Pojok Literasi Menginspirasi Mewujudkan Mimpi

 

    Oleh: Aunur Rofiq S.Ag


Di era millennial sekarang ini, rupanya ada hambatan mendasar dalam peningkatan kualitas Suber Daya Manusia, yakni minat baca pada anak-anak di Indonesia masih rendah.

Padahal generasi penerus bangsa perlu mempersiapkan diri untuk menyongsong era digital yang mana persaingan dalam berbagai hal terbilang ketat. 

Berdasarkan studi “ Most  Littered Nation in the World “ yang dilakukanoleh Central Connecticut State University pada tahun 2016, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke 60 dari 61 negara soal minat baca. 

Indonesia persis dibawah Thailad ( 59 ) dan di atas Bostwana ( 61 ). Selain itu, Programme for International Student Assessment ( PISA ) menyebut budaya literasi masyarakat Indonesia terburuk kedua dari 65 negara yang diteliti di dunia. 

Indonesia menempati urutan ke 64 dari 65 negara tersebut.

Pojok Literasi  di sekolah yang dilakukan rutin setiap hari bertujuan untuk menstimulasi peserta didik agar mampu menumbuh kembangkan  keterampilan berbahasa; menyimak, menulis, membaca dan berbicara. Sesuai dengan ketentuan pemerintah, kegiatan literasi  dilakukan selama 15 menit sebelum pembelajaran inti dimulai.

Sesuai dengan pengamatan  penulis, telah dilakukan beberapa bentuk kegiatan literasi kelas, baik yang berasal dari inspirasi  guru  maupun sebagai bentuk usulan dari peserta didik sendiri.

 Pada kegiatan literasi yang dilakukan ini, peserta didik  telah menyiapkan buku khusus untuk kegiatan literasi. Buku tersebut merupakan buku pribadi siswa. 

Setiap siswa memiliki catatan berbeda sesuai dengan kegiatan literasi dan sumber yang diperolehnya kemudian di tanda tangani oleh guru yang mengajar jam pertama.

Akan tetapi buku tersebut memuat bagian yang sama, yaitu bagian tentang hari, tanggal kegiatan dilakukan, judul buku atau judul kegiatan literasi, halaman (jika membaca buku), resume/rangkuman dan mengetahui guru serta orang tua di rumah. Buku ini sekaligus menjadi kontrol guru terhadap kemampuan pesrta didik dalam menulis. Setiap peserta didik memiliki tulisan yang berbeda walaupun berasal dari sumber yang sama. Kekayaan menulis pesrta didik juga menjadi bagian penilaian guru terhadap kreativitas siswa serta sebagai inspirasi untuk mewujudkan cita-citanya.

Menginspirasi   kegiatan literasi  yang telah dilakukan dan dikembangkan untuk mewujudkan impian antara lain sebagai berikut.

1. Membaca senyap – resume. Secara sadar siswa mengambil buku sesuai dengan keinginannya di pojok buku dalam kelas. Setiap anak dapat memilih topik atau judul buku yang berbeda. Mereka membaca senyap, atau memebaca dalam hati (diam) selama sekitar 10 menit. Dan merangkumnya dalam waktu 5 menit.

2. Siswa membaca dan siswa lain mendengarkan bersama – resume. Variasi dari kegiatan membaca adalah membaca bersama, artinya ada seorang siswa membaca dan disimak 

bersama oleh siswa lain. Topik dan bahan bacaan adalah sama.  Akan tetapi setiap siswa dapat menyimpulkan dengan kalimat berbeda.

3. Guru bercerita – resume. Guru juga berperan penting dalam kegiatan literasi kelas ini. Guru bercerita di muka kelas dengan nada nyaring. Kemudian siswa merangkumnya sesuai dengan topik dan isi cerita yang disampaikan oleh guru.

4. Siswa bercerita – resume. Untuk mengaktifkan siswa, siswa juga diminta bercerita di muka kelas, kemudian siswa lain diminta untuk meresumnya. Cerita ini bersifat faktual maupun fiksi dan dilakukan secara lisan tanpa teks.

5. Siswa menyimak video pembelajaran – resume. Guru menampilkan video pembelajaran melalui LCD Proyektor. Siswa menyimak video tersebut dan merangkumnya dengan bahasa siswa sendiri.

6. Siswa menyimak berita audio visual – resume. Berita aktual dan faktual secara on line atau rekaman yang diputar ulang juga menjadi sumber kegiatan literasi kelas ini. Siswa meresumnya terkait dengan konteks terjadinya peristiwa. Kapan, dimana, siapa, mengapa dan apa merupakan pertanyaan yang harus dijawab dalam rangkuman siswa atas berita yang terjadi.

7. Siswa menyimak berita radio – resume. Dalam bentuk audio, siswa diminta untuk mende

ngarkan berita di radio kemudian meresumnya. Sama halnya dengan berita audio-visual, juga memuat beberapa pertanyaan konteks peristiwa yang harus dijawab siswa melalui kegiatan merangkum.

8. Siswa meresume kegiatan hari liburnya. Pada saat liburan sekolah, siswa diminta untuk menuliskan sebuah pengalaman selama berlibur. Setiap siswa memiliki pengalaman berbeda dalam berlibur.

9. Siswa menulis prediksi cerita. Guru menampilkan gambar, siswa diminta menuliskan prediksi cerita dari gambar tersebut. Satu gambar diceritakan secara tertulis oleh siswa dan melanjutkan ceritanya sampai akhir.

10. Siswa menulis prediksi berita. Guru menampilkan contoh kasus dalam gambar, siswa diminta untuk menuliskan prediksi beritanya. Termasuk latar dan konteks peristiwanya.

11. Siswa menulis cerita pendek berdasarkan pengalaman. Cerpen tiga paragraf (pentigraf) menjadi menarik untuk siswa tulis berdasarkan pengalamannya. Tiga pragraf dapat memberikan kesan unik pada setiap tulisan siswa.

12. Siswa menciptakan puisi. Puisi juga menjadi bagian kegiatan literasi kelas. Biasanya puisi bebas.

13. Guru berpuisi dan siswa memprosakan. Guru membacakan puisi dan siswa memprosakan isi puisi tersebut sesuai dengan kemampuan siswa.

14. Siswa membaca puisi dan siswa menentukan pesan penyair. Siswa membacakan puisi dan siswa lain diminta untuk menentukan amanat dari puisi tersebut.

15. Siswa menyimak gambar - menuliskan dg cerita. Guru menampilkan gambar seri dan siswa menuliskannya dalam bentuk cerita.


Aunur Rofiq,S.Ag, Guru PAI dan Budi Pekerti SMA Negeri 4 Semarang.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »