Presiden Jokowi Pilih Cakapolri Realistis dan Logis

 



Solo,lpk Trankonmasi.com

Pekan lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi telah menetapkan Kabareskrim Komjen Polisi Listiyo Sigit Prabowo sebagai Calon tunggal Kapolri pengganti Jenderal Polisi Idham Azis. 

Pada hari Rabu (20/1), DPR RI menjadwalkan pelaksanaan fit and propertest atau uji kelayakan sebagai dasar untuk menerima atau menolak usulan calon Kapolri pilihan Presiden Jokowi tersebut.

Namun hingga kini, seperti yang dikemukakan Anggota Majelis Syuro DPP Partai Bulan Bintang, Awod SH, masih terjadi pro kontra atas pencalonlan tunggal tersebut. Banyak pihak mempertanyakan alasan mendasar apa yang membuat keputusan Presiden Jokowi tersebut, selain membuatnya tanpa tandingan juga masih muda sekali, hingga seakan ‘melangkahi’ para senior-seniornya, pro kontra ini baik dilahirkan secara formal maupun melalui cuitan–cuitan di dunia maya.

Awod sebagai aktifis pergerakan Islam di Solo yang juga kenal dekat Komjen Listyo Sigit Prabowo kala  masih menjadi Kapolresta Surakarta mengingatkan sepak terjang Listyo Sigit.

"Kala itu teringat, ketika ada penembakan tersangka teroris, beliau banyak membantu memberikan kemudahan kepada kami untuk mengidentifikasi jenazah oleh keluarga, termasuk juga membantu kami mereduksi semua gejolak yang biasanya terjadi, saat itu tidak ada penolakan terhadap jenazah, sehingga jenazah bisa dimakamkan dengan proses cepat, dan lancar padahal di berbagai tempat saat itu banyak terjadi penolakan hingga membuat suasana daerah tidak kondusif,'' jelasnya.

Berangkat dari peristiwa tersebut, lanjut Awod, Listyo Sigit konsisten menjalankan tugasnya dengan pola-pola serupa. Pendekatan persuasif seperti yang dijalankan itu sangat diperlukan agar Polri semakin memperbaiki citra sebagai pelayan, pengayom dan pelindung masyarakat. 

"Sebagai anggota Majelis Syura DPP Partai Bulan Bintang saya mengerti betul perjalanan karier beliau hingga sekarang sebagai Kabagreskrim. Sebab sejak perjalanan karirnya mulai dari Kapolresta, Kasubdit Bareskrim Polri, Direktur Reskrim, Ajudan Presiden, Kapolda hingga sekarang, Komjen Listyo Sigit “tegak lurus dan tanpa kompromi”, urainya.

Hal itu, kata Awod yang juga berprofesi sebagai pengacara, merupakan kharakter mantan Kapolresta Surakarta tersebut selain totalitas dalam menjalankan tugas tanpa mengenal waktu.

Pola–pola seperti itu, terang Awod, juga dijalankan Pak Jokowi saat menjabat Walikota Surakarta hingga sekarang menjadi Presiden Republik Indonesia. Sangat wajar apabila Presiden Jokowi memilih Komjen Listyo Sigit sebagai calon tunggal Kapolri, karena Kapolri akan membantu tugas Presiden yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Pilihan Presiden Jokowi tersebut realistis dan logis, maka pada hari Rabu (20/1), tidak ada alasan bagi DPR RI untuk tidak menyetujui usulan dari Pemerintah menempatkan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri pengganti Jenderal Pol Idham Azis. 


    #Taufiq /hms

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »