Tantangan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengajarkan Praktek PerawatanJenazah Pada Masa Pandemi Covid -19.

 

Oleh : Aunur Rofiq, S.Ag


Sebagaimana  kita ketahui bersama, bahwa saat ini dunia dihebohkan dengan  wabah Virus Corona atau yang biasa disebut Covid-19 termasuk negara Indonesia. Virus ini berasal dari Wuhan, China sejak Agustus 2019. 

Pandemi Covid-19  berdampak luas diberbagai sektor. Beberapa hal yang terdampak pasca pandemi ini antara lain di sektor ekonomi, pendidikan, sosial, industri, kesehatan, dan masih banyak lagi. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk memutus mata rantai  penyebaran virus Covid –19, salah satunya pemerintah telah menerapkan sistem PSBB (Pembatasan Sosial Skala Besar). 

Dengan diberlakukannya PSBB pemerintah menutup semua fasilitas termasuk sector  pendidikan baik itu sekolah maupun perkuliahan, dan belajar mengajar dilakukan secara online atau belajar dirumah (daring).

Kemudian bagaimana dengan perkembangan pendidikan di Indonesia jika belajar mengajar dilakukan secara online / pembelajaran jarak jauh? Maka peran  guru sangat  penting dalam hal ini. Agar tujuan pembelajaran bisa tercapai dengan baik, seorang guru dituntut untuk bisa  memberikan motivasi, inovasi dan kreativitas dalam merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran secara daring.

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam ( PAI ) harus bisa dibuat menarik dan menyenangkan bagi peserta didiknya. Diperlukan lebih banyak upaya dan waktu dalam mempersiapkan materi ajar bila  dibandingkan dengan cara konvensional. 

Kelas online juga sangat bergantung pada kesiapan siswa dalam mengikuti PJJ, serta peran orang tua dalam memotivasi pesrta didik, koneksi internet, dan kualitas audio dan video agar materi tersampaikan dengan baik. Tidak dipungkiri sulit bagi guru untuk dapat mengetahui kondisi riil  para peserta didiknya  dalam proses pembelajaan  jarak jauh ( PJJ), karena tidak adanya interaksi langsung, sehingga berpengaruh terhadap hasil pembelajaran yang telah dicapainya. 

Begitu juga dengan materi yang disampaikan kepada peserta didik yang berkaitan dengan praktek secara langsung termasuk materi perawatan jenazah. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru Pendidikn Agama Islam dan Budi Pekerti dalam menyampaikan materinya, terlebih lagi dalam hal mengajarkan praktek perawatan jenazah secara daring.

 Meskipun belajar secara daring menggunakan teknologi, seperti zoom, meeting, ataupun cloudX, microsof office 365,  kemampuan peserta didik dalam hal materi  perawatan jenazah bisa tetap berjalan dengan lancar meskipun hasil yang diharapkan belum sesuai dengan yang diinginkan.

Meskipun kondisi saat ini masih diliputi suasana pandemic covid 19, namun semangat juang untuk meraih prestasi tak pernah kendor dan jiwa-jiwa inspiratif selalu muncul ditengah kondisi seperti ini, hal ini sesuai dengan tujuan Pendidikan nasional terwujudknya generasi penerus yang ber-Iman dan bertaqwa serta berakhlak mulia, mempunyai ketrampilan, mandiri, cerdas, santun dan berintegritas.Semoga.


        Salam Inspiratif


Penulis : Aunur Rofiq, S.Ag

Guru PAI & Budi Pekerti SMA Negeri 4  Semarang.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »