KOTA MAGELANG : “DIDUGA SATU KELUARGA TERPAPAR VIRUS CORONA COVID-19”


MAGELANG - Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Magelang dr Sri Harso menyebutkan, satu keluarga di Kelurahan Magersari, Kota Magelang, dikonfirmasi positif terinfeksi virus corona atau Covid-19 dalamsiaran pers No. 481.5/29/rilis/4/133/2020.

Dikatakan Sri, mereka terdiri dari ayah, ibu dan dua anak. Kasus ini diawali dari ayah yang terlebih dahulu dikonfirmasi positif Covid-19 dan dirawat di RST dr Soedjono Magelang.

Kemudian tim Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang melakukan rapid test terhadap ibu dan dua anaknya. Hasil rapid test seluruhnya reaktif. Setelah pemeriksaan swab selanjutnya dua anak dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

Sementara ibu dari dua anak tersebut baru diketahui positif pada Minggu (26/4/2020).

"Satu keluarga empat orang positif (Covid-19) semua, mereka dirawat di RST dr Sudjono Magelang," ujar Sri Harso, dalam keterangan pers, Senin (27/4/2020) malam.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Magelang, Yis Romadon menambahkan, kasus itu merupakan transmisi lokal yang diduga bersumber dari suami.

"Belum diketahui transmisi darimana," ucap Yis.

Namun demikin, hingga kini, belum diketahui suami tersebut tertular dari mana. Tim medis masih melakukan tracing riwayat kontak maupun perjalanan pasien tersebut.

Yis menyampaikan, pasien positif Covid-19 di Kota Magelang bertambah menjadi 16 orang update data per Senin 27 April 2020 malam.  Dari jumlah itu, 3 orang meninggal dunia, 3 orang sembuh, 1 orang pulang dipantau dan dirawat 9 orang.

(Khus)



DUGAAN PUNGLI DI PELABUHAN KETAPANG DIDUGA DIRESTUI KETUA DPRD BANYUWANGI





Jakarta – Diduga Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara merestui adanya praktek pungli (pungutan liar) di Pelabuhan Ketapang. Kasus dugaan pungutan liar yang diduga melibatkan Ketua DPRD Banyuwangi telah banyak mengundang reaksi dari berbagai pihak. Wilson Lalengke S.Pd, M.Sc, MA, lulusan PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 menyatakan keprihatinannya atas kasus tersebut.

Lebih lanjut Wilson meminta agar kasus tersebut diusut hinggatuntas oleh pihak yang punya kewenangan. Menurutnya pungli adalah salah satu penyakit masyarakat dan birokrat yang disejajarkan dengan perilaku korupsi dan pemerasan. Untuk menangani dan membasmi praktek pungutan liar pemerintah telahmembentuk Saberpungli. Tindakan pungli jelas-jelas merugikan keuangan Negara yang berakibat menghambat pembangunan bangsa dan menimbulkanekonomi biaya tinggi.

“Pemerintah sejak beberapa tahun lalu telah membentuk Team Saberpungli (Sapu Bersih Pungutan Liar) dengan tujuan memberantas praktek pungli ini. Lah, di Banyuwangi praktek pungli malah direstui DPRD-nya? Aneh sekali itu. Team Saberpungli harus berani menyelidiki dan memeriksa Ketua DPRD Banyuwangi, dan bila benar yang bersangkutan memberi restu kepada pihak tertentu untuk melakukan pungli, maka yang bersangkutan harus diberikan sanksi tegas,” ujar Wilson yang juga merupakan Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI).

Sebagaimana diketahui, dalam beberapa hari terakhir santer diberitakan di berbagai media tentang maraknya dugaan praktek pungutan liar (pungli) terhadap pengemudi truk di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Para pengemudi truk merasa keberatan atas pembayaran tiket jeramba sebesar Rp. 4.000 (empat ribu rupiah) setiap kali masuk kapal untuk menyebrang ke Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Menurut para pengemudi truk, mereka sudah membeli tiket yang ada kode barcodenya di loket PT. ASDP sesuai tarif golongan kendaraan masing-masing, yang telah disediakan sesuai aturan dari pihak PT. ASDP.

"Tapi kok masih ada lagi pembayaran tiket tambahan yang harus dibayar oleh pihak pengemudi truk di saat truk mau masuk ke dalam kapal?" aku salah satu sopir truk mempertanyakan dan minta namanya dirahasiakan, Kamis, 26/03/2020.

Menurut sang sumber informasi ini, para pelaku pungli itu bahkan mengejar pengemudi truk hingga ke dalam kapal. Hal itu sering menimbulkan cekcok mulut antara pengemudi dengan pelaku pungli. Pengemudi bersihkeras beralasan bahwa mereka sudah membayar kewajibanya sebagai pengguna jasa pelayaran sesuai tiket resmi yang ditetapkan pengelola pelabuhan.

Informasi yang dihimpun pewarta media ini, ternyata yang melakukan pungutan liar  tersebut diduga adalah salah satu asosiasi yang bernama Serikat Pekerja Jasa Pelabuhan (SPJP) yang dipimpin oleh Jamhari selaku ketua. SPJP ini beranggotakan 48 orang. Informasi tersebut dikonfirmasi oleh I Made Cahyana Negara, selaku Dewan pembina SPJP, pada Senin malam (06/04/2020).

Menurut pengakuan Jamhari, ia mengatakan bahwa dirinya didampingi I Made Cahyana Negara, seorang anggota (Ketua – red) DPRD Banyuwangi, sebagai Dewan Pembina. “Saya didampingi Pak Made sebagai dewan pembina. Beliau selaku pembina di asosiasi yang saya pimpin yaitu salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Banyuwangi (DPRD)," kata Jamhari, 27 Maret 2020.

Termasuk dalam jajaran pengurus SPJP, kata Jamhari, antara lain Kepala Desa Ketapang dan para pekerja jasa pelabuhan. Pihak asosiasi setiap bulannya memberikan kontribusi ke Kepala Desa Ketapang sebesar Rp. 300.000 (tiga ratus ribu rupiah).

Pewarta media ini selanjutnya menghubungi Dewan Pembina asosiasi tersebut, I Made Cahyana Negara, melalui telepon, Jum’at, 17/04/20. Made menjelaskan bahwa memang benar tiket jeramba yang dikeluarkan asosiasi tersebut tidak ada surat perintah kerja dari pihak PT. ASDP sebagai legalitas resmi.

Dalam pengakuanya juga menyebutkan selaku Dewan Pembina di asosiasi, ia berharap bahhwa apabila pungutan liar tersebut ditiadakan/dihentikan pihaknya sangat setuju. "Saya setuju dihentikan pungli di Pelabuhan Ketapang, dengan catatan harus ada skema yang jelas dari pihak PT. ASDP dan dari Gabungan Pengusaha Pelayaran (GPP) untuk menggantikan penghasilan asosiasi tersebut, supaya pendapatannya legal,“ jelas I Made.

Dari keterangan dan pengakuan Ketua DPRD itu, menurut Wilson, sang Ketua Dewan ini mengetahui dan merestui adanya praktek pungli yang dilakukan anggota asosiasi yang dibinanya.

“Dari penuturan Pak Made itu, dapat disimpulkan bahwa dia mengetahui dan merestui adanya praktek pungli oleh asosiasi binaanya itu. Bahkan, kesannya dia membela praktek tersebut, walau ada bahasa ia setuju dihentikan, dengan catatan bla-bla-bla. Frasa ‘dengan catatan’ ini mengindikasikan bahwa jika tidak ada solusi lain bagi asosiasinya, maka pungli harus tetap boleh dilakukan,” pungkas lulusan pasca sarjana bidang studi Applied Ethics dari Utrecht University Belanda dan Linkoping University Swedia itu.

(Tuyono)

Artikel ini pernah tayang di  suaramedia.id dengan judul Terkait Pungli di Pelabuhan Ketapang, Alumni Lemhannas: Ketua DPRD Banyuwangi Harus Diperiksa





2 MEI 2020 SMAN 4 SEMARANG UMUMKAN KELULUSAN SISWA


Kepala SMAN 4 Semarang,Dra. Wiji Eny Ngudi Rahayu,M.Pd (tengah)

Semarang - Menindaklanjuti Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Nomor: 443.2/09004/2020 tanggal 13 April 2020 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Belajar Mengajar daring dan kelulusan peserta didik pada satuan pendidikan khususnya SMA di Jawa Tengah.


Untuk proses belajar mengajar secara mandiri di rumah masing-masing peserta didik diperpanjang sampai dengan 30 April 2020, namun dengan pertimbangan darurat pandemi covid-19 hingga saat ini belum mereda maka terkait dengan pencegahan serta upaya memutus mata rantai dan penyebarannya maka kegiatan belajar mandiri secara mandiri diperpanjang hingga 16 Mei 2020 yang selanjutnya akan dievaluasi. 


Menindaklanjuti pedoman Peraturan Sekjen Kemendikbud RI Nomor 5 Tahun 2020. Untuk itu melalui Surat Edaran Kepala SMA Negeri 4 Semarang  dengan  Nomor : 800/088/2020 menggelar Rapat Pleno Kelulusan (RPK) yang dilaksanakan pada hari Kamis 30 April 2020 yang diikuti bapak/ ibu guru SMAN 4 Semarang dengan sistem video conference atau zoom meeting serta sebagian bapak/ibu guru di aula sekolah dengan mengikuti protokoler yaitu penerapan social distancing dan physical distancing. Hal ini sesuai anjuran Kadisdikbud Provinsi Jawa Tengah melalui Surat Edaran.

Dra. Wij Eny Ngudi Rahayu M.Pd selaku Kepala SMA.Negeri 4 Semarang menyampaikan keterkaitan dengan situasi pandemik Covid-19 kegiatan tidakdiselenggarakandalam satu ruangan.

“Karena situasi pandemik Covid 2019 yang mengakibatkan kita tidak dalam satu ruangan bapak/ ibu guru, tetapi ada sebagian berada di aula sekolah dengan menerapkan physical distancing dan ada juga yang dirumah masing-masing dengan menggunakan video conference atau zoom meeting," ucapnya.

Menurutnya ujian telah dilaksanakan baik di sekolah maupun melalui online semuanya sudah berjalan dengan baik walaupun dalam situasi semacam ini kita tetap semangat untuk dapat melaksanakan tugas dengan baik.

" Kelulusan adalah hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh peserta didik kita setelah berproses selama tiga tahun karena ini adalah landasan dasar untuk meningkat ke jenjang yang lebih tinggi. Landasan yuridis untuk menentukan kelulusan adalah merujuk pada UU No 20 tahun 2009, PP No 19 tahun 2005 diubah menjadi PP No 32 tahun 2013 dan PP No 13 tahun 2015, Permendikbud No 23 tahun 2016 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), lalu Permendikbud No 23 tahun 2016 tentang Satuan.Penilaian Pendidikan, Permendikbud No 43 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ujian Sekolah  yang diselenggarakan satuan pendidikan," tutur Eny.

Menurutnya untuk penentuan kelulusan berdasarkan Surat Edaran Kemendikbud No 4 tahun 2020 menyebutkan bahwa bagi sekolah yang sudah menyelengarakan ujian sekolah maka penentuan kelulusan menggunakan ujian sekolah, dan bagi sekolah yang yang belum menyelenggarakan ujian sekolah, penentuan kelulusan menggunakan  nilai raport semester 1-5 boleh ditambah nilai semester 6.

" Peraturan Sekjen Kemendikbud No: 5 tahun 2020 muncul bahwa jika sekolah yang melaksanakan ujian sekolah sebelum covid 19 penentuan kelulusan menggunakan nilai ujian. Tetapi jika sekolah melaksanakan ujian sekolah pada masa covid 19,penentuan kelulusan seperti pada SE No. 4 tahun 2020, yang mengatur penulisan SKL mencantumkan nilai rata-rata  nilai ujian sekolah serta mengatur penulisan Ijazah yang berisi rata-rata nilai raport semester 1 - 5 dan boleh ditambah nilai semester 6," papar Eny.
Eny menambahkan terkait Surat Edaran dari Dinas Prov. Jateng No.443.2/09007 tanggal 24 April 2020 yang menetapkan bahwa kelulusan tanggal 2 Mei 2020 tanggal raport 2 Mei, tanggal mutasi 4 Mei 2020 yang mana sebelumnya menurut Kaldik Prov. Jateng tanggal raport 30 April 2020 lalu tanggal kelulusan 2 Mei 2020 dan tanggal mutasi 4 Mei 2020.


Untuk Surat Keterangan Lulus ( SKL) mencantumkan rata rata nilai raport swmester 1 - 5 dan sebagai tambahan nilai semester 6 dan ujian sekolah tertanggal raport 1 Mei 2020 yang menjadi perdebatan dalam diskusi Kepala Sekolah dalam.forum MKKS karena SKL tidak sama dengan Ijazah. Oleh karena itu tanggal raport dan tanggal mutasi memberikan masukan kepada Dinas Prov. Jateng melalui MKKS.  


Eny menyampaikan bahwa dinamika terus berjalan seiring kondisi yang ada saat ini terkait dengan pandemi covid 19 sehingga surat edaran berubah-ubah dan sesuai dengan SE Dinas Prov. Jateng tertanggal 27 April 2020 yang menyatakan,”Tanggal raport kembali ke tanggal 30 April 2020, pengumuman kelulusan tanggal 2 Mei 2020, mutasi tanggal 4 Mei 2020, untuk SKL mencantumkan rata-rata nilai Ujian Sekolah (US). Ini semua karena masukan dari kami sebagai Kepsek di MKKS sehingga sekarang penentuan menjadi jelas," papar Eny.
“Terkait penjelasan Persesjen No. 5 tahun 2020, SKL mencantumkan nilai rata-rata raport semester 1 - 5 ditambah nilai semester 6 dan nilai ujian sekolah sama dengan ijazah," pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama Wakasek Kurikulum, Sri Wahyuni,M.Pd membacakan Surat Keputusan Kepala SMA Negeri 4 Semarang Nomor: 800/086/2020  terkait kriteria kelulusan siswa sesuai dengan apa yang tertera dalam isi yang terkandung dalam SK tersebut. Dalam rapat Pleno kelulusan yang dihadiri sebagian bapak/ibu guru yang berada di ruang aula sekolah dengan mentaati Social distancing dan physical distancing bagi bapak/ ibu guru yang mengikuti Rapat Pleno Kelulusan melalui zoom meeting atau video conference di rumah masing-masing, alhamdulillah dari 394 siswa yang telah mengikuti ujian sekolah dan tahapan-tahapan lainnya sudah dilaluinya dengan baik. Oleh karenanya   untuk mengetahui hasil kelulusan siswa, nantinya para orang tua siswa dapat melihatnya melalui pengumumnan.online dari pihak sekolah besok pada tanggal 2 Mei 2020 pukul 17.00.    



# Taufiq. W.

WALIKOTA SOLO DAN DANDIM 0836 JEMPUT DAN PULANGKAN MASYRARAKAT USAI DI KARANTINA



Surakarta - Dandim 0735 Surakarta (Solo) Letkol Inf Wiyata S Aji, SE, MDS, Danramil 01/ Laweyan Kapten Cba Kurdi beserta Babinsa Kel. Kerten Sertu Sugiman dan Serda Bambang Bersinergis dengan Bhabinkamtibmas melaksankan Penjemputan dan Pemulangan Warga RT 03 RW 13 Kel. Kerten atas Nama Sudarmanto yang telah selesai melaksanakan masa karantina selama 14 hari di Gedung Graha Wisata Niaga Jl. Slamet Riyadi No. 275 Sriwedari Laweyan Surakarta. Rabu ( 29/4/2020).

Kegiatan Pemulangan ini dari Warga Kerten An. Nama Sudarmanto (33 Th), Tanggal lahir 22 Juli 1987, Alamat Jl. Pisang No 27 B RT 03/RW 13 Kel. Kerten Laweyan Surakarta.

Acara Pemulangan ini di serahkan secara langsung oleh Walikota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo kepada keluarganya dengan didampingi oleh Letkol inf Wiyata S Aji, SE. MDS (Dandim Solo), Camat, Danramil, Lurah dan  RT /RW.

Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Singkirno (Kepala BPBD Kota Surakarta), Kapten Cba Kurdi (Danramil 01/Lwy), Endang Sabar, SOS (Camat Laweyan), Edwin S.STP MM (Sekcam Laweyan) dan Anis W. SE (Lurah Kerten).


Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian dan apresiasi yang diberikan pimpinan daerah kepada masyarakat yang mengikuti dan mentaati aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai upaya pencegahan terhadap penyebaran wabah Virus Covid- 19 di wilayah Surakarta .


“Dan pengantaran langsung ini juga bertujuan agar mantan karantina bisa diterima dengan baik oleh warga sekitar dan tidak di kucilkan, “tegas Walikota        


#  Taufiq W

BABINSA, BHABINKAMTIBMAS DAN LURAH SERENGAN HIMBAU CEGAH COVID-19



Surakarta -Babinsa Kelurahan Serengan  Koramil 03 Serengan Kodim 0735/Surakarta Sertu E Lau We, Bhabinkamtibmas Aiptu PuJi Widodo dan Lurah Serengan Ir Ida Setya Ningsih memberikan himbauan  terkait Covid-19, Rabu (29/4/2020)



Tiga Pilar yaitu Pemerintah Kelurahan Serengan, TNI dan Polri berikan penerangan atau himbauan terkait pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19) kepada warga.

“Disamping itujuga dilakukan  lakukan kegiatan bagi-bagi masker ke warga mayarakat yang membutuhkan dengan cara membagikannya langsung kewarga agar penyebarannya tidak meluas dan berkembang,” ungkap Sertu E Lau We

Sertu E lau we juga mengajak warga masyarakat agar selalu  mencuci tangan, menggunakan masker dan mengatur jarak dalam setiap aktivitas sehari-hari.

“Saat berada di luar rumah, diimbau seluruh masyarakat agar selalu menggunakan masker. Diharapkan ke adik-adik pelajar dan mahasiswa yang diliburkan agar mengisi waktu belajar di rumah masing-masing,” katanya.

“Kepada seluruh warga, untuk dapat menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta rajin melaksanakan mencuci tangan,” himbaunya.


Dalam himbauan ini ibu Lurah Kel. Serengan Ir Ida Setya Ningsih  juga meminta agar masyarakat tidak perlu panik dengan adanya Virus Corona, karena di wilayah kota Surakarta  sudah di bentuk Tim Satgas Covid -19.

Babinsa Koramil 03 Serengan  bersama Bhabinkamtibmas Polsek Serengan dan Lurah Kel Serengan juga berkeliling turun ke masyarakat untuk memberikan himbauan agar mematuhi aturan pemerintah guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.


#  Taufiq W.

PEMDES LAR-LAR ANTISIPASI PENYEBARAN COVID-19 BAGI 7.000 MASKER GRATIS


Foto Kabiro Sampang : Penyerahan Masker Gratis Kepada Kepala Dusun oleh Kades Lar Lar Moh.Duri

Sampang - Awal Bulan Ramadhan Sampang Zona Hijau mulai dihantui Zona Merah Pandemi Covid 19 pasalnya diduga ada salah satu Satpam Pasar Positive Corona melalui rapid tes (Tes Cepat) di RSUD Mohammad Zyn Sampang tidak mau kecolongan oleh hal tersebut Pemerintah Desa (Pemdes) Lar Lar Kec.Banyuates Kab.Sampang Jawa Timur bagikan 7000 (Tujuh Ribu) masker gratis kepada warganya untuk mencegah penyebaran Covid 19


Rabu (29/04/2020)


Foto KabiroSampang : Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Lar Lar  Kompak Bagikan Masker Gratis

Turut serta dalam pembagian masker gratis tersebut yaitu Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan juga Bhayangkara Pembina keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) beserta Perangkat Desa Lar Lar dan juga Tokoh Masyrakat setempat.

Moh.Duri saat di wawancarai awak media Trankonmasi.com," Kami atas nama Pemerintah Desa (Pemdes) Lar Lar akan tetap mempertahankan Zona Hijau Kab.Sampang maka dari itu kami bagikan 700 (Tujuh Ribu) masker secara gratis dari Dana Desa (DD) pembagian masker gratis ini kami mulai dari tempat berkumpulnya masyarakat banyak yaitu Pasar dan juga Masjid ," Kata Duri.


FotoKabiro Sampang : Kades Lar Lar Moh.Duri Saat memberikan Masker Kepada pedagang Pasar

“Sedangkan di Pasar Desa Lar Lar kami bagikan sekitar 1000 (Seribu) masker gratis sisanya kami perintahkan Kepala Dusun (Kasun) untuk membagikan di Masjid dan Musholla setelah Sholat Taraweh dan juga kepada warga yang tidak kebagian masker agar senantiasa waspada dari ganas nya penyebaran Virus Corona Covid 19 ," tambahnya.

Sedangkan Serda Widodo dan Brigpol Dedy Rahman selaku Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Lar Lar Kec.Banyuates Kab.Sampang saat diwawancarai awak media Trankonmasi.com ," Kami akan terus membantu desa agar terhindar dari Virus Corona Covid 19 dan kami himbau khususnya kepada masyarakat Desa Lar Lar agar selalu bermasker jika keluar rumah dan budayakan hidup bersih dan tunda dulu perjalanan keluar kota jika tidak penting lebih baik diam dirumah saja ," tegas mereka berdua .


(Varies)

KAPTEN INF. NARNO JEMPUT DAN ANTAR WARGANYA USAI MASA KARANTINA



Surakarta - Danramil 02/ Banjarsari  Kodim 0735/Surakarta Kapten Inf Narno beserta Babinsa Kel. Nusukan Serka M. Nasirin dan Sertu Danang M. Bersinergis dengan Bhabinkamtibmas melaksanakan penjemputan dan pemulangan Warga RT 01/RW 16  Kel. Nusukan Banjarsari  yang telah selesai melaksanakan masa Karantina selama 14 hari di Gedung Graha wisata Niaga  Jln. Slamet Riyadi No. 275 Sriwedari Laweyan Surakarta, Rabu, (29/4/2020)


Kegiatan pemulangan warga Nusukan An. Agus Trinanda Tanggal lahir ( 30/ September 1972) Kp. Bonorejo RT 01/RW 16. Diserahkan secara langsung oleh Wali kota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo kepada keluarga  dengan didampingi oleh Camat, Danramil, Lurah serta RT/RW.


Kapten Narno mengungkapkan,” Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian dan apresiasi yang diberikan pmpinan daerah kepada masyarakat yang mengikuti dan mentaati  aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai upaya pencegahan terhadap penyebaran wabah virus Covid-19 di wilayah Surakarta.


Hadir dalam kegiatan tersebut Walikota Surakarta (FX Hadi Rudyatmo), Danramil Banjarsari (Kapten Inf Narno), Camat Banjarsari (Irianto SE,MM), Lurah Nusukan (Utik Sriwahyuni SP.MM), Carik, Ketua RT, RW. dan di bantu Linmas serta FKPM  

HENDI MULAI BERLAKUKAN PKM 27 APRIL - 24 MEI 2020


Semarang - Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) oleh Pemerintah Kota(Pemkot) Semarang mulai senin 27 April 2020 oleh Walikota Hendrar Prihadi,SE.MM mulai diberlakukan terkait pencegahan penyebaran Covid-19.

Penerapan sesuai dengan Perwali No 28 Tahun 2020,tentang Pedoman Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) dalam rangka percepatan penanganan corona virus desease 19 (covid-19) di Semarang yang diberlakukan  mulai 27 April - 24 Mei 2020 melalui siaran pers Minggu (26/4/2020).  Dalam upaya pencegahan serta memutus mata rantai Covid-19,dimana angka penyebaran Covid19- masih meningkat dan belum ada tanda-tanda penurunan sehingga Kota Semarang masuk kategori zona merah.

Hal inilah yang membuat Walikota menerapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).
Hendi, sapan akrab Walikota Semarang memaparkan bahwa mengapa dipilih PKM bukan PSBB, karena PKM masih memberi ruang bagi masyarakat untuk berkegiatan dengan kontrol yang ketat.

" Kami menampung aspirasi masyarakat agar sedulur Pedagang Kaki Lima (PKL) dan tempat usaha lainnya agak longgar dalam menjalankan usahanya tetapi tetap kita kontrol dengan ketat,”demikian disampaikan Hendi terkait diberlakukannya PKM untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.
 
Hendi dalam pemantauannya melibatkan unsur masyarakat, RT/RW, LPMK untuk Tim Patroli dari unsur TNI- Polri juga kita libatkan semua. Terkait pembatasan kegiatan diluar rumah diantaranya penghentian kegiatan di sekolah institusi pendidikan, pembatasan kegiatan di tempat kerja , tempat ibadah tempat umum serta pembatasan kegiatan pada moda transportasi terutama dalam pergerakan orang. Untuk pembatasan kegiatan di sekolah dialihkan dan diarahkan dengan pembelajaran dalam.jejaring ( daring ) melalui online dengan media yang paling efektif, sedangkan untuk bekerja yang terkait aktifitas dengan pekerjaan, setiap instansi untuk mengatur jam kerja pelayanan dan jumlah pekerja yang masuk diatur waktunya.

Lanjut Hendi terkait dengan pembatasan kegiatan keagamaan,”Kami.meminta masyarakat mengikuti fatwa/ himbauan tokoh agama setempat atau lembaga atau tokoh agama. Selama pemberlakuan PKM Pemkot Semarang akan menutup semua tempat hiburan,tempat wisata dan untuk pedagang kaki lima (PKL), sektor informal yang menggunakan fasilitas umum berupa ruang terbuka masih kami beri keleluasaan hanya jamnya kami tentukan dari pukul 14.00 - 20.00 WIB.”

Hendi menyampaikan untuk pembatasan sosial budaya menghentikan untuk sementara yang menimbulkan keramaian, kegiatan pernikahan dapat dilakukan di KUA atau kantor catatan sipil dengan jumlah tamu terbatas maksiml 10 orang. Lalu untuk kegiatan pemakaman bukan karena Covid-19 dapat dilakukan di rumah duka dan pada lokasi pemakaman dihadiri oleh 20 orang.
Sedangkan pada pembatasan moda transportasi umum dan barang diwajibkan untuk.membatasi jumlah orang paling banyak 50 persen dari kapasitas angkutan dengan jam operasional pukul 0.4.00 - 20.00 WIB dengan pengecualian taksi ataunojek. Dengan menerapkan protokol kesehatan terhadap petugas dan penumpang terkecuali pembatasan untuk.pemenuhan pokok dan kesehatan ,angkutan truk barang, angkutan bus jemputan karyawan industri manufactur dan assembling, layanan kebakaran, layanan hukum,l ayanan kebersihan dan layanan darurat serta operasi kereta api, bandar udara dan pelabuhan untuk pergerakan cargo bantuan evaluasi dan organisasi dan operasional terkait.

“Bagi pihak yang melanggar akan di berikan sanksi mulai dari teguran,lisan maupun tertu lis sampai pembubaran kegiatan/penutupan tempat kegiata.”pungkasnya..  


# Taufiq W.

DANRAMIL 05/PASAR KLIWON DAN BABINSA PULANGKAN WARGA USAI MASA KARANTINA




Surakarta- Komandan Koramil (Danramil) 05 Pasar Kliwon Kodim 0735 Surakarta Kapten Cpl Warji dan Babinsa Serda Marno ikut berperan serta  dalam kegiatan pemulangan  2 orang warga binaannya yang selesai melaksanakan  karantina selama 14 Hari di Gedung Graha Wisata Niaga Jln. Slamet Riyadi no 275 Sriwedari Laweyan Kota Surakarta,  Senin (27/4/2020 )



Adapun biodata warga yang dipulangkan adalah sebagai berikut  Wawan Tri Handoko
d/a Rt. 09 Rw. 02 Kelurahan Mojo Kecamatan Pasar Kliwon dan Krista Zulkifli d/a RT. 06 RW. 01 Kelurahan Mojo Kecamatan Pasar Kliwon.

Dalam kegiatan pemulangan ini dipimpin langsung oleh Walikota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo, Sesampainya di alamat kedua warga yang selesai menjalani karantina Walikota menyampaikan kepada masyarakat  bahwa warga yang sudah selesai menjalani karantin dinyatakan sehat dari Dinas Kesehatan Kota Surakarta sehingga yang bersangkutan  sudah bisa beraktifitas menyesuaikan dengan warga yang lain dan tidak boleh di kucilkan.


Walikota menambahkan,” Namun demikian seluruh warga masyarakat tetap harus memperhatikan dan melaksanakan Social Distancing serta Fisikal Distancing yaitu tetap harus jaga jarak, hindari kerumunan, tetap di rumah, Berjemur dengan sinar matahari di pagi Hari dan memakai masker serta jaga kebersihan.”

Hadir dalam kegiatan tersebut diantanya Ari Dwi Daryatmo S.STP. M.Si (Camat Pasar  Kliwon), Kepala BPBD Surakarta Singkirno, Kapten Cpl Warji (Danramil 05/Pasar Kliwon), Margono S.STP. M.Si (Lurah Mojo), Serda Marno (Babinsa Mojo).


  #  Taufiq .W

BABINSA KORAMIL 02 BANJARSARI BAGIKAN 500 NASI KOTAK KE WARGA



Surakarta- Sebagai upaya untuk membantu sesama ditengah pandemi Virus Corona (Covid-19) yang berdampak pada perekonomian semua kalangan khususnya masyarakat yang tidak mampu, Babinsa Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta bersama Bhabinkamtibmas Polresta Surakarta membagikan nasi Kotak kepada masyarakat di wilayah kecamatan Banjarsari, Senin (27/4/2020).


Kegiatan bagi-bagi nasi bungkus ini merupakan bentuk Bakti Sosial (Baksos) dan tindak lanjut Dapur Umum TNI - Polri Peduli Covid - 19 yang bermarkas di Makodim 0735/Surakarta. Para prajurit TNI dan dari Kepolisian berbaur bersama menyiapkan (memasak) menu sesuai jadwal yang sudah di tentukan tiap harinya dari pagi hari. Selanjutnya pada pukul 16.00 wib nasi kotak tersebut mulai dibagikan oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas ke masyarakat yang membutuhkan.

“Alhamdulillah setiap harinya kita bisa berbagi 500 Nasi Kotak lewat program  Dapur Umum TNI - Polri Peduli Covid -19 kepada masyarakat yang terdampak akibat wabah tersebut, Semoga bantuan ini bisa meringankan beban kita semua,” ungkap Peltu Sugito



Bintara Tata Urusan Dalam (Batuud) Koramil 02 Banjarsari Kodim 0735 Surakarta Peltu Sugito menambahkan bahwa Dampak menyebarnya pandemi virus corona (Covid-19) begitu dirasakan di seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga kelurahan Manahan, Gilingan dan Kelurahan, Mangkubumen Banjarsari Kota Surakarta.


( Kristyawan)

ADA APA BABINSA MANGKUBUMEN DATANGI PONPES AL- ISLAM GUMUK




Surakarta – Bulan Ramadhan 1441 H sudah memasuki 4 hari ini namun masih ada salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Islam Gumuk Mangkubumen Banjarsari Kota Surakarta masih melaksanakan Sholat Jum'at, Sholat Taraweh, Pengajian dan lain-lain yang tidak melaksanakan himbauan, maklumat pemerintah Kota Surakarta, (27/4/2020)


Maka Babinsa Kelurahan Mangkubumen Koramil 02/Banjarsari kodim 0735/Surakarta  Serma Sujianto  bersama Kanit Intel Polsek Banjarsari AKP Edi Purwanto dan Kasi Lingkungan Hidup Kelurahan  Mangkubumen melaksanakan komunikasi sosial (komsos)atau silaturahmi di Ponpes Al-Islam Gumuk yang beralamat di Rt 02 Rw 14 Mangkubumen Banjarsari Surakarta.

Kedatangan mereka dalam rangka menghimbau dan sosialisasi yang diberikan kepada pimpinan Ponpes Uztadz Mudzakir agar lingkungan ponpes tepatnya di masjid Al-Abror agar sementara waktu jangan mengadakan Sholat Jumat, Tarawih dan pengajian Umum karena ponpes tersebut masih  melaksanakan Sholat Taraweh, Sholat Jum'at dan pengajian umum setiap hari mulai Jam 05.30 - 08.00 wib

Sedangkan himbahuan ini menurut Serma Sujiyanto bertujuan sebagai usaha untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran  penularan wabah virus corona (Covid -19) di wilayah Surakarta, jangan sampai menyebar ke lingkungan Ponpes ini khususnya.


Ustadz yang hadir dalam silaturahmi atau komsos tersebut antara lain Ustadz Mudzakir, Ustadz Kholil, Ustadz Irfan dan Ustadz Jawar serta pengurus Ponpes lainnya.    


# Taufiq.W.

SERTU YUSUF JEMPUT WARGA BINAANNYA USAI DIKARANTINA 14 HARI



Surakarta - Babinsa Kelurahan Sumber  Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta Sertu Yusuf. Arimatia melaksanakan penjemputan dan pemulangan Warga Sumber atas nama Yusuf Ferry 19 Tahun, Agama Islam, ikut orang tua yang beralamat di RT.03 RW 14 Sumber Trangkilan Banjarsari Surakarta yang telah selesai menjalani karantina selama 14 Hari Di posko Covid-19 Gedung Graha Wisata Niaga Jl. Slamet Riyadi Sriwedari Laweyan Surakarta, (26/4/2020)


Dalam kegiatan penjemputan dan pemulangan dipimpin oleh Wali Kota Surakarta  oleh FX. Hadi Rudiyatmo sampai  ke rumah ODP dan menyerahkannya  kepada keluaraga. Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian pimpinan kepada masyarkat yang telah mematuhi anjuran yang telah ditetapkan .

Sertu Yusuf menyampaikan bahwa pada dasarnya kegiatan karantina suatu usaha pencegahan dan upaya memutuskan rantai  penyebaran wabah virus Covid -19.


Selama penjemputan dan pemulangan warga dari karantina berjalan dalam keadaan aman dan dari pihak  keluarga Yusuf menyambut dengan senang hati karena sudah menjalani karantina, pungkasnya. 


# Taufiq W.

IKUT TINJAU CHECK POINT EXIT TOL NGAWI, KASITER REM 081/DSJ : “ SIAP TANGANI PEMUDIK BANDEL”



Ngawi - Pemprov Jawa Timur bersama instansi terkait lainnya, saat ini terus berupaya dan bergerak cepat dalam upaya penangaanan wabah covid 19.

Salah satu permasalahan yang diantisipasi dan mendapatkan perhatian khusus dari Pemprov Jatim yaitu adanya ancaman pemudik yang memaksa untuk kembali ke kampung halamannya di Jatim.


Terkait hal tersebut, siang ini Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah, S.Sos., M.M. dan Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan meninjau Pos Check Point Exit Tol Ngawi yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah, Minggu (26/4/2020).

Dalam peninjauannya, Gubernur mengungkapkan, pendirian check point itu bertujuan guna menindaklanjuti himbauan pemerintah pusat tentang larangan untuk mudik guna mencegah semakin menyebarnya wabah Covid -19.


Sementara itu, Kasiter Rem 081/DSJ Letkol Inf Udjiono yang turut hadir dalam peninjauan itu mengakui, jika saat ini satuannya sangat fokus dalam upaya mempercepat penanganan Covid -19.

Terkait permasalahan pemudik yang memaksakan dirinya untuk kembali ke daerah asalnya. Kasiter menyampaikan jika hal itu nantinya diantisipasi dengan selalu berkoordinasi dan bersinergi dengan berbagai instansi terkait lainnya dan tentunya juga masyarakat.

Karena ia menilai, terkait pemudik ini tidak dapat ditangani sendiri-sendiri dan harus melibatkan banyak pihak, agar nantinya tidak menimbulkan permasalahan serius dalam semakin mewabahnya penyebaran Covid -19. 


#  Taufiq W.

RT 10/ RW 01 SRONDOL WETAN SEMARANG BAGIKAN PAKET SEMBAKO


Semarang - Bulan suci ramadhan menjadi bulan yang sangat berkah,bulan yang dinantikan umat muslim di seluruh dunia. Ditengah pandemi Covid-19 yang belum mereda,untuk mengantisipasi dampak covid-19 terhadap masyarakat yang mempengarpuhi kehidupan ekonomi,Rumah Tahfidz Uwais menggelar kegiatan dengan menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berupa paket Sembako di Kediaman Ketua RW 01 Sudarmono jalan Durian Raya no 33 Srondol Wetan Banyumanik Swmarang Sabtu ( 25/4/2020).


Sebelumnya dilakukan serah terima dari Tri Asmoro Wibowo selaku Ketua Rumah Tahfidz Uwais yang berada di wilayah RT 01  kepada Ketua  RW 01sejumlah 230 paket sembako.
 Usai penerimaan paket sembako oleh Ketua RW  01 langsung dibagikan ke 13 RT melalui ketua RT masing masing.


Sementara itu, Ketua RT 10 yang salah satunyamenerima bantuan paket sembako Kristyawan mengatakan bahwa
saya sangat bertetima kasih sekali Pak.Tri Asmoro Wibowo dari Rumah Tahfidz Uwais yang sudahemberikan bantuan donasi berupa paket sembako kepada warga RT 10/RW 01 dan kemarin hari sabtu 25/4/2020 sadah saya ambil san saya tampung di rumah saya di jalan durian utara II/29 srondol wetan banyimanik semarang. dan pada hari ini minggu ( 26/4/2020) saya bagikan sejumlah 39 paket sembako jatah yang di dapat sesuai data tiap RTnya kepada warga yang termapak covid19, itu prioritasnya," jelasnya.
  Menurutnya dari RW 01 sejumlah 230 paket sembako ysng sibagikan ke 13 RT, untuk RT 10 mendapat jatah 39 paket dan swmuanya kami salurkan.ke  39 KK hari ini.

 " Semoga bantuan dari Rumah Tahfidz Uwais dapat bermanfaat bagi warga kami yang menerima. Selain itu saya menyampaikan himbauan dari Bapak Gubernur Ganjar Pranowo agar swlalu menjaga kesehatan, jaga jarak,swlalu cuci tangan dengan sabun,kalau keluar rumah selalu pakai masker," papar krist.


 Saya tambahkan agar warga kalau tidak ada kepeeluan yang mendesak sebaiknya selalu dirumah saja dan himbauan jogo tonggo yang diterapkan mulai senin lusa warga yang mampu dapat saling peduli untuk berbagi, selalu waspada terhadap lingkungan,memberikan arahan jika ada tamu yang datang dari luar daerah baik teman ,saudara maupun kerabat agar secepatnya lapor RT/RW atau kelurahan serta Dinas kesehatan/ Puskesmas setempat sehingga bisa terpantau dan dilakukan cek berkala. Dalam pembagian sembako kepada warga  RT 10 dibantu pula oleh sekretaris RT 10, Mundo Gunawan dan Bendahara Ipan Priyanto. 


# Taufiq W

STAF KHUSUS JOKOWI MUNDUR Vs CORONA


Oleh : Pudjo Rahayu Risan


Andi Taufan Garuda Putra mundur dari jabatan Staf Khusus Presiden Joko Widodo. Pengumuman pengunduran diri Andi dari jajaran stafsus milenial diumumkan dalam sebuah surat terbuka yang ditandatanganinya pada Jumat (24/4/2020).

" Perkenankan saya untuk menyampaikan informasi pengunduran diri saya sebagai Staf Khusus Presiden Republik Indonesia yang telah saya ajukan melalui surat pada 17 April 2020 dan kemudian disetujui oleh Bapak Presiden," tulis Andi dalam surat itu.

Walau beda konteks permasalahan, mundurnya Adi Taufan kelahiran Jakarta, 24 Januari 1987 menyusul rekan Stafsus Adamas Belva Syah Devara kelahiran Jakarta, 30 Mei 1990, terlepas pro dan kontra atas kesalahan atau posisi mereka ada aroma Conflict of Interest  sejujurnya Indonesia rugi.  Dua anak muda cemerlang aset bangsa, baru lima bulan menjadi Stafsus Presiden akhirnya ‘layu sebelum tuntas berkiprah’ mendampingi Jokowi. Dalam hitungan hari, dua Stafsus Jokowi 'Resign'.

Mereka berdua sebelum menjadi Stafsus Presiden, sudah memiliki reputasi cemerlang dikaitkan dengan usianya. Adamas Belva Syah Devara (CEO Ruang Guru) dan Andi Taufan Garuda Putra (CEO Amartha). Sayang mereka tidak sepenuhnya siap, maklum karena usia perlu proses ketika memasuki wilayah birokrasi yang kental dengan politik kekuasaan. Suka atau tidak suka mereka harus change perilaku bahkan change behavior. Dalam topic bahasan pada tulisan ini khusus mengkritisi mundurnya Andi Taufan gara-gara sepucuk surat yang ditujukan kepada seluruh camat di wilayah Indonesia, perihal Kerjasama Sebagai Relawan Desa Lawan Covid-19.

Makna surat ke Camat

Terlepas dari pro dan kontra, surat Andi Taufan memancing polemik yang luar biasa ditengah-tengah suasana pandemic wabah corona. Reaksi publik sebagian besar bahkannyaris seluruhnya lebih mengarah kontra tidak sependapat dengan tindakan Stafsus milenial. Sebagai contoh, Ombudsman menilai surat Stafsus Jokowi ke Camat mal administrasi. Anggota  Ombudsman RI Alvin Lie mengkritik surat dari Staf Khusus Presiden Jokowi, kepada para camat untuk menerima serta mendukung relawan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) dalam pencegahan dan penanggulangan pandemi virus Covid-19. Sementara itu, Andi Taufan diketahui merupakan CEO PT Amartha.

Conflict of Interest

Meski belakangan Andi Taufan telah menyampaikan permohonan maaf dan mencabut surat tersebut, Alvin menilai, surat berkop Sekretariat Kabinet itu malaadministrasi. Bersurat dengan kop Sekretariat Kabinet memang ada aturan birokratisnya. Ini (mungkin) yang tidak dipahami sehingga menyalahi aturan dan melampaui wewenang. Apalagi ada Conflict of Interest, dimana Andi Taufan diketahui merupakan CEO PT Amartha. Seandainya sudah sepengetahuan Sekretais Kabinet, apakah Stafsus boleh yangtanda tangan.

Dari kalangan DPR RI juga menyuarakan keberatan atas tindakan Stafsus tersebut. Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS Aboe Bakar Alhabsyi menyebut Staf Khusus Presiden Jokowi, Andi Taufan, offside alias posisinya menyalahi aturan saat menyurati para Camat untuk mendukung program perusahaan pribadinya. 'Offside' dan Cikal 'Abuse of Power'. Aboe mengingatkan soal Pasal 18 Perpres 39 Tahun 2018 yang menegaskan tugas staf khusus presiden berada di luar tugas kementerian dan instansi pemerintah lainnya.Senada, Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menilai perbuatan Andi merupakan benih penyalahgunaan wewenang.

Tenaga AhliUtama Kantor StafPresidenDonny Gahral Adian, menegaskan bahwa pihak Istana memastikan telah menegur Staf Khusus Andi Taufan yang menyurati Camat terkait upaya perusahaannya, PT Amartha Mikro Fintek terlibat menanggulangi virus corona di desa-desa. Donny menilai tak perlu ada sanksi lanjutan bagi Taufan karena CEO PT Amartha itu telah menyampaikan permohonan maaf. Namun ia mengingatkan agar Taufan tak mengulang lagi kesalahannya.

Salahkah konten dan substansi surat

Walaupun lebih banyak yang protes keras atas surat Andi Taufan ke seluruh Camat, apakah konten bahkan substansi serta niatnya salah semua. Mari kita cermati pasti ada nilai positifnya.
Surat tertanggal 1 April 2020 nomor : 003/S-SKP-AGTP/IV ditujukan ke Camat se wilayah Indonesia, Perihal Kerjasama Sebagai Relawan Desa Melawan Covid-19, substansinya dalam rangka menanggulangi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah pedesaan Indonesia, kerjasama antar elemen masyarakat baik Pemerintah, Swasta maupun Masyarakat sangat diperlukan, terutama dalam hal edukasi dan penyaluran bantuan.

Terkait dengan Program Relawan Desa Lawan Covid-19 yang diinisiasi oleh Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, kami telah menerima komitmen dari PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) melalui surat tertanggal 30 Maret 2020, untuk dapat berpartisipasi dalam menjalankan program tersebut di area Jawa, Sulawesi dan Sumatra.

Substansi dari surat tersebut menawarkan kerjasama melawan Covid-19, untuk menanggulangi dan memutus mata rantai di wilayah pedesaan terutama dalam hal edukasi dan penyaluran bantuan. Dari sisi substansi tidak ada yang salah, mengingat wilayah pedesaan sumber daya manusia (SDM) sangat tebatas. Hanya saja menyebut dan menegaskan nama PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) yang menimbulkan dan potensi terjadi Conflict of Interest dimana Andi Taufan sebagai CEO di perusahaan tersebut.
CEO adalah posisi ekskutif tertinggi dalam suatu perusahaan CEO adalah singkatan yang memiliki kepanjangan Chief Executive Officer. Seringkali jabatan CEO dikaitkan dengan kekuatan, tanggung jawab, kehormatan, serta gaji yang sangat tinggi. Bagaimana mungkin publik tidak menaruh kecurigaan manakala seorang Staf Khusus Presiden dengan bersurat menggunakan kop Sekretariat Kabinet dan berlogo Garuda, bersurat ke semua Camat di Indonesia.

Sedangkan konten secara teknis dalam surat disebutkan, pertama Edukasi Covid-19. Petugas Lapangan Amartha akan berperan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat di desa, khususnya Mitra Amartha. Adapun materi edukasi meliputi : a. Tahapan gejala, cara
penularan, dan pencegahan Covid-19 sesuai protocol kesehatan dan standar WHO. b. Tata cara pencegahan penularan Covid-19, mulai dari pola hidup sehat dan bersih, hingga penerapan psychical dintancing.
Kedua, Pendataan Kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) Puskesmas. Petugas Lapangan Amartha akan berperan aktif dalam melakukan pendataan kebutuhan APD di Puskesmas atau layanan kesehatan di desa, dan memenuhi kebutuhan tersebut melalui jalur donasi.

Melihat konten secara teknis, pertama edukasi tentang Covid-19 dan kedua mendata kebutuhan APD baik untuk Puskesmas maupun layanan kesehatan di desa akan memenuhi melalui jalur donasi. Sama sekali tidak bicara dana.

Apakah masyarakat desa membutuhkan ?


Apakah tujuan dari Andi Taufan melalui Amartha dibutuhkan oleh masyarakat desa dikaitkan dengan pencegahan dan memutus mata rantai Covid-19 ?
Berdasar Permendesa PDTT No 6/2020 sebagai revisi Permendesa PDTT No 11/2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020 kiranya perlu ada pendamping mengingat prioritas penggunaan dana desa sepanjang pandemi Covid-19 untuk jarring pengaman sosial terdiri Bantuan Langsung Tunai, Padat Karya Tunai Desa (PKTD) dan Desa Tanggap Covid-19.
Apalagi dengan adanya Surat Edaran Mendesa PDTT No 11/2020 tentang Perubahan atas SE Mendesa PDTT No 8/2020 tentang Desa Tanggap Covid-19 dan Penegasan Padat Karya Tunai Desa, diantaranya perubahan APBDes karena harus menangani Covid-19.Disinilah perlunya tenaga-tenaga professional karena kemampuan SDM di desa, tanpa merendahkan kualitasnya tampaknya sulit mengerjakan sendiri setingkat desa. Melihat kondisi semacam ini sebenarnya langkah yang diambil Andi Taufan tidak selutuhnya negatif.

Persoalan ada pada mekanisme surat yang tidak pada tempatnya dan Amartha yang direkomendasikan dilibatkan sebagai pihak ketiga muncul Conclict of Interest. Padat Karya Tunai Desa pembangunan pisik sudahnya selesai, padahal masih ada tahapan selanjutnya yang tidak kalah penting, yaitu pasca Covid-19. Disinilah peran-peran seperti Amartha tetap dibutuhkan. Hanya jangan salah prosedur yang semestinya. 


(Drs. Pudjo Rahayu Risan, M.Si,
pengurus Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Semarang, pengajar tidak tetap STIE
Seamarang dan STIE BPD Jateng. HP 081 22 86 06 56)

AKSI KEMANUSIAAN FORKOMMAS JATENG BAGIKAN BPNT DAN MASKER


Semarang- Untuk mencegah dampak Covid19 yang penyebarannya semakin meluas sehingga berdampak pada kehidupan ekonomi di semua lapisan yang secara langsung berdampak pada kehidupan masyarakat. Hal ini mengetuk hati anggota Forum Komunikasi Organisasi Masyarakat (Forkommas) dan LSM Jawa Tengah untuk peduli berbagi bagi sesama. Untuk itu ormas dibawah komando Adi Siswanto Wisnu Nugraha bekerja sama.dengan BAZNAS dan KONI Kota Semarang menggelar  Bhakti Sosial diantaranya membagikan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dalam bentuk nasi bungkus, biskuit dan masker kepada masyarakat yang melintas di sekitar Taman Indonesia Kaya ( TIK ), Kota Semarang.                              Kamis, (23/4/2020).




Kegiatan yang dilakukan secara mandiri oleh Forkommas dengan donasi secara mandiri dan terkumpul dana sebanyak Rp 17 Juta tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid19.

"Kita hanya mampu memberikan makan siang gratis sebanyak 400 Bungkus, 3000 masker dan 1800 biskuit kepada masyarakat di sekitar Taman Indonesia Kaya hari ini ," papar Irwan Loekito, SH selaku Ketua Panitia kegiatan Bhakti Sosial Forkommas DPD Jateng di sela-sela Bhakti Sosial bagi-bagi nasi bungkus di depan sekitar jalan Menteri Supeno Semarang.




Sementara itu Ketua Forkommas Jateng Adhi Siswanto menilai bahwa kegiatan ini terlaksana dengan sukses. menurutnya ini merupakan kerja keras dan dukungan dari pengurus Forkommas dan dukungan para donatur dalam group FORKOMMAS yang memberikan sumbangan dengan iklhas. Salah satunya adalah Kyai Abdul Majid yang memberikan masker sebanyak 1000 dan support financial untuk operasional organisasi.

"Anggaran untuk kegiatan ini mas, kami mandiri patungan. Terkumpul dana dari para pengurus. Hanya sekitar Rp 17 Jutaan," ungkap Adhi Siswanto Wisnu Nugroho, selaku Ketua Forkommas Jateng di sela-sela Bhakti Sosial.

Usai kegiatan yang digelar di depan SMA 1 Semarang tersebut, dilanjutkan dengan pembagian sembako kepada pekerja seni yang terdampak pandemi Corona dan tergabung di Dewan Kesenian Semarang (Dekase) di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Jl. Sriwijaya, Semarang.

Pada kesempatan tersebut, kepada pekerja seni dibagikan pula paket sembako sebanyak 39 dos paket sembako

"Pembagian paket sembako di TBRS bagi masyarakat Pekerja Seni yg terdampak Corona, kami bekerjasama dengan BAZNAS Kota Semarang dan KONI Kota Semarang," jelas Irwan Loekito, Ketua Panitia kegiatan Bhakti Sosial Forkommas  DPD Jateng.

Sementara itu, untuk kepengurusan Forkommas DPD Jateng, memiliki kepengurusan  di 24 Kota/Kabupaten di Jawa Tengah.

"Untuk keanggotaan kita belum banyak. Hanya para pengurus di tingkat Kota dan Kabupaten yang kurang lebih 1000 orang jumlahnya," ungkap  Adhi.


Foto Wartawan LPKTrankonmasi.com : Penyerahan sembako Ketua Forkommas kepada salah satu perwakilan pekerja seni diTBRS


Oleh sebab itu diharapkan peran serta masyarakat dan organisasi masyarakat,  untuk melengkapi kepengurusan di Kota / Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang belum terisi.


 "Kami berharap, akhir tahun 2020 ini sudah lengkap pengurus di 35 Kota /Kabupaten di Jawa Tengah harap Adhi.


(Absa Smg)