersyukur. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih terhadap pemerintah," pungkasnya.


Perlu diketahui tukang yang bekerja saluran proyek tersebut. Sebagian besar adalah warga tempatan, ialah warga Kecamatan Banyuates, Sampang. Mereka bersyukur adanya pekerjaan tersebut, karena saat ini masa pandemi COVID-19 dan ekonomi lagi terpuruk. 


"Alhamdulillah mas, saya dan teman-teman bisa bekerja dan bisa menikmati hasilnya di masa-masa pandemi COVID-19 ini," singkat Zeini Kepala tukang. (Ries/Ros)

Kapolri: Jangan Anti-Kritik, Lakukan Introspeksi untuk Jadi Lebih Baik

 



Jakarta, lpktrankonmasi.com


Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada seluruh jajarannya untuk tidak bersikap anti-kritik atas masukan dari masyarakat terhadap institusi Polri. Menurutnya, hal itu harus dijadikan bahan evaluasi untuk jauh lebih baik lagi. 


Hal itu disampaikan Sigit saat memberikan pengarahan kepada seluruh jajaran Kapolda dan Kapolres melalui Vicon di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (19/10).


Sigit memastikan, Polri lembaga yang terbuka, sehingga tidak anti-kritik, apalagi masukan yang sifatnya membangun untuk menjadikan lebih baik lagi kedepannya. 


"Jangan anti-kritik, apabila ada kritik dari masyarakat lakukan introspeksi untuk menjadi lebih baik," kata Sigit.


Sementara itu, Sigit juga menginstruksikan secara tegas kepada seluruh jajarannya untuk memberikan tindakan tegas kepada oknum anggota kepolisian yang melanggar aturan saat menjalankan tugasnya. 


Sigit menekankan kepada seluruh Kapolda dan Kapolres untuk tidak ragu memberikan sanksi tegas berupa pidana atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada personelnya yang tidak menjalankan tugas sesuai aturan. 


"Perlu tindakan tegas jadi tolong tidak pakai lama, segera copot, PTDH, dan proses pidana. Segera lakukan dan ini menjadi contoh bagi yang lainnya. Saya minta tidak ada Kasatwil yang ragu, bila ragu, saya ambil alih," ujar Sigit.


Menurut mantan Kapolda Banten ini, perbuatan oknum anggota kepolisian telah merusak marwah dari institusi Polri. Hal itu juga telah menciderai kerja keras dan komitmen dari personel Korps Bhayangkara yang telah bekerja secara maksimal untuk masyarakat. 


Sigit mencontohkan kerja keras dan perjuangan anggota Polri yang positif adalah dengan berjibaku melakukan penanganan dan pengendalian Pandemi Covid-19. Diantaranya, memastikan penyaluran bansos tepat sasaran, melakukan akselerasi vaksinasi dan memastikan protokol kesehatan (prokes) berjalan dengan baik. 


Oleh karena itu, Sigit berharap dengan adanya tindakan tegas kepada oknum polisi yang melanggar aturan dapat memberikan efek jera. Mengingat, kelakuan dari oknum tersebut berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, yang selama ini telah mendapatkan tren positif.


"Saya tidak mau kedepan masih terjadi hal seperti ini, dan kita harus melakukan tindakan tegas. Karena kasihan anggota kita yang sudah kerja keras, yang cape yang selama ini berusaha berbuat baik, terus kemudian hancur gara-gara hal-hal seperti ini. Tolong ini disikapi dengan serius, kemudian lakukan langkah-langkah konkret yang baik," ujar eks Kabareskrim Polri itu.


Disisi lain, Sigit memberikan apresiasi kepada seluruh personel yang selama ini telah berjuang dan bekerja keras yang menjaga nama baik institusi, serta bekerja untuk kepentingan Bangsa Indonesia. Ia berharap, perilaku oknum tersebut tak mengendorkan semangat personel yang telah bekerja baik selama ini. 


"Saya berikan apresiasi atas kerja keras, tetap semangat dan yakini apa yang dilakukan dilapangan benar sesuai SOP. Namun bila ada kesengajaan dan pelanggaran dari oknum yang bisa menjatuhkan marwah institusi, maka saya minta tak ada keraguan untuk memberikan tindakan tegas," ucap Sigit.


Oleh karena itu, Sigit menegaskan, kedepannya seluruh jajaran Polri harus mampu membaca situasi kapan harus mengedepankan pendekatan humanis, dan kapan harus melakukan tindakan tegas. 


"Jadi lakukan langkah-langkah kapan rekan-rekan harus humanis, kapan rekan-rekan laksanakan langkah-langkah tegas dilapangan sebagaimana SOP yang berlaku. Itu semua ada ukuran," tutur Sigit.


Sementara itu, Sigit juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan masukan dan kritiknya. Menurutnya, semua aspirasi tersebut akan dijadikan bahan evaluasi demi kebaikan dan kemajuan Polri.

(J Trankonmasi Tim)

PANGAN