AKIBAT HUJAN LEBAT PONDASI JALAN SAMPING RUMAH MAKAN MIROSO LONGSOR




Bawen (05/04/2020)- Minggu (5/4/2020) hujan lebat mengguyur wilayah Kecamatan Bawen yang membawa dampak ambrolnya tebing jalan sebelah Rumah Makan Miroso di Desa Tegalrejo, Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah. Diperkirakan ambrol hingga memakan separuh bahu jalan arah Semarang-Solo yakni tepatnya100 m setelah pintu keluar tol Bawen arah Salatiga.

Ambrolnya pondasi jalan tersebut diduga karena hujan lebat dan juga stuktur pondasi yang dibuat asal - asalan yang dibangun oleh Rumah Makan Miroso. "Beruntung saat itu tidak ada mobil yang melintas atau parkir di sekitar bahu jalan tersebut. Kalau ada mobil yang berhenti di sekitar tempat itu pasti terguling masuk jurang samping Rumah Makan Miroso," tutur salah satu warga Tegalrejo.

Endar Susilo, warga yang tinggal di RT 5 / RW 3 Bawen mengatakan, "Saya telah menyampaikan aduan ke Bupati dan dinas lain yang terkait, termasuk ke Satpol PP Kabupaten Semarang, tapi tidak ada tanggapan atau balasan dari jajaran Pemerintahan yang saya kirim surat Aduan. Hanya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Semarang yang memberikan tanggapan kepada Kami, menyampaikan Kalau Rumah Makan Miroso, tidak memiliki Ijin Rumah Makan dan ijin - ijin lainnya, karena belum pernah mengajukan permohonan perijinan di Dinas tersebut, " tegas Endar.

"Bangunan papun kalau tidak memiliki IMB pasti sangat beresiko terhadap keamanan warga, sekarang terbukti ada pondasi jalan yang ambrol atau longsor.  Pemerintah mendapat aduan dari masyarakat kok tidak ditanggapi apa harus menunggu ada korban jiwa dulu?," tegas Endar.

Dalam waktu dekat jika Dinas terkait tidak mengambil tindakan tegas, terhadap Pemilik Rumah Makan Miroso, Endar yang juga seorang Advokat berencana akan menggugat Dinas terkait di Pengadilan Negeri Kabupaten Semarang.

Sepert diketahui bahwa Rumah Makan Miroso berdiri di atas tanah milik Bina Marga yang dalam pembuatan ijinnya tidak sesuai dengan peruntukannya dan sangat membahayakan pengguna jalan karena mobil yang keluar masuk rumah makan tersebut. Keberadaan rumah makan tersebut sudah berdiri sekitar 3 tahun yang lalu, tapi Pemerintah tinggal diam dan tidak mengambil tindakan, sementara posisi rumah makan berlantai dua tersebut berada di pinggir jalan raya Semarang Solo yang bisa nyata terlihat oleh Pemerintah dan siapapun yang melihatnya.


(Ojin)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »