Jadi Pertanyaan Publik Diduga Tidak Harmonis Antara Bupati dan DPRD Kabupaten Bekasi

" Khilaf dan Ke alfaaan Mengundang Para Dewan Dalam Peresmian Gedung Juang 45"



 Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi. M. Nuh


Kabupaten Bekasi,lpktrankonmasi.com

 

Acara Peresmian serta pembukaan museum digital Gedung Juang 45 beberapa hari lalu tanpa kehadiran DPRD kabupaten Bekasi. Sehingga menjadi perbincangan masyarakat dan Pertanyaan Publik tentang keharmonisan antara eksekutif dengan legislatif.

 

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, saat diTemui di Kediamannya oleh para Wartawan.Mengatakan. M.Nuh, menduga ada  kemungkinan besar Bupati khilaf karena tidak memberikan undangan secara resmi dalam acara peresmian pembukaan musium digital gedung juang 45 Kepada DPRD kabupaten Bekasi, " Katanya.

 

“Paginya saya ketemu Bupati dan saya bilang mau hadir ah, tapi jawab bupati hadir aja, tiru, M.Nuh saat waktu itu berbincang dengan bupati kabupaten Bekasi mengenai peresmian pembukaan museum digital Gedung Juang, Selasa ( 23/03/2021 ).

 

Menurutnya, kalau hadir tanpa undangan bagaiamana perasaan bila datang di acara pembukaan museum digital itu. sepengetahuan dia (M.Nuh-red) undangan acara tersebut di sekretariatan tidak ada, "Jelasnya.

 

M.Nuh.Juga Menegaskan, jika undangan acara ada  pasti ketua DPRD Kabupaten Bekasi menghadiri, adapun tidak dapat hadir akan didelegasikan kepada dirinya, curhat, M.Nuh.

 

“Apalagi saya wakil ketua DPRD Kabupaten Bekasi ada di wilayah Tambun Selatan,” tutur, M.Nuh.

 

Selanjutnya M.Nuh menyimpulkan bahwa kejadian seperti itu bukannya tidak harmonis akan tetapi ke alfaan birokrasi sampai dewan tidak mengetahui secara resmi ada kegiatan pembukaan musium digital di gedung juang 45.

 

Yang terpenting menurut M.Nuh museum digital itu dapat bermanfaat untuk memperkenalkan serta mengedukasi tentang budaya kabupaten Bekasi Kepada masyarakat," Pungkasnya.

 

Dalam Pantauan berbagai elemen masyarakat dan para awak media yang sedang melakukan peliputan saat acara peresmian, dan suara yang terdengar dari beberapa masyarakat Tambun, selalu bertanya-tanya akan keharmonisan eksekutif dan legislatif. dan hal ini pun sangat mengundang Pertanyaan Publik, harapan beberapa masyarakat Bekasi yang enggan disebut jati dirinya, mengungkapkan, agar kedepannya siapa yang Jadi Bupati , harus bisa membangun kebersamaan antara Wakil Rakyat selalu perwakilan masyarakat Bekasi ,harus mengikat kerjasama dalam melaksanakan tata kelola pemerintahan yang baik dan Harmonis sehingga bisa mewujudkan cita-cita pembangunan yang ada di wilayah Bekasi, sesuai dengan kebijakan dalam otonomi daerah," Harap beberapa masyarakat.

 

 ( Rhagil asn)


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »