Tudingan “Wartawan Bodrex” Media Online, Bisa Masuk Ranah Hukum

Wartawan Indoglobenews, Ahmad Syailendra (Jaket hitam)

 

Semarang,LPK Trankonmasi.com

Perihal pemberitaan yang beredar di salah satu media online, yang memuat pernyataan Ka. Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto,  terkait dugaan adanya "Wartawan Bodrex" yang secara tidak sengaja meliput tindakan petugas Satpol-PP saat melakukan razia di Jl. Soekarno Hatta Semarang Rabu Siang (2/12/2020). Kepala Perwakilan IndoGlobeNews.co.id Jawa Tengah angkat bicara.

Bahwa Kepala Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, Yahman akan melindungi wartawannya yang dalam pemberitaan salah satu media online tersebut dituding sebagai "Wartawan Bodrex". Padahal, wartawannya jelas selalu menulis berita, sesuai fakta di lapangan dan hasil wawancara narasumber yang ditemuinya.

"Terus kok menuduh wartawan  IndoGlobeNews.co.id itu "Wartawan Bodrex" itu maksudnya apa? Dasarnya dari mana? Jangan merasa, sebagai pejabat terus asal nuduh seperti itu. Profesi Wartawan itu ada dilindungi undang-undang lo. Bisa jadi delik aduan ini nantinya," tandas Yahman gemas. Kamis (3/12/2020)

Atas kejadian tersebut kedepan, lanjut Yahman, pihaknya akan melakukan upaya-upaya hukum, terhadap pihak-pihak terkait yang mencoba mencemarkan nama baik wartawan IndoGlobeNews.co.id., jika tidak ada klarifikasi positif,  terhadap pernyataan dalam pemberitaan, yang diunggah di beberapa media online tersebut. Karena dianggap sudah keterlaluan.

"Media kita jelas kok badan hukumnya. Kantor Perwakilannya juga ada di Semarang. Terverifikasi pula di Dewan Pers. Artinya bukan abal-abal, tapi memiliki badan hukum sesuai ketentuan yang ada," jelas Yahman.

Disampaikan pula oleh Yahman, IndoGlobeNews.co.id sudah komitmen untuk membantu bahkan mendorong pemberitaan positif sesuai fakta, khususnya di Jawa Tengah, baik instansi pemerintah maupun swasta secara berimbang dan faktual. 

“Jadi jika ada wartawan kami yang tidak profesional di lapangan, segera hubungi kami. Kita ada kantor jelas dan registrasi Dewan Pers ada,” kata Yahman.

Dihimbau pula kepada teman- teman media online lain, jika  melakukan pemberitaan juga harus jelas dan berimbang. 

“Jangan sampai kena masalah hukum. Wartawan harus aktual dalam pemberitaan. Berarti perlu belajar lagi jika sampai tidak berimbang dalam menjadikan berita," imbuh Yahman.

Oleh sebab itu, perlu adanya kolaborasi antara wartawan/media massa dengan pihak terkait yang diberitakan. Agar selalu bermitra dan tidak timbul gesekan.

"Karena kamipun, bukan media penyebar fitnah atau hoax. Atau mengunggah berita tanpa data faktual,” pungkasnya.

Sementara itu,  wartawan IndoGlobeNews.co.id, Ahmad Syailendra berharap, kepada semua pihak terkait pernyataan "Wartawan Bodrex" sudah diberitakan oleh beberapa media online tersebut untuk klarifikasi dan menghubungi pihak IndoGlobeNews yang pusat maupun perwakilan Jawa Tengah. Agar permasalahan tidak semakin meruncing.

“Saya hanya perlu, yang membuat pernyataan tentang "Wartawan Bodrex" tersebut mawas diri. Karena nama saya juga tercemar di khalayak, dengan pernyataannya yang dimuat dibeberapa media online tersebut," tandas Ahmad Syailendra


  # M.Taufiq-syldr.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »