PRESIDEN JOKOWI SETUJUI: “PROYEK RING ROAD TIMUR DIMULAI 2020 SENILAI Rp 600 M”

MADIUN – Wacana pembangunan ring road timur di Kota Madiun akhirnya bakal terwujud. Usulan Pemerintah Kota Madiun kepada pemerintah pusat terkait itu disetujui. Pembangunan ring road timur senilai Rp 600 miliar itu bakal dimulai 2020 nanti. Kota Madiun juga mendapat tiga proyek lain yang bersumber APBN tersebut. Hal itu dipastikan setelah munculnya Perpres 80/2019.

‘’Alhamdulillah, empat usulan kita disetujui. Artinya, ada pembangunan besar di kota kita tanpa membebani APBD,’’ kata walikota usai Focus Group Discussion (FGD) terkait Pembangunan Infrastruktur dengan Dana APBN di ruang rapat gedung bersama, Rabu (18/12).

Walikota menyebut banyak program di pemerintah pusat. Karenanya, mantan sekda itu menginstruksikan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk rajin berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Terutama dengan kementerian terkait. Walikota tunjuk bukti adanya program pengadaan kendaraan Damkar di kementerian. Hal itu, lanjutnya, bisa bermanfaat bagi Kota Madiun jika berhasil berkoordinasi dengan kementerian terkait.
‘’Hal-hal seperti ini OPD harus peka. Harus rajin mencari informasi. Jangan sampai kita ketinggalan dengan daerah lain,’’ tegasnya.
Selain itu, walikota juga menginstruksikan OPD terkait pembangunan segera tancap gas mempersiapkan yang dibutuhkan. Sebab, anggaran senilai Rp 600 miliar itu bisa saja dialihkan pemerintah pusat untuk proyek lain karena ketidaksiapan pemerintah daerah terkait dalam melaksanakannya. Mulai roadmap, rencana jalur yang dilewati, hingga urusan pembebasan lahannya. Ring road timur ini rencananya dimulai kawasan terminal melewati Kelurahan Tawangrejo, Kelun, Kanigoro, Manisrejo, hingga tembus jalur Ponorogo-Madiun. Panjangnya, sekitar lima kilometer lebih. Proyek ini ditargetkan selesai dalam empat tahun.
Karenanya, walikota juga berharap masyarakat turut berperan mendukung jalannya proyek pusat tersebut. Keberadaan ring road akan semakin meramaikan daerah sekitar. Hal itu akan memberikan multiplier effect bagi masyarakat. Walikota berharap masyarakat turut berjuang. Mulai ikut rapat koordinasi hingga masalah pembebasan lahan yang tidak perlu dipersulit. Tanpa peran serta masyarakat, pembangunan bakal sulit terwujud.

‘’Masyarakat harus ikut berjuang. Kalau diundang rapat ya datang. Kalau lahannya kena, dan sudah dibeli sesuai harga umumnya, ya tidak perlu dipersulit. Ini kan juga demi kemajuan daerah termasuk masyarakatnya juga,’’ pungkasnya.

(Gunawan)

Pernah tayang di madiuntoday

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »