Kasus Covid-19 Melonjak, Kepala Desa Tlagah Himbau Warga Patuhi Prokes

 Lpktrankonmasi.com, SAMPANG - Bebera pekan angka sebaran pasien positif Covid-19 di Pulau Madura semakin meningkat, termasuk di Kabupaten Sampang. Atas hal tersebut, Kepala Desa Tlagah,  Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Chotibul Umam menghimbau agar masyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan (Prokes) dalam pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Rabu (30/06/2021).


Kades Tlagah, Chotibul Umam, terus mengingatkan serta mengajak masyarakat Tlagah untuk tetap mematuhi himbauan pemerintah, serta menerapkan protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-19 yang kasusny terus meningkat atau bertambah.


"Penyebaran Covid-19 hanya dapat diatasi apabila kita mendisiplinkan diri kita sendiri dan membudayakan penerapan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan Covid-19," ucap Umam ke awak media ini melalui telepon via aplikasi WhatsApp.


Menurut Chotibul Umam, selaku Pemerintah Desa (Pemdes) Tlagah, terus mengingatkan kepada masyarakat agar lebih memperhatikan lagi hal-hal sehubungan dengan Pencegahan Covid-19," tuturnya.


"Mari jaga diri kita, keluarga dan orang-orang yang kita sayangi dengan menerapkan 5M, yakni mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, memakai masker ketika berada di luar rumah, menjaga, menghindari kerumunan atau keramaian dan membatasi mobilitas dan interaksi," ajaknya.


"Atas kesadaran kita semua, tentang pentingnya kesehatan. Maka mari kita bersama-sama lindungi diri kita, keluarga, saudara, serta lingkungan desa kita dengan selalu menerapkan 5M. Insya Allah, kita aman dan selamat jika kita sama-sama disiplin,"pungkasnya. (Naf)

Pasar Banyuates Sepi Akibat Penyekatan di Dua Titik Lokasi

 

Pasar Banyuates nampak sepi dikarenakan ada penyekatan di dua titik lokasi (Foto: Varies)


Lpktrankonmasi.com, SAMPANG - Pasar Polowijo Banyuates, Sampang tiba-tiba sepi mendadak, akibat adanya penyekatan di dua titik lokasi ialah di depan Balai Desa Banyuates dan juga Balai Desa Batioh, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Selasa (29/06/2021)


Berdasarkan pantauwan awak media penyekatan di dua titik lokasi tersebut. Melibatkan jajaran Forum Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) beserta nakes dan juga Brimob.


Akibat adanya penyekatan ini di dua titik lokasi yang ada di Kecamatan Banyuates, pangunjung pasar Banyuates sangat sepi. Dikarenakan masyarakat takut divaksin dan juga di Swab Test oleh tim gugus tugas COVID-19 Kecamatan Banyuates," kata Untung tukang becak yang sering nongkrong didepan pasar Banyuates.


Penghasilan becak saya juga berkurang akibat merebaknya COVID-19, saya hanya bisa berdoa semoga pandemi COVID-19 segera berakhir dan perekonomian di Pulau Madura pulih kembali seperti sedia kala," jelasnya.


Sedangkan Kapolsek Banyuates, AKP Dodi Pratama saat diwawancarai wartawan, penyekatan yang dilakukan di dua titik lokasi yang ada di Kecamatan Banyuates, untuk menekan penyebaran COVID-19. Kami lakukan Test Swab bagi kendaraan yang dari arah Bangkalan dan juga kami lakukan vaksinasi COVID-19," ujar Kapolsek Banyuates.


Ia juga menambahkan, bagi warga Kecamatan Banyuates jangan takut silahkan gak apa-apa belanja ke pasar. Namun, tetap patuhi protokol kesehatan. Kami ini melakukan penyekatan karena sayang banget sama masyarakat Banyuates agar terhindar dari virus COVID-19," imbuhnya.


Kapolsek Banyuates juga menghimbau, agar  masyarakat Banyuates melakukan vaksinasi supaya tidak terpapar virus COVID-19. Masyarakat Kecamatan Banyuates sekitar 62ribu penduduk jiwa, akan tetapi yang melakukan vaksinasi baru 3ribu orang," tandasnya. (Sen/Ries)

Rugi Puluhan Juta, Korban Penipuan Online di Sampang Lapor Polisi

Lpktrankonmasi.com, SAMPANG - Desas-desus penipuan kini tengah terjadi di Kabupaten Sampang. Kasus penipuan berkedok ulama Madura menimpa saudaranya Amiruddin warga Samoang yang bekerja sebagai TKI di Malaysia dan Sahruddin yang tinggal di Surabaya.



Pelaku menggunakan modus penipuan dengan cara meminta sejumlah uang melalui transfer Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Untuk melakukan modus tersebut, pelaku diduga mengaku sebagai ulama Madura. Namun, hingga saat ini belum diketahui siapa pelaku di balik penipuan tersebut.


Karena merasa ditipu, keluarga korban mendatangi pihak Aparat Penegak Hukum (APH) Kepolisian Resort (Polres) Sampang untuk melapor, Kamis (24/06/2021).


Menurut pelapor, pelaku penipuan mengatas namakan dirinya sebagai ulama dengan inisial (KHD), lantas pelaku meminta uang kepada korban (teuku faslun) yang bekerja menjadi TKI di Malaysia dengan jumlah uang 3.000.000 (tiga juta rupiah). 


"Korban ini adalah saudara saya tapi dia tinggal di Malaysia. Iya namanya orang Madura kalau dimintai tolong oleh ulama atau gurunya tanpa pikir panjang langsung saja dikirim," tutur pelapor. 


Tak cukup sampai disitu, lagi-lagi pelaku melakukan aksi kedua kalinya terhadap Sahrudin yang tinggal di Surabaya dengan jumlah yang cukup banyak yaitu sebesar 10.000.000 (sepuluh juta rupiah). Pelaku melakukan aksinya menggunakan nomer telepon yang sama meskipun nomer rekening yang berbeda dengan yang pertama.


Sadar dirinya ditipu, korban meminta saudaranya Amiruddin untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. Amiruddin lantas berkoordinasi dengan Polres Tanjung Perak Surabaya. 


"Dari Tanjung Perak saya diarahkan ke Polrestabes, dari Polrestabes Surabaya saya disuruh ke Polda Jawa Timur," cerita Amiruddin. 


Setelah di Polda Jawa Timur, dirinya mulai menemukan titik terang. Menurutnya, Diskrimsus Cyber mengarahkan dirinya untuk ke Polres Sampang. 


"Di Polda sudah menemukan titik pelaku, katanya pelaku berada di Sampang. Jadi saya dilimpahkan untuk buat laporan ke Polres Sampang," ucap Amiruddin. 


Kamis sore Amirudin bergegas mendatangi Polres Sampang. Namun jalan terjal sempat dialami oleh dirinya ketika menceritakan permasalahan tersebut dihadapan polisi. Saat memberikan keterangan kepada media MaduraPost Amirudin sempat dibuat geram oleh salah seorang petugas. 


"Kami sempat kecewa terhadap petugas, karena petugas tidak mau melanjutkan kasus tersebut karena nominal penipuannya sangat sedikit dan tidak dilakukan di Sampang," ucap Amir. 


Bahkan Amir rela mentransfer uang lagi kepada pelaku di wilayah Kabupaten Sampang demi melanjutkan kasusnya tersebut. 


"Kami hanya ingin mengetahui pelakunya dan seberapa tanggap kepolisian dalam menangani kasus seperti," imbuhnya. 


Bahkan dirinya meyakini banyak kasus seperti yang ia laporkan dialami oleh masyarakat, tapi menurutnya mereka takut untuk melapor. 


"Kami hanya ingin tau pelakunya, karena kalau dibiarkan kejahatan ini akan terus terjadi," tukasnya. 


Sementara itu Kasat Reskrim Polres Sampang, AKP Sudaryanto saat dikonfirmasi media ini pada Jum'at (25/06/2021) membenarkan laporan tersebut. Namun demikian pihaknya tidak menerima laporan aduan penipuan yang terjadi di Malaysia dan Surabaya karena bukan wilayahnya. 


"Titik pelaku adalah radius 100 meter. Kemarin sempat diajak muter dilokasi yang dituju. Tapi terakhir kemarin hpnya mati," kata Sudaryanto. 


Mengingat penipuan tersebut menggunakan via transfer Bank (Mandiri), Pihaknya masih menunggu surat perintah Kapolres untuk menindak lanjuti ke pihak Bank. 


"Kami masih nunggu surat dari Kapolres, untuk nama yang menerima tranfer sudah kami kantongi tinggal alamatnya nanti langsung ke Bank," pungkas Sudaryanto. (Naf/Sen)

Pencuri Mobil Pajero di Sampang Dibekuk Polisi di Tanjung Bumi

Pelaku pencurian berisinial ES pemuda asal Kecamatan Sokobanah, Sampang tak berdaya saat ditangkap Polisi (Foto: Istimewa

Lpktrankonmasi.com, SAMPANG - Pencurian mobil Pajero di Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang dilakukan oleh pemuda yang berasal dari Desa Sokobanah Daya yang berinisial ES (25). Namun, nasib apes menimpa pemuda tersebut dan berhasil ditangkap oleh anggota Polsek Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Kamis (24/06/2021).

 

Berdasarkan info yang dihimpun oleh media ini mobil Pajero yang bernopol M 547 MA milik Hasib warga Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah tepatnya disekitar Pantai Lonmalang, awalnya di parkir. Namun, secara tiba-tiba langsung dicuri dan dibawa kabur ke arah barat.

 

Sempat dicegat oleh jajaran anggota Polsek Banyuates namun pencuri yang mengendarai mobil Pajero M 547 MA berusaha menabrak Polisi dan akhirnya lolos, aksi kejar-kejaran sempat terjadi dan pada akhirnya mobil tersebut masuk ke salah gang tepatnya di Desa Paseseh, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan.

 

Aiptu Kurniawan Eko Purnomo, S.H. Kanit Reskrim Polsek Tanjung Bumi menjelaskan," Awalnya kami dimintai bantuan per telepon oleh Polsek Sokobanah, Sampang bahwa ada pencurian mobil Pajero bernopol M 547 MA. Maka dari itu kami langsung bergerak cepat dan alhamdulillah kami bersama anggota berhasil mengamankan pelaku pencurian mobil Pajero tersebut di Dusun Reng Perreng, Desa Paseseh, Kecamatan Tanjung Bumi," kata pria yang akrab disapa Pak Wawan.

 

Setelah itu kami serahkan ke Polsek Sokobanah pada jam 18.00 di jemput ke Polsek Tanjung Bumi, karena Tempat Kejadian Perkara (TKP) nya di Kecamatan Sokobanah," ungkapnya.

 

Sedangkan Kapolsek Sokobanah, AKP Engkos Sarkosi saat diwawancarai oleh media ini, Iya mas masih di introgasi dulu nanti kalau sudah selesai akan kami sampaikan motif yang sebenarnya," pungkasnya. (Ries/Sen)

 


Derby Sportwear Layani Pesanan Jersey Sepakbola Berkualitas

 

Jefri, Pemilik Derby Sportwear


Semarang, Lpk.Trankonmasi.com.

 

Dalam dunia olah raga permainan, jersey atau seragam merupakan identitas tim dalam suatu pertanding.

 

Khususnya di olah raga permainan sepak bola jersey sangat berpengaruh pada penampilan  setiap tim kesebelasan saat berlaga.

 

Jersey atau seragam adalah hal yang tak bisa dilepaskan dari sepakbola. Seiring berkembangnya zaman aturan jersey dan teknologi yang digunakannya pun mengalami perubahan baik di segi bahan, design maupun varian warna.

 

Hal tersebut ditangkap oleh salah seorang pelaku bisnis konveksi khusus produksi jersey atau seragam sepak bola industri rumahan yang tinggal di Bandungan  Kabupaten Semarang.

 

trankonmasi.com menyempatkan ngobrol santai diwarung makan dikawasan Banyumanik bersama Pemilik Derby Sportwear Jefri yang memiliki nama lengkap Rahmad Jefri Harjayanto, Rabu (23/6/2021).

 

Pria (25) lulusan SMK N 11 Semarang tahun 2014 jurusan Persiapan Grafika menceritakan awal mulanya terjun membuat jersey bola sebagai sambilan, sebelumnya  dirinya bekerja di apparel sepeda di Magelang.

 

" Saya tadinya iseng hanya sebagai sambilan kerja karena sebelumnya sudah bekerja terlebih dulu, namun karena dalam perjalannya semakin lama pesanan jersey makin meningkat lalu akhir tahun 2018  saya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan sebelumnya dan saya fokus menekuni usaha jersey sepakbola," ucapnya.

 

Omzet kami terus meningkat dan sempat booming pesanan hingga awal 2020. Di tengah Pandemi covid-19 ini omzet kami turun hingga 50 persen, alhamdulillah awal 2021 mulai naik lagi pesanan jersey bola mulai kembali stabil," ujar jefri.

 

Rata rata order jersey Derby Sportwear, lanjut jefri hampir 90 persen jersey sepak bola lainnya koas kaki, jaket, kaos sepeda. dirinya dalam melayani pesanan pembuatan jersey mengutamakan kualitas.

 

Jefri mengungkapkan dalam pembuatan jersey bahan yang digunakan adalah drifit dot micro (motif bintik)  dan drifit milano (motif zig zag).

 

Itu yang paling laris dan disukai pemesan dan sekarangpun tim tim sepak bola memakainya bahan jenis itu.

 

Kalau dalam pembuatan jersey kami kerjakan dengan teknik sublimasi printing. Untuk nomor dan nama punggung kita gunakan bahan cutting polyflex, karena untuk menjahit bahannya kita gunakan 4 mesin jahit yang berbeda fungsi dan kegunaannya," terangnya.

 

" Jadi untuk  menyambung bagian bagian tertentu memakai mesin jahit sendiri, pemasangan nomor punggung dan nama juga mesin tersendiri lagi, sehingga diakhir finishing menghasilkan jersey yang bagus.

 


Jefri menambahkan untuk memasang loggo beda lagi mesinnya. jenis loggo sendiri ada print cut loggo, flock.loggo sampai loggo 3D crest.

 

Terkait harga jersey, jefri mematok harga bervariasi  ada yang satu stel mulai dari 100 rb, 150rb, 170rb hingga 200rb.

 

Alhamdulillah Derby Sportwear menjadi meningkat tidak lepas dari pemesanan Komunitas Klub Sepakbola, maupun komunitas lain yang tergabung dalam giat sepakbola.

 

Jefri berharap bagi yang biasa langganan jersey pada dirinya bisa ketok tular atau melalui telpon saya di 085777772596 atau pas lewat bisa mampir di tempatnya, dilingkungan junggul Rt 4, Rw 4, Kec. Bandungan,Kab. Semarang," pungkasnya saat menutup obrolan dengan trankonmasi.com

 

    #Taufiq


Wahyu Poyu : Di Anniversary Ke-5 Kami Akan menggelar Game Piala Family FC Cup

 

Tim Family Foot Ball Club (FC) Kota Semarang.

Semarang, Trankonmasi.com

 

Dari sekian banyak olah raga permainan yang paling banyak di gemari masyarakat adalah sepak bola.

 

Selain menjadi ajang olah raga sepak bola juga menjadi ajang hiburan masyarakat. di Kota Semarang khususnya ratusan klub sepak bola tumbuh pesat  bak jamur dimusim penghujan.

 

Klub klub sepak bola dikota Semarang yang tergabung di Komunitas Klub Sepak Bola ( KKS ) Semarang jumlahnya lebih dari 120 klub yang bergabung.

 

Wahyu Poyu berdiri, Pelati Kepala, Family FC

Salah satu klub sepak bola yang tergabung dalam KKS Semarang adalah Family FC dibawah Pelatih Kepala  sekaligus pengasuh klub Wahyu Poyu( 39).

 

Trankonmasi.com mencoba mengenal lebih dekat bersama Family FC dan berhasil bincang bincang langsung dengan orang nomor satu di Family FC, Wahyu Poyu ( 39) dirumahnya jaten Woltermonginsidi,Pedurungan Tengah, Kota Semarang, selasa (22/6/2021).

 

Poyu sapaan akrab wahyu Poyu menjelaskan awal mula klub di bentuk oleh BRI dan

dirinya ikut didalamnya salam kegiatan sepak bola BRI dan latihan rutin di Stadion Citarum setiap sabtu pagi dan rabu sore.

 

Namun selanjutnya karena lama para anggotanya tidak lagi aktif dilatihan boleh dikatakan mati suri lalu kami lanjutkan dan menggunakan nama Family FC sejak 16 juli 2016," ucapnya.

 

Jadi Family FC sendiri lanjut Poyu, sekarang sudah berusia lima tahun, bulan juli lusa ultah kami dan kami peringati Anniversary Family FC dengan menggelar game dan perebutan piala Family FC dan ini sifatnya intern bagi anggota kami yang sampai sekarang ada sekitar 103 orang.

 

Poyu mengungkapkan Anniversary ke-5 Family FC yang mestinya pada juli 2021 tetapi kami adakan di bulan agustus 2021 sekaligus bersamaan HUT Kemerdekaan RI ke76.

 

Di Family FC hanya ada dua kelompok yaitu kelompok umur bebas dan U 35 - 40. Dirinya mengaku sering mengikuti

event sepak bola namun belum pernah juara karena pemain yang kami terjunkan asli pemain yang kami miliki

di klub, tidak pernah ambil pemain luar atau ngebon pemain dari luar.

 

Iya saya akui dalam event pertandingan kami belum pernah mendapat juara, maklum mas pemain yang kami tampilkan dari intern, biar semua kebagian bermain," papar poyu

 

"Kami pernah juara di kelompok U- 40 diantaranya di 2018 juara Gedawang Perka U-40 ,di tahun 2019 Runner Up. Insya Allah besok 11 juli 2021 kami masuk semi final di event karang asem antar klub untuk U-35.

 

Kegiatan Family FC selama

pandemi tetap latihan rutin jalan terus. Kami setahun terakhir ini kalau latihan menggunakan lapangan Daleman Mranggen setiap kamis sore," paparnya.

 

Poyu mengungkapkan setiap latihan dirinya menyewa lapangan Daleman mranggen setiap latihan dengan kontribusi 200 ribu.

 

" Alhamdulillah kami bisa memenuhinya karena biaya kita tanggung bersama anggota klub.  Setiap anggota iuran 10 ribu dan setiap latihan yang datang 40 anggota untuk sisanya kita masukan ke kas dan sekarang Family FC sudah punya rompi serta empat jersey, samapai.dengan sekarang kas Family FC  lumayan ada 2 juta.

 


Untuk bulan agustus 2021 mendatang Family FC akan melauching 2 jersey barunya warna pink dan kuning. Itu semua pyuur donatur dari intern, dari anggota yang bekerja di BRI yang satunya perorangan yang memiliki  ekonomi lebih ," terang Poyu.

 

Selama latihan rutin dirinya selaku pelatih kepala di klub  juga dibantu dua rekannya yaitu Novi dari SSB dan Modrik sapaan akrab Dian Kristanto.

 

Poyu mengatakan mendirikan sebuah klub sepak bola baru sih mudah tetapi untuk mempertahankan kelangsungan klub itu tidak mudah mas ," tegasnya saat mengakhiri bincang bincang dengan trankonmasi.com.

 

  # Taufiq


Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Vaksinasi Massal Pelaut hingga Pekerja Pelabuhan Tanjung Priok




 

JAKARTA, lpktrankonmasi.com

                                   

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meninjau vaksinasi massal di Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (23/6/2021).

 

Vaksinasi ini diikuti sebanyak 5.000 orang yang merupakan masyarakat maritim. "Vaksinator dari TNI-Polri dan dinkes dengan sasaran para pelaut, supir truk, tenaga kerja bongkar muat dan pekerja Pelabuhan," kata Sigit dalam keterangan tertulisnya.

 

Mantan Kabareskrim Polri ini menegaskan, program vaksinasi massal ini dilakukan guna menekan penyebaran COVID-19, disamping pelaksanaan PPKM Mikro. "Untuk memutus penyebaran COVID-19 dengan melaksanakan PPKM mikro dan vaksinasi massal," ungkapnya.

 

Selain meninjau program vaksinasi massal di Pelabuhan Tanjung Priok, dua pimpinan TNI-Polri ini meninjau PPKM Mikro di Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

 

Dalam kunjungan ini, Panglima TNI dan Kapolri berdialog dengan Kapolsek, Danramil, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan petugas kesehatan desa mengenai keselamatan warga baru balik mudik, serta penanganan warga yang terpapar COVID-19.

 

"Tracer untuk mengetahui kontak erat yang sedang dirawat di rumah sakit. Apabila ditemuan reaktif COVID-19 di PCR dulu. Peta zonasi per RW sudah disiapkan sebagai pemantauan daripada warga," tandas Kapolri.


(Trankonmasi Tim)

Perempuan Punya Peran Penting Seperti Lelaki


 Nabila Maulina Pratamastiwi, perempuan yang pernah mewakili Cebbing Kabupaten Sampang tahun 2015 (Foto: Istimewa)


lpktrankonmasi.com, SAMPANG - Dunia adalah milik bersama, dunia adalah suatu lapangan kebebasan untuk mahluk ciptaan Tuhan, khususnya untuk seoarang manusia yang berakal dan berfikir atas nama ruh manusia yang di ciptakan secara berbeda. Tapi manusia mempunyai dua jenis yang berbeda, yaitu: Perempuan dan Lelaki. Di mana dua manusia itu saling berfikir dan saling bertanya atas hak-hak yang di milikinya atas kodrat sebagai perempuan dan juga lelaki, Rabu (23/06/2021). 

 

Dalam lingkup sosial dan pandangan sosial itu banyak kontradiksi yang terjadi terhadap perempuan dan lelaki, untuk mencapai hak-hak masing-masing. Mereka memberikan kisah yang berbeda hingga memberikan gambaran sosial yang berbeda juga, dari suatu pandangan itu sendiri perempuan dan lelaki saling kontradiksi dan yang paling penting dari kontradiksi itu. Yaitu, adalah melengkapi satu sama lain.


Akan tetapi yang saya lihat terhadap ligkup sosial yang terjadi terhadap perempuan itu sangat tidak adil. Di mana banyak perempuan di mata sosial itu sering di garis bawahi tidak akan bisa mencapai keadilan sosial yang terjadi seperti lelaki yang ada. Karena perempuan di mata sosial itu nomer dua, beda dengan lelaki yang katanya selalu ada di atas dan di atas namakan selalu nomer satu.

 

Tapi kita sebagai lelaki harus mampu melihat garis pendidikan pertama dalam pendidikan kita, yaitu didikasih perempuan yang majadi motifasi guru terbesar oleh kaum lelaki, di mana seoarang perempaun yaitu ibu selalu mendidik anaknya untuk tau dan tau apa yang harus dia ketahui dalam dunia pendidikan.

 

Apakah tetap dalam pandangan di era modern ini perempuan di anggap tak sama dengan lalaki di mata sosial hingga di mata negara?. Apakah seperti itu perempuan di mata sosial yang harus di kesampingkan?. Tapi di mata sosial tetap saja perempuan itu nomer dua dan tidak akan bisa mencapai tingkat seperti lelaki di era modern ini. Bagi saya pemikiran yang mengesampingkan perempuan adalah pemikiran sosial yang tidak tau  nilai pendidikan pertama itu siapa.


Contohnya seorang perempuan yaitu ibu, dia selalu menegajari anaknya untuk terus menjadi anak yang pintar dan peduli akan sesama manusia, tanpa melihat atas nama perempuan dan lalaki, dari situ kita lihat seoarang perempuan mempunyai nilai pendidikan sosial yang tinggi terhadap kaum lelaki dan perempuan. Bahkan Bung Karno mengatakan perempuan adallah suatu Bungan bangsa, di mana Bungan itu adalah bunga pendidikan pertama oleh sang generasi bangsa yang akan datang. (Penulis : Rossi)

Satu Nakes di Sampang Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Tenaga kesehatan Kabupaten Sampang saat hendak melakukan rapid test (Foto: Istimewa)


Lpktrankonmasi.com, SAMPANG - Innalillahi, satu nakes meninggal dunia akibat terpapar virus COVID-19 tepatnya di Kabupaten Sampang, Madura, Rabu (23/06/2021)

 

Satu nakes yang meninggal dunia, adalah perawat yang berjenis kelamin laki-laki, bertugas di Puskesmas Bringkoning, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.

 

Hal tersebut dibenarkan oleh Plt Kepala Dinkes Sampang, Agus Mulyadi," Innalillahiwainna ilaihirojiun kami turut berduka cita atas meninggalnya satu nakes di Sampang, beliau sempat dirawat selama beberapa hari di RSUD Mohammad Zyn Sampang karena terpapar COVID-19," kata Agus.

 

Sehingga hal ini menjadi kewaspadaan masyarakat Sampang, untuk terus mematuhi protokol kesehatan agar tidak ada lagi korban jiwa," ucapnya.

 

Dia juga menambahkan, pihaknya akan melakukan segala upaya untuk melindungi kerja petugas medis di semua fasilitas kesehatan, dengan tetap memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal terhadap masyarakat.

 

Agus juga mengajak masyarakat untuk ber hati-hati  dan membantu beban tenaga kerja kesehatan dengan mematuhi protokol kesehatan pencegahan wabah Covid-19 agar tidak terjadi lonjakan kasus penularan virus tersebut. Tentunya tetap menjaga imun dan juga iman," pungkasnya. (Ries/Sen

 

Penemuan Mayat Laki-Laki Tanpa Identitas Tersangkut Pohon Tumbang


 

MAGELANG, lpktrankonmasi.com

Penemuan mayat tanpa identitas oleh seorang warga Aan Dwi Cahyono(43),warga Desa Karangtalun Ngluwar Kab. Magelang di pinggir sungai Progo Magelang, Senin sore (22/6/2021). Tepatnya di aliran sungai Progo Dsn. Joho Desa Karangtalun Kecamatan Ngluwar Kabupaten Magelang.

 

Seperti yang diungkapkan Alfan kronologis penemuan mayat, pada hari Selasa, 22 Juni 2021 sekira Pkl 14.15 WIB, saksi Aan Dwi Cahyono(43),warga Desa Karangtalun Ngluwar Kab. Magelang saat berada di lokasi kejadian melihat ada mayat tersangkut ranting pohon yang tumbang di pinggir sungai Progo, Selanjutnya saksi Aan Dwi Cahyono memberitahukan kejadian ke Polsek Ngluwar.

 


Mendapat laporan dari warga tersebut Polsek Ngluwar langsung menghubungi Inafis Satreskrim Polres Magelang.

 

Tiba di lokasi kejadian Tim Inafis Satreskrim Polres Magelang bersama-sama dengan BPBD Kab. Magelang, Polsek Ngluwr, Koramil dan Damkar serta warga sekitar mengevakuasi mayat ke ambulan untuk segera dibawa ke RSUD Muntilan guna dilakukan tindakan indetifikasi oleh Unit Inafis Satreskrim Polres Magelang bersama dengan tim Medis Rumah Sakit.

.

Kapolres Magelang melalui Kasatreskrim Polres Magelang Akp Muhammad Alfan menyebutkan mayat yang telah dievakuasi Jenis Kelamin Laki-Laki, Usia diduga sudah dewasa, Tinggi 160 cm, Badan Gemuk, Kondisi Telanjang.

 

"Adapun ciri-ciri khusus mayat gigi depan atas tengah ompong dan berjenggot, wajah sudah tidak dapat dikenali, Ujar Alfan.

 


Dikatakan oleh Alfan bahwa hasil Identifikasi yang dilakukan oleh Tim Inafis Satreskrim Polres Magelang belum berhasil mengungkap Identitas mayat.

"Identifikasi melalui Sidik Jari belum terungkap, akan kita coba lagi", ujar Alfan.

 

Ia menambahkan bahwa mayat akan dilakukan outopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda  DIY di Sleman-  Yogyakarta, "autopsi rencana akan dilaksanakan hari ini", jelasnya.

 

(Mgl Trankonmasi Tim)

Ganjar Turun Tangan Tertibkan Antrean Warga Bergerombol si Sentra Vaksin di Gedung UTC


 

Semarang,lpk.Trankonmasi.com

 

Kesadaran masyarakat untuk tidak berkerumun dan disiplin protokol kesehatan masih menjadi tantangan di tengah pandemi Covid-19. Bahkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo harus turun tangan untuk menertibkan warga yang berkerumun itu, salah satunya di areal gedung UTC Semarang yang juga digunakan sebagai sentra vaksinasi di Kota Semarang, Selasa (22/6/2021).

 

Ganjar yang saat itu sedang gowes keliling Kota Semarang mendadak berhenti ketika melihat ada keramaian di gedung UTC. Begitu memasuki area parkir, Ganjar terkejut ketika melihat kerumunan warga yang sedang antre untuk mendapatkan vaksin. Setelah memarkir sepeda, Ganjar langsung berseru melalui pengeras suara yang terpasang di sepeda untuk meminta warga menjaga jarak saat antre menunggu giliran.

 

“Ayo antre yang bagus, jaga jaraknya minimal dua meter, jangan bergerombol seperti itu,” kata Ganjar saat menertibkan antrean.

 

Warga yang berkerumun itu terkejut mendengar seruan Ganjar. Satu per satu kemudian mulai menertibkan diri dan menjaga jarak.

 

“Nah begitu. Kita butuh kesadaran untuk tertib. Jangan sampai ini menjadi klaster baru,” lanjut Ganjar.

 

Antrean tersebut menurut Ganjar disebabkan oleh animo masyarakat yang besar untuk mengikuti program vaksinasi. Namun apa yang dilihat Ganjar di halaman gedung UTC itu juga bertolak belakang dengan antrean vaksinasi di Sam Poo Kong.

 

Sebelum mampir di UTC, Ganjar memang lebih dulu mengecek sentra vaksinasi di Sam Poo Kong yang lebih tertib. Di sana tidak ada antrean warga yang berkerumun karena juga didukung pendaftaran dengan sistem daring.

 


“Saya juga lihat yang di Sam Poo Kong, bisa dilaksanakan di sana dengan bagus. Drive thru dan yang satu bisa antre. Di sini mungkin karena animonya yang tinggi maka kita harapkan sistem antrenya lebih bagus. Di luar itu mungkin juga karena panas jadi kalau bisa dioptimalkan mereka bisa mengisi tempat yang duduk dengan nyaman dan sirkulasi bisa gampang,” paparnya.

 

Ganjar menyampaikan bahwa siapa pun yang mengikuti vaksinasi untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Masyarakat diminta untuk sadar jaga jarak dan memakai masker dengan benar.

 

Ia juga mengapresiasi animo dari kalangan anak muda yang terlihat membanjiri sentra vaksinasi. Untuk itu Ganjar meminta kepada kepada para anak muda untuk menjadi juru kampanye dan menyampaikan bahwa saat ini Jawa Tengah sedang terjadi kenaikan tinggi. Termasuk di Kota Semarang yang juga menjadi satu dari 13 daerah zona merah Covid-19 di Jawa Tengah.

 

“Buat mereka (anak muda) saya minta jadi juru kampanye. Artinya anak muda gak usah nongkrong dulu deh. Bantu pemerintah, kepolisian, dan TNI yang sudah berjaga terus-menerus. Lebih banyak tinggal di rumah, terus kemudian bantu untuk kampanye menggunakan masker karena disiplin masker kita rendah. Maka coba kita tingkatkan. Momentum ini cukup bagus untuk kita pakai,” katanya.

 

   # Taufiq/JG.

Danramil Srumbung Gencar Tegakkan Prokes


 

Magelang, lpktrankonmasi.com

 

Pandemi Covid -19 ternyata masih merebak. Guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 Danramil 16/Srumbung Kapten Inf I Ketut Kukuh AW S. Sos bersama Kapolsek Srumbung AKP Sumino, S.Sos., MM dan Petugas Kesehatan tiada merasa lelah terus melakukan operasi yustisi. Dengan memberikan pemahaman kepada warga tentang arti pentingnya menerapkan prokes (protocol kesehatan). Jumat (18/06).

 

Tujuan dilakukannya operasi yustisi tersebut adalah untuk menegakkan kedisiplinan dalam menjalankan protocol kesehatan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Seperti yang dituturkan oleh Danramil 16/Srumbung Kapten Inf I Ketut Kukuh AW S.Sos dalam operasi yustisi tersebut.

 

 “Sasaran kali ini adalah pasar-pasar yang berada di wilayah Kecamatan Srumbung yakni Pasar Srumbung dan Pasar Ngepos yang sudah pasti menjadi objek kerumunan masyarakat dan juga lalu lalang bagi para pengguna jalan, yang sudah sepatutnya perlu di perhatikan dan di tertibkan guna mengurangi angka laju perkembangan covid-19,” ujar Danramil Srumbung.

 

Lebih lanjut Ketut bahwa masyarakat harus terus diberikan edukasi agar lebih memahami dan menyadari betapa pentingnya penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 yang belum bisa dipastikan aman, dan mengajak warga untuk selalu memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.

 “Apabila ada warga yang kedapatan tidak menggunakan masker saat beraktifitas di tempat umum, kami berikan sanksi berupa teguran dan pemahaman pada masyarakat terkait pentingnya penerapan protokol kesehatan. Selanjutnya kita berikan masker dan diminta untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama,” jelas Danramil.

(Trasno Trankonmasi )

 

Perangkat Desa dan Penerima BLT di Sampang Wajib Melakukan Vaksinasi


 

Lpktrankonmasi.com, SAMPANG - Virus COVID-19 di Madura sangat berbahaya untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, mewajibkan Perangkat Desa beserta Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) untuk melakukan vaksinasi di Puskesmas terdekat, Senin (21/06/2021)

 

Hal tersebut dibenarkan oleh Irham Nurdayanto, Kabid Bina Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sampang ia mengatakan, memang betul mas aparatur Pemerintah Desa beserta seluruh anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) wajib melakukan vaksinasi COVID-19. Selanjutnya jika sudah di vaksin menjadi salah satu syarat wajib dalam pengajuan pencairan DD dan juga ADD," Kata Irham.

 

Jadi kalau menjadi syarat wajib harus segera dilaksanakan kalau tidak dilaksanakan maka akan mengganggu proses pencairan honor aparatur Pemerintah Desa," Ungkapnya.

 

Menurut Irham sasarannya bukan cuma aparatur Pemerintah Desa akan tetapi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) wajib melakukan vaksinasi COVID-19. Merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 84 Tahun 2020  Pasal 8 ayat 4 huruf B dan F.

 

Ia juga menghimbau kepada Pemerintah Desa se Kabupaten Sampang agar mengaktifkan posko PPKM Mikro yang yang ad di Desa untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19," Harapnya.

 

Sedangkan Mohammad Mohni, Ketua BPD Tlagah, Kecamatan Banyuates," Kami sangat mendukung Perangkat Desa beserta anggota BPD dan juga penerima BLT DD melakukan vaksinasi COVID-19. Namun, kami berharap kepada Dinkes Sampang jika sudah melakukan vaksinasi tidak perlu di Swab Antigen.

 

"Serta kami harus sampaikan baik itu ke Pemerintah Pusat dan juga Pemerintah Daerah terkait sertifikat vaksin itu harus berfungsi contohnya seperti pencairan ini tanpa sertifikat tidak bisa cair. Dan seharusnya yang ingin naik pesawat itu tidak harus menggunakan Swab Antigen cukup menunjukkan sertifikat vaksin-nya," Pungkasnya. (Ries/Sen)

 

Tiang Bendera Merah Putih di Rumah Ketua AKD Sampang Berganti Bendera German


 Tiang bendera merah putih di depan rumah Ketua AKD Sampang berganti bendera German (Foto: Hosen)

Lpktrankonmasi.com, SAMPANG - Tiang bendera merah putih di depan rumah Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Sampang, berganti bendera German. Rumah Ketua AKD Sampang terletak di Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Senin (21/06/2021)

 

Sedangkan Kapolsek Kedungdung AKP Darussalam saat dikonfirmasi melalui jaringan selulernya, tidak mengetahui tentang keberadaan bendera German tersebut.

 

"Nanti coba kami cek dulu mas, kalau kami tidak tau mas kalau di depan rumah Ketua AKD Sampang itu ada bendera German. Coba sampeyan hubungi langsung Ketua AKD Sampang," Singkatnya.

 

Sementara Achmad Muhtadin Ketua Asosiasi Kepala (AKD) Sampang yang juga Kepala Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung dihubungi oleh wartawan melalui jaringan selulernya tidak mengangkat teleponnya.

 

Sedangkan pantauwan awak media di lokasi memang banyak terdapat foto-foto pemain bola dunia. Masih teka-teki kenapa tiang bendera yang seharusnya berkibar  merah putih kini berganti bendera German. (Sen/Ries)

Perempuan Itu Mulia di Mata Lelaki


 Perempuan berparas cantik Nabila Maulina Pratamastiwi Wakil 3 Cebbing Kab. Sampang 2015 (Foto: Istimewa)


Di atas dunia ini terdapat cahaya cinta, dan memberikan harapan yang pasti terhadap manusia yang harus kita jaga tanpa ada tetesan mendiskriminasi atau melukai. Karna di dalam cahaya cinta itu ada perempuan yang berdiri dengan penuh harapan yang besar tanpa ada nilai tangisan yang dalam. Suatu harapan dan hujan kasih lembet mereka yang di harapkan terhadap waktu yang terus berjalan, Senin (21/06/2021)

 

Di situlah kisah dan harapan perempuan menjadi pasti dan bermakna di dalam dunia kontemporer ini, yaitu dunia yang baru tanpa kezoliman untuk dirinya. Karna wanita di ciptakan atas dasar ruh yang harus di lindungi bukan di hianati ataupun di lukai dalam nikmat semata. Karna agama islam juga sendiri mengajarkan kita untuk menganal perempuan atas dasar cinta dan kasih sayang yang saling melengkapi tanpa melukai.

 

Pada dasarnya perempuan itu mulia di mata lelaki, bahkan dalam historis sejarah hadirnya perempuan itu untuk lelaki, begitupun juga lelaki. Pada abad pertama hadirnya manusia, yaitu “Nabi Adam A.s dan siti Hawa”. Kedua itu saling melangkapi atas sesama manusia yang saling membutuhkan sesama mahluk tuhan yang harus saling memberikan waktu dan harapan. Tidak ada suatu perbedaan antara perempuan dan lelaki.

 

Dan juga dalam sudut pandang sejarah, perempuan dan lelaki, itu ada dua sudut pandang yang saling mempunyai tujuan untuk melengkapi. Pertama: lelaki hadir atas dasar kerinduan yang berkepanjangan atas teman hidupnya. Kedua: perempuan hadir atas dasar ruh seorang lelaki dalam kerinduannya dan perempuan adalah orang pertama yang memberikan kehangatan terhadap seorang lelaki dalam kesepiannya.

 

Maka dari situlah perempuan adalah suatu niscahya terhadap seorang lelaki dalam menjalani kehidupannya, begitupun sebaliknya. Kalau lelaki tidak ada, perempuan maka lelaki tak pernah mendapatkan suatu kebahagiaan indah di dunia ini, begitupun sebaliknya perempuan. Mereka saling melengkapi tanpa ada dusta yang harus di ciptakan dalam dunia yang baru.

 

Tak ada nilai perbedaan perempuan dan lelaki, karna perempuan dan lelaki itu saling membutuhkan dan saling merindukan. Bahkan kalau kita liat kedudukan perempuan selalu tampil dalam pengobat rindu terhadap lelaki. Perempuan tak pernah memberikan ruang kosong terhadap lalaki. Mereka hadir atas nama kesetiaan dalam teman hidup terhadap lelaki, dan terus menjadi waktu untuk lelaki, begitupun sebaliknya.

 

Karna Perempuan selalu memberikan suatu hiasan yang indah terhadap lelaki. Perempuan juga selalu memberikan arahan yang baik untuk lelaki begitupun sebaliknya lelaki. Bagiku dalam analisisku dan pengetahuanku perempuan dan lalaki itu sama, punya kelebihan dan punya kekurangan. Akan tetapi yang mengisi kekurangan itu adalah perempuan dan lelaki itu sendiri atas dasar manusia yang sama saling melengkapi.

 

Seiringnya waktu dan seiringnya ke adaan sosial, perempuan sering memberikan kenyamanan dan ke indahan yang baru terhadap lelaki, tapi ke indahan itu sering di remehkan oleh lelaki atas dasar nama seorang lelaki yang katanya lebih tau arti nilai hidup ini. Seolah arti hidup di mata lelaki yang tak merngerti akan nikmat dan tujuan kebutuhan yang sama. Menganggap hidup ini di takdirkan terhadap suatu kisah untuk lelaki, walau pada dasarnya di ciptakan agar saling melengkapi dalam kehidupan.

 

Tapi kita sebagai lelaki kita harus tau dan harus peka, tanpa seorang perempuan lelaki akan merasa hampa dan merasa tak punya ruh yang bahagia dalam kehidupan di dunia, begitupun sebaliknya. Karna pada dasarnya perempuan hadir itu atas dasar ciptakan tuhan yang sama atas hadirnya lelaki. Maka kita sebagai manusia tak harus saling mendiskriminasi perempuan dan begitupun sebaliknya kita sebagai perempuan tak harus mengdiskriminasi lelaki atas nama seorang perempuan, perempuan dan lelaki sama taka da nilai dongeng yang agung terhadap perempuan dan lelaki “semua sama saling membutuhkan satu dengan yang lainnya”. Karna sejatinya perempuan dan lelaki itu mempunyai nafas yang sama dan kasih sayang yang sama hingga suatu benih cinta yang sama.

 

Penulis: Hoirur Rosikin

Proyek di Tambelangan Sampang Milik PT Haka Utama Sejahtera Disoal Warga


 Pekerjaan betonisasi oleh PT Haka Utama Utama disinyalir tidak sesuai spek (Foto: Varies)


SAMPANG, lpktrankonmasi.com –Proyek peningkatan struktur jalan yang dikerjakan oleh PT Haka Utama Sejahtera yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sampang tahun anggaran 2021, dengan nilai anggaran 6.674.435.00 (Enam Miliar Enam Ratus Tujuh Puluh Empat Juta Empat Ratus Tiga Puluh Lima Ribu Rupiah.) Proyek Peningkatan Struktur Jl. Tambelangan - Banyuates ( DAK Reguler ) disorot warga. Pasalnya dalam pengerjaan proyek tersebut tidak diberikan jalan altenatif hingga diduga sebabkan lumpuhnya perekonomian warga sekitar.

 

Hal tersebut dikatakan oleh SL (inisial) salah satu warga Kecamatan Tambelengan,” Pekerjaan tersebut tidak diberikan jalan alternatif lain hingga menyebabkan akses perekonomian warga tersendat," katanya.

 

Menurut SL, proyek tender sebesar itu harusnya memberikan solusi yang baik terhadap masyarakat mengingat jalan tersebut merupakan jalur satu-satunya masyarakat setempat.

 

"Ini kan jalan utama dan hanya jalan satu-satunya apabila masyarakat hendak kemana-mana. Kalau kayak gini lewat mana lagi kita," Jelas SL kepada wartawan.

 

Sedangkan pantauwan media ini proyek yang baru dikerjakan sekitar satu bulan tersebut sudah terdapat banyak keretakan. Hal tersebut disinyalir pengerjaannya tidak sesuai spek.

 

Sementara itu Pelaksana Lapangan (PL) Safirin, saat dikonfirmasi pada, Minggu (20/06/2021) mengatakan, keretakan yang ada nantinya akan diperbaiki. Nanti ada orang klaimnya turun terus diperbaiki," Ucapnya.

 

Meski begitu, proyek yang sudah dikerjakan sekitar satu bulan tersebut baru dikerjakan sekitar 500 meter. Safirin berdalih lambannya pekerjaan betonisasi tersebut dikarenakan karena faktor cuaca. Faktor hujan mas, iya kalau target saya perhari sampai 100 meter, kalau ada apa-apa silahkan hubungi saya ya mas," pungkasnya. (Ries/Sen)

Baznas kota Semarang Gelar khitanan massal di Star Hotel Semarang


 

Semarang, Lpk.Trankonmasi.com

 

Dalam melaksanakan program kerjanya,Badan Amil Zakat Nasional (Baznas ) Kota Semarang  menyelenggarakan kegiatan Khitanan Massal yang bertajuk " Menuju Semarang Semakin Hebat " bertempat di Star Hotel jalan MT. Haryono no 972, Lamper Kidul, Kota Semarang. Minggu (20/6/2021).

 

Harlah ke -18  Baznas kota Semarang dalam melakukan kegiatan khitan massal diikuti 69 anak yang didampingi oleh masing masing orang tuanya.

 

" Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Baznas Kota Semarang di Harlahnya yang ke-18 yang diharapkan bisa membantu masyarakat Kota Semarang," ucap H.Arnaz Agung Andrasmara,SE.MM selaku Ketua Baznas Kota Semarang.

 

Dirinya berharap kedepannya semoga peserta khitan massal jumlahnya semakin bertambah," harap Arnaz.

 

Sementara Indra Widyatmoko salah satu orang tua peserta khitanan massal menyampaikan ucapan terima kasih kepada Baznas Kota Semarang yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dan dirinya merasa senang dapat mengikut sertakan kedua anaknya dalam acara ini.

 

" Kami sangat bersyukur dapat meringankan serta mengurangi beban karena mengikut sertakan dua anak kami tanpa biaya dan malah dapat tambahan bingkisan peralatan sekolah dari panitia  ," paparnya.

 

Pada kesempatan sama H.Mudakir perwakilan dari panitia khitan massal mengatakan bahwa khitanan Massal ini merupakan program Baznas dalam memperingati Harlah ke 18 Baznas Kota Semarang disamping jumlah peserta di batasi, serta semua peserta dan panitia menerapkan  protokol kesehatan dengab  ketat," tegasnya.

 

" Peserta khitan massal sejumlah 67 orang pelaksanannya kami bagi tiga sesi dan kami bekerja sama dengan RSI Sultan Agung serta pihak Star Hotel yang sebagai tempat terselenggaranya kegiatan.

 


Juga beberapa donatur dari pihak luar yang telah memberikan dukungan atas suksesnya kegiatan khitan massal. Kegiatan yana sama ini akn tetap berlanjut sibualn agustus mendatang," terang Mudzakir.

 

Seluruh peserta khitan massal usai kegiatan mendapatkan bingkisan berupa peralatan sekolah untuk menunjang pembelajaran sekolah dimasa pandemi," tutup Mudzakir.

 

     #Taufiq