Usut Tuntas "Para Aktor Mafia Tanah di Jatiasih dSeret Kemeja Hijau sampai Akar-akarnya"


 Sekkel. Jatiasih. Roni. Saat diwawancarai para awak media dikantornya kamis ( 10/12/2020 )


Kota Bekasi Lpk. Trankonmasi.com

 

Menyoal adanya dugaan konflik Pertanahan yang ada diRawa Semut Kelurahan Jatiasih - Kecamatan Jatiasih- Kota Bekasi. Sangat mengundang berbagai elemen masyarakat, Bahkan permasalahan tersebut diduga sudah sampai kerumah Wakil Rakyat, sehingga aspirasi masyarakat pun ditampung sebagai masukan adanya dugaan konflik Pertanahan tersebut, dan sepatutnya Badan Pertanahan Nasional Kota Bekasi harus turut andil dalam penyelesaian konflik Pertanahan,  dari timbul persoalan baru, maupun proses hukum perkaranya masih berjalan , serta adanya dugaan mengenai properti yang tidak memiliki izin, yang sangat mengundang perhatian para awak pencari berita.

Berdasarkan informasi dari masyarakat mengenai pembangunan perumahan di Kampung Bulak, Kelurahan Jatiasih, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi menuai polemik. Perumahan yang hendak dibangun tersebut di duga  berdiri di atas lahan yang belum ada izinnya.

 

Dari pantauan awak media sempat terjadi sedikit bersitegang antara organisasi masyarakat (Ormas) yang mendapat kuasa penjagaan lahan dari para pihak yang mengclaim lahan tersebut.

 

salah seorang warga yang tinggal di dekat lokasi sekaligus salah satu pemilik kavling lainnya, Jupri Saudi menceritakan kronologis saat dirinya pernah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Pihak yang mengclaim lahan miliknya saat itu.

 

"Waktu itu kan beli lahan dari Purwadi kemudian saya mau pagar lahan tersebut, lalu dihalangi sama Muhamad yang mengclaim lahan itu. saya dilaporkan kepolda metro,"cerita Jupri Saudi saat diwawancara beberapa awak media di lokasi kejadian.Rabu(09/12/2020).

 

Lanjut cerita. Jupri Saudi. Setelah dirinya diperiksa oleh Penyidik Polda Metro Jaya menurut keterangan dia ( Jupri Saudi.red)   Tim penyidik Polda langsung mengecek kelapangan.Setelah itu dalam waktu seminggu kata Jupri Saudi,  Penyidik  Polda Metro Jaya menelpon dirinya memberitahu bahwa ia (Jupri Saudi-red) tidak ada masalah dalam hak tanahnya,"pungkasnya.

 

"Kata Penyidik Polda Metro Jaya  bilang ke saya!  karena saya pembeli tanah itu. dan saya telah mendapat support dari Polda metro karena berkas tanah saya tidak ada masalah, bahkan data tanah  saya sudah diverifikasi pihak BPN," tutur Jupri Saudi.

 

Selanjutnya saat itu dirinya meminta pengawalan dari Kapolsek Jati asih, dan dia (Jupri Saudi-red) bersyukur karena  tidak ada masalah dalam hak Tanah miliknya.

 

"Sudah aman tanah saya, sekarang ini  malahan tetangga saya H.Dayat  yang  mempunyai lahan disebelah tanah saya.yang sedang ada sengketa dengan orang yang sama," Kata Jupri Saudi.


 

Menurut Jupri Saudi masalah yang terjadi saat ini sama yang dialami dirinya saat itu. Sepengetahuan dia (Jupri Saudi-red)  pak haji Dayat sudah lapor ke kelurahan tentang tanah milik Haji Dayat Tak bersengketa. makanya pak haji Dayat mau ngegusur dan ratakan tanah itu  dikarenakan alas haknya milik Haji Dayat, "Jelasnya dengan santai.

 

Dalam hal ini Jupri Saudi mengatakan bahwa sebenarnya dirinya sebatas tentangga dengan Haji Dayat. namun menurut Jupri Saudi,  karena kejadian ini kembali terjadi dengan orang yang sama yang  mengclaim tanah miliknya saat itu,"tuturnya dengan jelas.

 

Lebih lanjut. Jupri Saudi. Menegaskan, bahwa pihak penggugat adalah diduga oknum pengacara dari ahli waris diduga ada aktor intelektual dibalik kejadian ini semua.menurut Jupri Saudi cara orang tersebut (diduga aktor intelektual) menyuruh ahli waris agar mengakui kembali lahan mereka yang  tidak diurus,"Ketusnya.

 

  Jupri Saudi berkata, setelah aktor intelektual itu mendapat kuasa dari ahli waris selanjutnya diduga aktor intelektual mempunyai girik."dapat dikatakan  girik kebon kosong,"cetus nya.

 

lalu Jupri Saudi. Juga mengatakan, diduga aktor intelektual tersebut menjual ke perusahaan-perusahaan pengembang. contohnya kata. Jupri. Perusahaan yang sedang berjalan yaitu Perumahan.PT.Handes," Ungkapnya.

 

Maka dari itu.Jupri Saudi. Mengungkapkan, bahwa Perumahan PT.Handes diduga belum ada izin dari tingkat  RT sampai kecamatan Jati Asih, maka dari itu Walikota Bekasi tidak mengizinkan pembangunan Perumahan PT.Handes.

 

Jupri Saudi. Dengan tegas menyampaikan, bahwa dirinya mempunyai bukti Surat keputusan Walikota Bekasi di tahun 2019,"katanya.

 

"Tidak diizinkan bahwa tanah tersebut dibangun karena masih ada permasalahan, yang dimohon PT.handes agar menghentikan pemanfaatan lahan bila mana tidak diindahkan walikota Bekasi akan memproses," ucap, Jupri Saudi saat membacakan kutipan Surat Keputusan dari Walikota Bekasi,"jelasnya dengan lantang kepada para awak media.

 

Sekretaris Lurah Jati Asih.Roni.saat dikonfirmasi dikantornya.Mengatakan, bahwa permasalahan lahan tersebut memang belum ada izin nya.

 

"Betul, karena perizinan itu ada di PTSP ada di Dinas perizinan jadi pihak kelurahan tidak tau, lurah juga tidak tanda tangan kalau perizinan mah,"ulas, Roni saat di minta tanggapan di kantor kelurahan Jati asih.Kamis(10/12/2020).

 

Masih menurut, Roni. Pastinya pemerintahan Jati Asih mendukung pembangunan di  wilayahnya akan tetapi harus menempuh jalur yang benar atau sesuai prisedur," Tegasnya.

 

"Karena keterbatasan kewenangan saya bingung, kalau perizinan ada di Dinas perizinan,"pungkas,Roni.

 

Meskipun demikian.Roni. Menerangkan bahwa Pihak kelurahan JatiAsih sempat mengirim surat ke kecamatan Jati Asih dan Dinas terkait pembangunan perumahan PT.Handes,"jelas Roni kepada beberapa media

 

Tetapi perihal akan ada kunjungan dari dewan serta Sat Pol PP untuk Sidak di perumahan PT.Handes, dia ( Roni-red) tidak mengetahui karena tidak ada surat pemberitahuan ke kelurahan Jatiasih," tutupnya.

 

Saat awak media mendatangi perumahan PT.Handes, awak media  dilarang petugas sekuriti perumahan PT.Handes saat menanyakan kunjungan dewan dan Sat Pol PP dilokasi tersebut.

 

Harapan beberapa masyarakat meminta Walikota Bekasi dan Paranegak Hukum Harus turun tangan, agar persoalan tersebut harus di usut tuntas diduga aktor dan para oknum Mafia Tanah di Jatiasih yang terlibat dan segera seret Kemeja Hijau sampai akar-akarnya.

 

( RhagASN )


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »