DI DUGA TIDAK TRANSPARASI DALAM PENGELOLAAN DD-ADD, BPD DESA LARLAR GELAR MUSYAWARAH


Sampang - Menindaklanjuti pengaduan masyarakat Desa Larlar terkait pengelolaan DD-ADD yang diindikasi dilakukan oleh Pemdes Desa Larlar tidak transparasi mulai tahun 2016 sampai tahun 2019, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa larlar menggelar musyawarah bareng anggota BPD, tokoh masyarakat, dan sebagian masyarakat larlar pada hari Rabu,(08/01/2020).

Musyawarah ini dihadiri oleh Ketua BPD, Sekretaris BPD dan satu anggota BPD Desa Larlar serta Tokoh masyarat desa larlar.

Hafid, Ketua BPD Desa Larlar mengatakan, kami sudah bekerja maksimal dalam mengontrol dan mengawasi kinerja Pemdes Larlar, bahkan kami tetap turun lapangan seketika ada pengerjaan pembangunan walaupun Pemdes tidak memberitahukan kami.

"Selama ini kinerja kami memang tidak mempunyai bahan acuan dalam pengawasan, karena selama anggaran tahun 2016 sampai anggaran tahun 2018 kami tidak pernah diberikan salinan Laporan Pertanggung Jawaban."ujarnya.

Lanjut Hafid, “Padahal kami sudah meminta Laporan Pertanggung Jawab kepemerintah desa larlar namun tidak di respon, sampai kami meminta ke Pendamping Desa (PD) Kecamatan Banyuates namun  juga tidak di respon."

Fauzi, Sekretaris BPD Desa Larlar mengatakan bahwa kami sudah mengundang semua anggota BPD namun hanya 3 orang yang hadir dan 6 orang tidak hadir tanpa konfirmasi, sedang bapak kepala desa juga tidak hadir tanpa konfirmasi ke kami, padahal kami sudah mengundang secara resmi.

"Selama 4 tahun kami dari BPD Desa Larlar setiap ada musyawarah mengundang Bapak Kades tidak pernah hadir bahkan tidak pernah ada yang mewaikili, kami punya bukti arsip undangannya"Tuturnya.

Lanjut Fauzi, Karena sampai detik ini tidak ada respon dari pemdes, maka kita akan melayangkan surat audiensi ke kecamatan banyuates untuk di fasilitasi beraudiensi antara BPD, Tokoh Masyarakat dengan Pemdes desa larlar, Jika tidak di fasilitasi oleh pemerintah kecamatan maka kita akan mengadakan demo besar-besarnya."Pungkasnya.

Pantaun wartawan LpkTrankonmasi.com di tengah-tengah pembahasan yang sangat ulet, ada salah salah satu warga yang berteriak "Jika kepala desanya tidak transparasi lebih baik mundur dari jabatannya."

Duri kades Larlar saat dikonfirmasi melalui telpon seluler mengatakan ketidak hadirannya dalam pertemuan tersebut dikarenakan ada tamu penting dan juga ada pemasangan tower wifi yang menjadi program prioritas bapak.bupati."Singkatnya.


(naf)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »