Pangkostrad : “Leadership has it’s risks, You might lose your office You can lose your life”


 

Magelang, lpkrankonmasi.com

 

Bertempat di Gedung Moch. Lilly Rochli Akmil, Magelang, Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad)  Letnan Jenderal (Letjen) TNI Eko Margiyono, M.A., memberikan kuliah umum dan pembekalan kepada Taruna dan Taruni Akmil Tingkat II, III dan IV dengan mengambil tema “Karakter Pemimpin Danton dihadapkan pada Tuntutan Tugas Satuan Kostrad”. Senin (25/1/21).

 

Kegiatan berlangsung dengan tetap menerapkan Prokes. Dalam kata pengantarnya, Gubernur Akmil Mayjen TNI Totok Imam menyampaikan manfaat kuliah umum dan pembekalan bagi para Taruna/Taruni sebagai Calon Perwira TNI AD.

 


“Kuliah umum dan pembekalan hendaknya untuk dijadikan bekal, referensi dan pedoman dalam menghadapi berbagai permasalahan yang berhubungan dengan manajemen kepemimpinan lapangan sebagai seorang Perwira Muda TNI AD di satuan tempat bertugas nantinya,”kata   Gubernur Akmil Mayjen TNI Totok Imam

 

“Tujuan pendidikan Akmil adalah membentuk Taruna Akmil menjadi perwira TNI AD yang memiliki sikap dan perilaku sebagai Prajurit Sapta Marga dan Sumpah Prajurit dan berpengetahuan, keterampilan dasar golongan perwira serta berkualifikasi  Diploma IV (D-IV) di bidang Pertahanan dengan gelar Sarjana Terapan Pertahanan S.Tr. (Han) serta mempunyai kondisi jasmani yang samapta,” ungkap Pangkostrad.

 

“Perwira akan menjadi pemimpin, Pemimpin/Leadership has it’s risks, You might lose your office You can lose your life,” sambungnya.

 

Pangkostrad dalam kesempatan tersebut mengupas tentang 11 Azas Kepemimpinan TNI butir kedua yakni ““Ing Ngarso Sung Tulodo.”

 

“ Seorang Pemimpin di depan memberi contoh, setiap pemimpin harus memiliki pengetahuan dan keterampilan. Karakter pemimpin definisi tabiat sifat-sifat kejiwaan, akhlak, budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain serta watak ,”terangnya.

 

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor34 tahun 2004 tentang TNI pasal 7 ayat (1), tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan negara. Kemudian yang kedua tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan : operasi militer untuk perang dan operasi militer selain perang,”pungkasnya.


 

Kegiatan ini di awali dengan menyanyikan Indonesia Raya, sambutan Gubernur dan Pengarahan Pangkostrad kepada Taruna/Taruni Akmil dan akhiri dengan pemberian cindera mata dari Gubernur Akmil kepada Pangkostrad.

 

(Mgl Trankonmasi Tim)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »