Ormas Pekat-IB Soroti Kinerja PDAM & PERUMDA Yang Diduga Buruk



Jepara, Lpk Trankonmasi

DPD PEKAT-IB kembali bertemu dengan wakil ketua DPRD Kabupaten Jepara guna audensi ke 2 dengan Perusahaan Daerah (Perumda) terkait isu kinerja perusahaan plat merah. DPD PEKAT-IB diterima oleh wakil ketua DPRD dan Anggota Dewan Komisi A di Ruang serba guna DPRD Jepara. Jumat, ( 02/10/20 ).


Kegiatan audensi terkait kinerja perusahaan plat merah Perumda Jepara di lantai dua ruang serba guna gedung DPRD Jepara hadir Wakil Ketua DPRD Junarso dan Pratikno beserta Anggota Dewan dari Ketua Komisi A Saidatul Haznak. Saat di buka oleh PLT Ketua DPRD Jepara Junarso selaku PLT ketua DPRD Jepara mengatakan


"Peran serta lembaga swadaya masyarakat dan peran serta media menjadi Pilar ke empat Negara dalam memberikan informasi publik dan juga sebagai sosial kontrol". Beliau juga memberikan ucapan terima kasih bagi para yang sudah hadir mengikuti audensi yang kedua dalam rangka membahas tentang isu kinerja perusahaan Daerah (Perumda), terkait hal ini adalah para direktur PDAM Jepara dan direktur Perumda Jepara.

"Semoga jumat yang berkah ini dapat menghasilkan sesuatu hal yang bermanfaat bagi masyarakat".


Bahasan audensi dimulai oleh Ormas Pekat-IB menanyakan kepada ketiga direktur tentang pelayanan PDAM Jepara kepada para pelanggan, isu tentang kinerja pdam yang di duga telah terjadi kegagalan proyek hingga fit and propertest kedua direktur yang baru.

Menanggapi atas pertanyaan Ormas Pekat-IB Direktur PDAM Jepara Sapto budi pertama memperkenalkan diri hingga menjelaskan tentang biodata diri sebelum bekerja di PDAM dan menyampaikan visi dan misi PDAM Jepara kedepan nya.

"Kami bertiga bersepakat bahwa kedepan nya pelayanan PDAM Jepara akan semakin baik dalam hal pelayanan kepada pelanggan  dan memperbaiki kinerja yang sudah ada saat ini. Ujarnya.

Disinggung tentang pelayanan yang baik, Ormas Pekat-IB menanyakan kebutuhan air di SCJ wilayah kota, suplai air tiap hari 6 tangki tetapi di hidupkan 2 hari sekali sekitar 2-3 jam saja, sangat kurang sekali begitu kata warga. Warga sudah berulang ulang kali mengeluh kepada pengelola sampai mendatangi pihak PDAM untuk segera dipenuhi kebutuhan air itu, sampai sekarang tetap saja begitu begitu aja tidak ada perubahan.

Terkait hal tersebut dijawab oleh Direktur administrasi Prabowo mengatakan. "Memang pelayanan saat ini terkendala dengan jumlah debit air yang kurang memadai untuk kebutuhan para pelanggan di Jepara kota.

Kekurangan pasokan air di wilayah Kota, Prabowo mengatakan " memang kami belum bisa memenuhi pasokan air khususnya di wilayah tersebut, suplay air saat ini mengandalkan kelebihan suplay air daerah lain yang pada saat jam jam tertentu warga tidak menggunakan air, sehingga air ditampung untuk memenuhi pasokan di SCJ dan Rusunawa. Saat ini jujur kita kekurangan sumber air untuk suplay tersebut.

Saat ini sudah di lakukan pembuatan sumur baru semoga akhir tahun ini sudah bisa di manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air para pelanggan di Jepara saat ini." Terangnya.


Senada dengan kedua direktur lain nya. Dewi sebagai Direktur teknik menyampaikan beberapa hal yang kurang lebih sama. karena keterbatasan waktu maka audensi dengan para direktur PDAM Jepara diakhiri. sebelum berpamitan Junarso menyampaikan kepada para direktur. bahwa, minggu depan akan kembali di lanjutkan dengar pendapat antara komisi A dan PDAM Jepara untuk membahas lebih dalam lagi mengenai permasalahan yang terjadi saat ini dan meminta untuk menyiapkan data yang detil.

Masih di ruangan yang sama kegiatan audensi dilanjutkan kembali terkait dengan isu kinerja Perumda Jepara.

Priyo Hardiono selaku ketua ormas Pekat-ib menanyakan tentang kinerja bahkan pendapatan yang sudah di setorkan selama ini kepada Pemkab Kabupaten Jepara dan menanyakan tentang usaha pengelolaan limbah PLTU TJB Jepara yang selama ini dilakukan. Direktur Perumda Jepara Andi Andong yang sudah tiga tahun menjabat sebagai direktur menjelaskan berbagai permasalahan terkait dengan operasional bahkan pendapatan yang disetorkan kepada Pemkab selama ini.

Kemudian wakil ketua DPRD Pratikno menyoroti terkait banyaknya usaha yang di lakukan oleh Perusahaan plat merah ini.


"Banyaknya kegiatan usaha baru yang di kembangkan Perumda Jepara. ternyata ada yang sifatnya spekulatif tanpa melalui kajian yang matang. jangan hanya sekedar membuat usaha baru tetapi tidak melalui kajian yang matang akhirnya yang rugi adalah Pemerintah Daerah.

Perumda jangan hanya membuat usaha tetapi juga pikirkan kelangsungan pengusaha UMKM yang sudah ada. Perusahaan Daerah juga harus bisa menjaga keseimbangan  pelaku UMKM yang ada, Jangan sampai malah mematikan UMKM. ini harus menjadi catatan Buat Perumda".ungkap Pratikno

Terkait dengan Laporan tri wulan maupun tahunan yang sudah maupun kedepan akan dilaporkan oleh Perumda Jepara ke DPRD maupun Pemda. Priyo Pekat-IB mengatakan akan menyoroti hal tersebut.
dan menyatakan "Perlu diawasi!". Tegasnya.

Dalam penutupan audensi Junarso selaku pimpinan rapat mengatakan kurang nya waktu untuk membahas dan ternyata banyak sekali usaha baru Perumda, ada beberapa usaha yang kenapa sampai merugi, kenapa usaha dijalankan tidak melalui perencanaan yang matang dan masih dijalankan hingga akhirnya berhenti, bahkan pengelolaan Limbah PLTU yang sangat rumit. Ini tentu menjadi PR buat Dewan segera, kami akan meminta detail maupun hasil audit internal tersebut dan yang perlu catat kedepan akan di laksanakan dengar pendapat antara DPRD Jepara dan Perumda." Tambahnya.

(J-Team)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »