DPC IPJT Cilacap Gelar Workshop Jurnalistik di Fave Hotel

 

Heintje Mandagie ( baju hitam ) ketua DPP SPRI sekaligus Ketua Dewan Pers Indonesia selaku nara sumber

Cilacap,lpk Trankonmasi.com

Dewan Pimpinan Cabang Insan Pers Jawa Tengah (DPC IPJT) Kabupaten Cilacap bekerja sama dengan Diskominfo Kab. Cilacap menggelar  Workshop Jurnalistik dengan tagline The Media is Spreading Information In The Public " bertempat di Fave Hotel jalan Budi Utomo No.38 Kabupaten Cilacap, Senin (28/12/2020).

Kegiatan tersebut diikuti 60 peserta yang semuanya jurnalis yang tergabung dalam IPJT dari berbagai kabupaten/ kota di jateng dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Ketua DPC IPJT Kabupaten Cilacap ,Sangidun dalam sambutannya mengatakan Pelatihan Jurnalistik perlu dilakukan untuk meningkatkan hasil karya jurnalistik yang Provesional di Zaman serba cepat dan canggih.

"Alhamdulillah hari ini DPC IPJT Cilacap melaksanakan Seminar Workshop jurnalistik dengan sukses dan lancar, semoga kegiatan ini menambah wawasan kita dalam dunia jurnalistik," pungkasnya.

Sementara Ketua DPP Serikat Pers Republik Indonesia ( SPRI) sekaligus Ketua Dewan Pers Indonesia ( DPI) Heintje Mandagie selaku narasumber dalam Seminar Wirkshop Jurnalistik mengajak untuk.mencintai profesi wartawan karena merupakan profesi yang mulia, kita menginformasikan segala sesuatu yang terjadi dimasyarakat yang tidak diketahui orang banyak, kemudian kita yang menginformasikannya," ucapnya.


" Kitamempunyai akses ke semua lini maka kita harus bangga menjadi wartawan,jangan sebagai sampingan kita harus yakin bahwa profesi ini adalah profesi terhormat," imbaunya

Kita berada satu level dengan siapapun yang berada di republik ini, mewakili masyarakat kepentingan apapun yang disampaikan  kita kita.mewakili masyarakat banyak sehingga profesi ini sangat terhormat.

Sebagai kegiatan penyiapan penulisan, penyuntingan penyampaian kepada khalayak melalui saluran media tertentu, jurnalis mengangkat penulisan sampai.kepada penyebaran kepada masyarakat," paparnya.

Hence mengungkapkan," Kalau kita melakukan peliputan berita harus sesuai dengan fakta yang terjadi jangan kita tambahi atau kurangi harus obyektif dan berimbang.

Menurutnya berita harus aktual artinya yang baru saja terjadi ja ngan yangbsudah basi kita beritakan makan akan ketinghalan dengan media yang lain apalagi kita berada dimedia online.

Media online sekarang ditakuti 

oleh media media mainstream yanh bersifat cetak televisi sekalipun kecuali live. Tidak semua berita tv itu live, kalau berita online berada dimana saja," papar Heintje.

Untuk berita ekstra ordinary harus benar benar menjadi perhatian luar biasa, beritanya heboh menarik perhatian banyak orang. Sedangkan beeita langsung biasanya penulisnya ada leadnya sebagai penghantar untuk dibaca, laporannya singkat padat apa adanya," tegasnya.

Hentje menambahkan bahwa wartawan juga harus ikut membantu mengembangkan potensi-potensi yang ada di daerah masing-masing lewat berita, Contoh Adanya Wisata, kuliner, pertanian, dan lainya.

"Saya mendorong kepada temen-temen wartawan yang ada di daerah, selain kerja sama dengan Pemda atau instansi lainya, agar dapat sekreatif mungkin bisa kerjasama dengan pihak Pengiklan dari suatu produk.

 Coba iklan jangan di Media Online yang besar dan Televisi saja, ada iklan Masuknya ke media kita masing-masing, kita akan terbantu sekali dalam materi, Untuk itu tidak mudah Kita harus berusaha semaksimal mungkin terutama dalam tulisan harus benar-benar diperhatikan, para pihak pengiklan juga biasanya melihat dari Ratting di Alexa yang ada di Google, semua bisa kita capai asal kita tekun dan niat untuk berusaha".Ungkap Heince.

Dalam kesempatan tersebut Heince Mandagi mengatakan teruslah berusaha dan berdoa yang terbaik, semoga pertemuan hari ini bermanfaat bagi kita semua," pungkasnya.


   # Taufiq W

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »