DIDUGA TIDAK TEPAT SASARAN DISTRIBUSI BPNT PEMKOT SEMARANG DI 177 KELURAHAN





Semarang -  Pendistribusian  Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berupa paket sembako yang dimulai dari tanggal 12 - 18 April 2020 di Kota Semarang belum lama ini diduga  tidak sesuai harapan warga. banyak terjadi ketidak sesuaian pada database dalam.pembagiannya ke tingkat RT.

Dalam Pembagian BPNT berupa paket Sembako terutama dipriorotaskan untuk warga yang terdampak covid 19 di Kota Semarang, diduga terjadi banyak kesemrawutan terkait data dari Pemkot Semarang Tidak hanya tidak tepat sasaran pembagiannya, namun diduga banyak data yang muncul tidak sesuai dengan nama warga setempat. Bahkan nama warga yang sudah meninggal pun masih terdata dan menerima pembagian paket sembako. Begitu juga dengan munculnya double nama dan alamat yang sama. Pensiunan menerima paket sembako.


Sementara yang harusnya berhak, malah tidak menerima. Hal itu terjadi tidak hanya di satu atau dua kelurahan, namun hampir merata di seluruh Kota Semarang. Artinya, pihak pemerintah kota Semarang ditengarai menggunakan database mengacu pada data tahun sebelumnya dalam membuat daftar nama  penerima bantuan paket sembako. Walaupun dalam juklak dan juknis pembagian sembako,  seperti yang beredar di masyarakat tertulis by name by address. Namun kenyataannya tidak sesuai dengan yang diharapkan masyarakat.

Satu contoh yang terjadi di Kecamatan Semarang Utara. Yang merupakan penerima BPNT di Kota Semarang terbanyak , yaitu sejumlah  13.741 paket sembako . Kelurahan Tanjung Mas meeupakan penerima bantuan terbanyak  yaitu 5.773 paket  untuk tingkat Kelurahan se Kota Semarang, dengan jumlah RW sebanyak 16.


Di beberapa RT dan RW di wilayah Kelurahan Tanjung Mas, yang berhasil ditemui awak media menyebut bahwa  pihaknya tidak tahu menahu terkait data warga penerima BPNT karena pihak RT dan RW hanya dapat pembagian dari data pihak kelurahan setempat.

“Kendala yang kami alami, data yang diajukan tidak sesuai dengan harapan. Sebab, kita sebagai perangkat RW tidak ada pengajuan data kok sudah muncul nama. Sedangkan nama – nama warga yang kita ajukan malah tidak ada. Pengajuan kita sebanyak 203, namun yang terealisasi hanya 84,” jelas Parman, Ketua RW 12 Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara saat di temui awak media LPKTrankonmasi.com di kediamanya.

Parman mengungkapkan bahwa untuk mengatasi kebingungannya, maka muncul inisiatif untuk dibagi dua dalam pembagiannya kepada warganya, karena jumlahnya yang tidak sesuai. Dan kejadian yang berbeda terjadi di RW 13 malah lebih besar realisasinya. Sebab, pihak RW hanya mengajukan 400, yang terealisasi malah 600 paket , sebab banyak nama ganda yang muncul. Sedang di tempat lain, jumlah warga hanya 40, namun yang terealisasi malah 90.


“Itu terjadi di kampung Kalibaru, Kelurahan Bandarharjo.Tapi RT berapa lupa mas. Mosok warganya 40 KK dapatnya malah 90 paket. Kalau di RT wilayah saya, pengajuan 40 terealisasi 22,” papar Sutrisno, Ketua RT 2  RW9 KelurahanTanjung Mas," pungkasnya.

Tidak beda yang terjadi di Kecamatan Candisari, Kota Semarang. Banyak perangkat RT maupun RW kurang paham dengan kondisi database nama penerima paket sembako. Sebab, proses pendataan warga masih berjalan, kok sudah muncul jumlah angka dan jadwal pendistribusiannya.
 Seperti kekhawatiran yang disampaikan beberapa pengurus RT / RW terkait munculnya Banyak warga yang mengajukan protes ke jajaran RT maupun RW.

“Ya kita protes mas. Ini kan nggak adil pembagiannya  Mosok yang sudah meninggal, yang pensiunan atau yang PKH masih muncul namanya. Ini datanya amburadul,” kata ibu – ibu salah satu warga Kelurahan Wonotingal  menyampaikan uneg-unegnya

Di Kelurahan Wonotingal sendiri, dari usulan yang diajukan oleh pihak kelurahan adalah sebanyak 469 dan usulan yang terealisasi 319. Sedangkan di Kelurahan Jomblang, dari 1000 pengajuan, dari jumlah warga dikisaran 20.000, usulan yang terealisasi hanya 90 dari total paket sembako  yang dibagikan sebanyak 1.280.

Sedangkan Kelurahan Tegalsari usulan yang terealisasi adalah sebanyak 735 KK dengan total yang didistribusikan adalah sebanyak 1.203
Sementara di Kelurahan Candi, dari informasi yang diterima, ada dugaan pengajuan data yang dimasukkan adalah data warga miskin tahun 2017 lalu. Dan yang terealisasi dari usulan yang diajukan adalah sebanyak 384, dengan jumlah RW sebanyak 11.

Adapun jadwal distribusi logistik.kebencanaan sosial dari pemkot Semarang yang terkait Covid-19 per kecamatan sebagai berikut: tanggal 12 April 2020, Kecamatan Genuk 4.459 paket, Gayamsari 4.186, 13 April 2020, Kecamatan Tembalang 5.526 paket, Kec. Candisari 5.944,  14 April 2020, Kec.Gajahmungkur 4.5.47 paket, Kec. Tugu 2.729 , Kec. Semarang selatan 6.205, 15 april 2020, Kec. Semarang tengah 4.990 paket , Kec. Mijen 3.630, Kec.Gunungpati 6.199    tanggal 16 April 2020, Kec.Semarang Timur 5.553 paket,  Kec. Semarang Barat 9.691  Kec. Pedurungan 7.015, tanggal 17 April 2020, Banyumanik 8.461 paket , Kec. Ngaliyan 10.181 serta Kec. Semarang Utara 13.741 paket sembako.

** M. Taufik

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »