Polda Jateng Komitmen Jaga Stabilitas dan Ketersediaan Obat dan Oksigen Di Wilayah Jateng

 


SEMARANG, lpktrankonmasi.com

 

Polda Jateng lakukan pengecekan stok oksigen dan obat covid 19 di Jawa Tengah.

 

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan Polda jateng melalui Dit Reskrimsus  melaksanakan pengecekan ketersediaan dan penyaluran tabung oksigen medis serta pengecekan obat Covid-19 di perusahaan besar farmasi (PBF) dan apotek di wilayah Polda Jateng

 

Hasil pantauan stok liquid di lima distributor besar di wilayah Jateng hanya 209 Ton.

 


Sementara permintaan oksigen rumah sakit yang diajukan di distributor sebanyak 504,3 ton.

 

"Masih ada kekurangan stok oksigen sebesar  295,3 Ton," ujarnya, Sabtu (31/7/2021).

 

Sementara ketersedian obat covid 19  kata dia, di perusahaan farmasi di Kawasan Industri Candi Blok V No.  29 Ngaliyan  Semarang kosong.

 

Hal ini juga terjadi di wilayah Banyumas, Pati, Surakarta, dan Kedu serta harga masih sesuai HET.

 

Namun obat covid 19 jenis Azithromycin 500 miligram masih ditemukan di wilayah Pekalongan.

 

"Tidak semua obat-obatan Covid 19 dijual di apotek," ujarnya.

 

Ia mengatakan dari keterangan manajemen apotek, hampir keseluruhan apotek kekurangan obat-obatan penanganan covid 19 atau Stok kosong. Penjualan obat covid 19 harus menggunakan resep dokter.

 

"Apabila ditemukan penyimpangan pendistribusian maupun penimbunan, Polda jateng tidak segan-segan akan menindak tegas olnum-oknum yang memanfaatkan situasi Covid-19 di Wilayah Jawa Tengah," tegasnya.

 

( J Trankonmsi Tim )


Seorang Ayah Cari Barteran Karena Tak Punya Uang, Kapolresta Surakarta Turun Tangan


 

Solo, lpktrankonmasi.com

 

Pemilik akun Facebook, Gilang Perdana, mengunggah postingan berisi tawaran barter sepasang sepatu bekas ditukar dengan sekotak susu untuk anak usia satu tahun. Postingan itu ia unggah di salah satu grup Facebook, Sabtu (31/7/2021).

 

“Mohon maaf saya tidak jualan. Saya hanya mencari barteran. Sekiranya ada yang berminat dengan sepatu kulit merek draxvil ukuran 41 saya minta dibarter dengan susu Dancow 1+ kemasan 1 kg. Mohon maaf jangan tanya harga, saya tidak menjual hanya ditukar.” tulis akun Gilang Perdana.

 

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, yang mengetahui postingan itu langsung memerintahkan anggotanya bergerak mencari pemilik akun itu. Kanit Dikyasa Satlantas Polresta Solo, Iptu Uki, pun langsung mencari kediaman pemilik akun itu sembari membawa susu sesuai kebutuhan pemilik akun itu.

 

“Pemilik akun itu bernama Ari Prasetyo warga Mutihan, Laweyan, Solo. Dia memiliki tiga anak. Anak pertama berusia 18 tahun. Sehari-hari Ari bekerja sebagai cleaning service,” papar Uki mewakili Kapolresta.

 

Menurutnya, Ari menawarkan untuk menukarkan sepatu bekas itu karena tidak memiliki uang untuk membeli susu. Ia terkena musibah, sepeda motornya rusak berulang kali. Sehingga, uang milik Ari digunakan untuk perbaikan sepeda motor.

 

“Uangnya dipakai memperbaiki kendaraan, saat ini yang bersangkutan sudah kami beri susu untuk putri bungsunya,” papar dia.

 

Ari Prasetyo, mengucapkan terima kasih atas rasa perhatian kepolisian yang langsung mengirim susu untuk anak bungsunya.

 

(J Trankonmasi Tim)

Kabidhumas Polda Jateng Harap Penerjemah Bahasa Isyarat Seperti Di Polres Boyolali Bisa Ditiru Polres Lain


 

Surakarta, lpktrankonmasi.com

 

 Ada yang istimewa dari pelaksanaan giat Gerakan Vaksinasi Nasional Sinergitas TNI, Polri dan Mahasiswa di IAIN Surakarta yang dilaksanakan pagi tadi, Sabtu (31/7/2021). Pasalnya pada pelaksanaan kegiatan tersebut ada seorang penerjemah bahasa isyarat yang ternyata seorang Polwan.

 

Briptu Yanni Rahmawati, dara kelahiran Boyolali tersebut merupakan Polwan yang memiliki keahlian dalam menerjemahkan bahasa isyarat tersebut. Polwan yang sehari-hari berdinas di Sipropam Polres Boyolali tersebut mengaku merasa tertantang untuk mempelajari dan menerjemahkan bahasa isyarat.

 

"Menjadi tantangan dan sesuatu yang spesial bagi saya untuk jadi Polwan penerjemah bahasa isyarat, selain menjalankan tugas sehari-hari, kami tim Polwan Bahasa Isyarat Polres Boyolali juga terus belajar sebagai penerjemah bahasa Isyarat,"ujarnya

 

Di tempat terpisah Kapolda Jateng Irjen Pol Ahamd Luthfi melalui Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol M. Iqbal Al-qudusy menerangkan bahwa Polda Jateng sendiri selama ini memang berupaya untuk menghadirkkan juru bicara bahasa isyarat dalam setiap konfrensi pers untuk memfasilitasi dan memenuhi hak penyandang difabel dalam memperoleh informasi yang utuh dari Polri.

 

"Bentuk dukungan ini menjadi salah satu program prioritas Presisi yaitu menjadikan SDM Polri yang unggul diera police 4.0,"terangnya.

 

"Saya juga mengapresiasi upaya dari Kapolres Sukoharjo dalam merekrut penyandang difabel untuk berkerja di comand center 911, Mudah-mudahan ini ditiru oleh Polres Jajaran lain di Polda Jateng,"lanjut Iqbal.

 

Diketahui, Polda Jateng dan Kodam IV Diponegoro telah melaksanakan Gerakan Vaksinasi Mahasiswa Nasional yang digelar bersama Jasa Raharja dan Pemda Surakarta dengan tema "Berjuang Bersama Untuk Indonesia Sembuh" bertempat di Gedung Graha UIN Raden Mas Said Surakarta, Sabtu pagi ini (31/7).

 

Vaksinasi tersebut diikuti kurang lebih 2.000 mahasiswa dari 5 aliansi BEM Nasional sebagai upaya untuk mempersiapkan pelaksanaan belajar mengajar tatap muka yang selama ini dilakukan secara daring.

 

(J Trankonmasi Tim)

 

 

Dinda : Terima Kasih Bapak Kapolresta Banyumas atas Vaksinnya

BANYUMAS, lpktrankonmasi.com

 

Dalam Rangka 30 Tahun mengabdi, Alumni Akademi Kepolisian (AKPOL) 91  Polresta Banyumas Polda Jawa Tengah bersama TNI, Pemkab Banyumas dan juga Instansi terkait melaksanakan Kegiatan Vaksinasi di wilayah Kabupaten Banyumas.

 

Kapolresta Banyumas Kombes Pol M. Firman L. Hakim, S.H., S.I.K., M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan vaksinasi ini merupakan program Alumni Akademi Kepolisian (AKPOL) 91.

 

Selain di Polresta Banyumas  juga dilaksanakan vaksinasi di Polsek Jajaran  serta di Unsoed Purwokerto yang ada di Kabupaten Banyumas, ujar Kombes Pol M. Firman

 

Kombes Pol M. Firman juga menjelaskan dalam pelaksanaan di lapangan, panitia sudah setting lokasi dan juga selalu kami ingatkan kepada peserta untuk menerapkan protokol kesehatan. Seperti jaga jarak saat antrian, panitia juga menyediakan hand sanitizer dan tempat cuci tangan, ungkapnya.

 

Adapun jumlah vaksin yang  disiapkan sebanyak 4.000 vaksin, di Polresta Banyumas  sebanyak 1.240  Vaksin, di 27  Polsek masing-masing  100 Vaksin  dan di Unsoed Purwokerto sebanyak 60 Vaksin  .

 


Dinda salah satu mahasiswi fakultas Hukum Unsoed yang ikut vaksinasi menyampaikan terimakasih kepada Polresta Banyumas

"Terimakasih bapak Kapolresta Banyumas atas vakusinnya bagi mahasiswa".

  

Sementara di tempat terpisah Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iqbal Alqudusy, mengapresiasi pelaksanaan Vaksinasi di Banyumas yang Berjalan tertib dan lancer

 

“Saya mengapresiasi pelaksanaan Vaksinasi di beberapa tempat di Banyumas berjalan tertib dan lancer,  terkait adanya foto foto yang beredar dan postingan ketidak tertiban menjadi evaluasi, terimakasih atas informasinya  dan kegiataan vaksinasi hari ini berjalan sangat tertib”, kata Kabid Humas Polda Jateng

 

Kabid Humas Polda Jateng menambahkan bahwa Masyarakat mulai tumbuh kesadarannya dan berbondong bondong daftar vaksin. Kami tetap berpesan agar tertib dan tetap terapkan prokes , Mudah-mudahan Covid segera berakhir di wilayah kita, tutupnya.

 

(J Trankonmasi Tim)

 

Kapolres Jepara Salurkan Bansos Terhadap Pekerja Seni Yang Terdampak PPKM


 

Jepara, lpktrankonmasi.com

 

 Ratusan Masyarakat yang tergabung dalam pekerja seni di Jepara yakni ASPAJA, PAMMI dan PEPADI Kabupaten Jepara yang terdampak PPKM level 4 di Kabupaten Jepara mendapatkan bantuan sembako dari pemerintah yang disalurkan oleh Polres Jepara Polda Jateng, Sabtu (31/7/2021).

 

Dalam kegiatan ini, Kapolres Jepara menyerahkan secara langsung bantuan sembako kepada mereka secara simbolis di halaman Mako Polres Jepara.

 

Sementara itu Kapolres Jepara AKBP Warsono, SH., SIK.,.MH mengatakan hari ini Polres Jepara menyerahkan bantuan sosial kepada para pekerja seni, hal ini merupakan salah satu bentuk perhatian kami terhadap para pemusik dan pekerja seni di Kabupaten Jepara.

 

Polres Jepara telah menjalin komunikasi yang baik dengan pekerja seni di Jepara, dalam menyikapi situasi pandemi Covid-19 banyak dari berbagai kalangan masyarakat yang terdampak termasuk pekerja seni.

 

Terdampaknya situasi saat ini karena pembatasan pentas hiburan yang dilarang karena untuk menghindari penularan virus Covid-19 di wilayah Kabupaten Jepara.

 


Lebih lanjut Kapolres meminta agar kita semua saling menjaga diri dan memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat untuk tertib menerapkan protokol kesehatan semoga penularan virus Covid-19 dapat diminimalisir.


Karena pembatasan saat ini masih berlaku, kita bersama untuk bersinergi dalam menciptakan situasi yang kondusif di wilayah Kabupaten Jepara, pungkasnya.

 

( J Trankonmasi Tim)

Kapolda Ajak Aliansi Mahasiswa Nasional Kolaborasi Beri Bansos Pada Masyarakat


 

Surakarta, lpktrankonmasi.com

 

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi dan Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Rudianto hadiri acara Gerakan Vaksinasi Mahasiswa Nasional yang digelar bersama Jasa Raharja dan Pemda Surakarta dengan tema "Berjuang Bersama Untuk  Indonesia Sembuh" bertempat di Gedung Graha UIN Raden Mas Said Surakarta, Sabtu (1/7/2021).

 

Kapolda Jateng dan Pangdam didampingi Rektor UIN Surakarta  Prof. Mudofir juga pantau langsung lokasi vaksinasi yang diikuti 2.000 mahasiswa ini, terdapat sekitar 5 aliansi BEM Nasional yang berpartisipasi dalam kegiatan ini yaitu Dewan Eksekutif Aliansi Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Se-Indonesia, Aliansi BEM Perguruan Tinggi Muhamadiyah Se- Indonesia, Ben Nusantara, Permikomnas dan Aman Indonesia

 

Tujuan vaksinasi ini yaitu untuk mempersiapkan pelaksanaan belajar tatap muka yang selama ini dilakukan secara daring.

 


Vaksinasi ini lanjut Kapolda adalah perintah langsung dari Kapolri dan Panglima TNI untuk menggiatkan vaksinasi  bagi para pelajar dan mahasiswa. Tak hanya Vaksiansi, kedepan Kapolda juga rencananya akan melaksanakan bakti sosial.

 

"Tidak hanya kegiatan vaksinasi, Polda  dan Pangdam juga akan melaksanakan bakti sosial untuk masyarakat kita yang terdampak covid,"ucap Kapolda.

 

Kapolda meminta aliansi BEM dan mahasiswa dapat ikut serta dalam akselerasi pembagian bantuan kepada masyarakat yang terdampak covid -19.

 

"Adik-adik BEM tolong nanti inventarisir mahasiswa-mahasiswa yang siap digerakkan untuk kita terjunkan di lapangan,"ajaknya.

 

Kapolda berharap vaksinasi ini bisa menjadi kick off awal yang bisa diikuti oleh vaksinasi lainnya.

 


Disisi lain Aliansi BEM IAIN Se-Indonesia Aryan Agung menyebut keikutsertaan mahasiswa dalam pelaksanaan vaksinasi sebagai Sense of Crisis atau kepekaan mahasiswa.

 

"Jadi mahasiswa tidak hanya melakukan kampanye positif di medsos tapi juga turun aksi dalam penanggulangan Covid di lapangan,"ujar Aryan.

 

(J Trankonmasi Tim)

30 Tahun Mengabdi, Alumni Akpol 91 dan Mahasiswa Gencarkan Vaksinasi Percepat Herd Immunity


 

Surakarta, lpktrankonmasi.com

 

Peringati 30 tahun pengabdian Alumni Akpol tahun 1991, Batalyon Bhara Daksa gelar Gebrak Vaksinasi dan Pemberian Baksos Presisi bertempat di Balaikota Surakarta, Sabtu (31/7/2021).

 

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Rudianto, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luhfi dan Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka serta Kapolres Surakarta Kombes. Pol. Ade Safri Simanjuntak dan Wakapolres Surakarta AKBP. Gatot Yulianto.

 

Menurut Alumni Akpol'91 Karoops Polda Jateng Kombes Pol. Firly Ruspang Samosir, Momen peringatan 30 tahun pengabdian Alumni Akpol tahun 1991 ini disambut dengan kegiatan bakti sosial Polri Peduli  dengan mendistribusian Bansos pada masyarakat yang terdampak PPKM Darurat Level 4 dan Covid-19.

 

"Dalam momen ini kami ingin meringankan beban masyarakat yang terdampak PPKM Darurat Level 4 dan Covid-19, kami juga laksanakan vaksinasi dan Bakti sosial,"ujarnya.

 

Firly mengajak masyarakat untuk bahu membahu memperkecil penularan Covid-19, "Jangan lupa bagi masyarakat yang sudah vaksin pertama juga harus laksanakan vaksin selanjutnya atau vaksin kedua,"lanjutnya.

 

Firly menyebut telah ada 5 titik bansos dengan 3.000 paket sembako yang dibagikan.di Jawa Tengah. Adapun dalam kegiatan vaksinasi tersebut telah disiapkan sejumlah 2085 dosis vaksin dengan rincian 2000 dosis untuk  masyarakat Solo, 60 dosis untuk Denpom 4/IV Solo dan 25 dosis untuk mahasiswa serta pelajar Papua di Kota Solo.

 

Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengucapkan terimaksih pada jajaran kepolisian yang turut membantu penanggulangan Covid-19 di Kota Surakarta dan turut meringankan beban warga terdampak covid-19, "Terima kasih kepada bapak-bapak dari Kepolisian yang telah ikut serta dalam penanggulangan Covid-19 di Kota Surakarta dan ikut meringankan beban warga kami,"tuturnya.

 


Sementara itu, Seorang Mahasiswa Papua Moses Ferdinand Kamer (Ketua Indonesia Timur/INTIM FC). Perwakilan yang menerima bantuan dari Alumni Akpol 91 Bhara Daksa, mengungkapkan, dirinya sangat berterima kasih kepada Alumni Akpol 91 Batalyon Bhara Daksa yang menyelenggarakan kegiatan ini, sekaligus memberikan bantuan kepada rekan rekan mahasiswa Papua yang ada disini.

 

"Kami dari mahasiswa Papua yang tinggal di kota Surakarta, mengucapkan terima kasih kepada Alumni Akpol 91 Bhara Daksa, atas bantuan yang diberikan pada kami, semoga Bhara Daksa semakin jaya dan memberikan yang terbaik untuk negara kita ini," ungkapnya.

 

(J Trankonmasi Tim)

30 Tahun Mengabdi, Alumni Akpol 91 dan Mahasiswa Gencarkan Vaksinasi Percepat Herd Immunity


 

JAKARTA, lpktrankonmasi.com

 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi mahasiswa yang ikut berperan aktif dalam mendukung target Pemerintah dalam melakukan percepatan Herd Immunity dan pengendalian terhadap Covid-19 yang salah satunya melalui vaksinasi.

 

Hal tersebut disampaikan Sigit saat meninjau vaksinasi massal yang dilaksanakan atas kolaborasi Polri dalam rangka bakti 30 tahun pengabdian alumni Akpol 1991 atau Batalion Bhara Daksa, bersama BEM Nusantara, BEM Seluruh Indonesia, DEMA Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, BEM PTMI, DEMA PTAI, Permikomnas, serta Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Nasional Indonesia di Universitas Bhayangkara, Kota Bekasi, Sabtu (31/7/2021).

 

"Tentunya sangat mengapresiasi kerjasama dari rekan-rekan yang tergabung dalam aliansi BEM, dan khususnya rekan-rekan yang tergabung dalam Batalion Bhara Daksa yang hari ini telah membantu melaksanakan dan prakarsai akselerasi terkait kegiatan vaksinasi massal yang merupakan salah satu program strategis Pemerintah dalam rangka melakukan upaya percepatan Herd Immunity," kata Sigit dalam sambutannya.

 


Selain itu, Sigit juga meninjau vaksinasi massal yang diselenggarakan oleh DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia

(GMNI) Jakarta Timur berkolaborasi dengan alumni Akpol 1991, di GOR Pulogadung.

 

Mantan Kapolda Banten ini berharap, sinergitas Polri dengan elemen pemuda ataupun mahasiswa dalam penanganan Pandemi Covid-19, kedepannya harus dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia.

 

Menurut Sigit, untuk menekan laju pertumbuhan virus corona di Indonesia, diperlukan sinergitas dan kerjasama yang kuat antara Pemerintah dengan seluruh elemen masyarakat.

 

"Oleh karena itu tentunya kami, tentunya sangat senang bahwa kolaborasi bisa dilaksanakan dan ini tidak berhenti sampai disini, akan dilaksanakan terus di wilayah.  Kami tentunya sangat senang melihat adik-adik mahasiswa siap dan mau jadi relawan dengan kemampuan yang dimiliki. Semuanya ternyata ikut didalam kegiatan tersebut," ujar mantan Kabareskrim Polri ini.

 

Disisi lain, Sigit juga mengapresiasi Batalion Bhara Daksa yang mau menggelar vaksinasi massal bersama dengan mahasiswa. Menurutnya, bentuk pengabdian saat ini adalah dengan melakukan akselerasi target kekebalan kelompok.

 

"Seluruh rekan-rekan Batalon Bhara Daksa terima kasih di hari ulang tahun ke-30 ini rekan-rekan mengisi dengan kegiatan yang betul-betul ditunggu oleh seluruh masyarakat.  Dimana kita bisa menghadapi Pandemi Covid-19 ini dengan baik," ucap Sigit.

 

Sementara itu, Sigit tetap mengingatkan kepada seluruh mahasiswa maupun peserta vaksinasi, untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam kehidupan sehari-hari, meskipun sudah disuntik vaksin.

 

"Rekan-rekan mahasiswa yang telah vaksinasi, saya selalu ingatkan tetap laksanakan protokol kesehatan. Karena kita harus tetap menjaga baik diri kita, untuk tidak menularkan ataupun tertular, karena itu protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan. Walaupun kita semua sudah vaksinasi," tutur Sigit.

 

Untuk diketahui, vaksinasi massal yang digelar bersama aliansi BEM  di Universitas Bhayangkara, Bekasi, menargetkan 1.100 orang disuntik vaksin jenis Sinovac. Petugas vaksinator yang dilibatkan dalam kegiatan ini sejumlah 81 orang, yang terdiri dari 60 orang vaksinator Dinkes, 10 orang relawan, dan 11 vaksinator Polri.

 

Sementara, vaksinasi massal yang diselenggarakan GMNI bersama Polri di GOR Pulogadung, Jakarta Timur, menargetkan 1.000 orang disuntik vaksin. Petugas vaksinator yang dilibatkan dalam kegiatan ini sejumlah 39 orang, yang terdiri dari 14 orang vaksinator Polri dan 25 orang relawan.

 


Selain vaksinasi massal, dalam dua kegiatan tersebut, Kapolri juga memberikan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat. Tujuannya untuk membantu meringankan beban warga yang terdampak perekonomiannya di saat Pandemi Covid-19.

 

(J trankonmasi tim)

Jepara : Peduli Masyarakat Terdampak PPKM Level 4 Polres Jepara Lakukan Baksos Kepada Pekerja Seni


Jepara, lpktrankonmasi.com

 

Dalam rangka peduli terhadap masyarakat terdampak PPKM Level 4, Polres Jepara menggelar Baksos di halaman Endra Dharmalaksana Polres Jepara. Yang menjadi sasaran kegiatan kali ini adalah para Pekerja Seni di wilayah Kab. Jepara, Sabtu (31/7/2021).

 

Dalam giat tersebut Kapolres Jepara menyampaikan, bahwa Polres Jepara telah menjalin komunikasi yang baik dengan pekerja seni di Jepara. Dan pekerja seni adalah salah satu bagian yang terkena dampak pandemic Covid -19.

 


“Terdampaknya situasi saat ini karena pembatasan pentas hiburan yang dilarang karena untuk menghindari penularan virus Covid-19 di wilayah Kab. Jepara,” kata Kapolres.

 

Mari kita semua saling menjaga diri dan memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat untuk tertib menerapkan protokol kesehatan semoga penularan virus Covid-19 dapat diminimalisir.

 

“Mengharapkan kepada pekerja seni untuk bersabar menunggu kebijakan pemerintah dengan tidak menghibur masyarakat untuk sementara waktu karena pembatasan saat ini masih berlaku, serta dapat bersinergi dengan kepolisian dalam menciptakan situasi yang kondusif di wilayah Kab. Jepara,” lanjutnya.

 

Dengan adanya pekerja seni yang terdampak dari Polri merasa prihatin dan memberikan sedikit bingkisan semoga dapat bermanfaat serta dapat mengurangi beban dari pekerja seni dengan harapan kedepan situasi cepat pulih dan aktivitas kembali normal.

 


Dalam pelaksanaan baksos dari Polres Jepara telah memberikan paket sembako  kepada 3 kelompok pekerja seni Jepara (ASPAJA, PAMMI dan PEPADI Kab. Jepara) yang terdampak PPKM Level 4 sebanyak 300 paket sembako.

 

(J Trankonmasi Tim) 

Penasehat Projo Sampang Setuju Pilkades Digelar 2025, Ini Alasannya


 Jalaluddin Al Aziz, Penasehat DPC Projo Sampang (Foto: Istimewa)

Lpktrankonmasi.com, SAMPANG - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Sampang, Madura, secara serentak akan dilaksanakan pada tahun 2025, Sabtu (31/07/2021)

 

Keputusan tersebut di putuskan oleh Bupati Sampang di karenakan anggaran tidak cukup dan penyebaran COVID-19 di Kabupaten Sampang sangat merajela. Bahkan telah masuk ke Kabupaten Sampang, ialah virus varian delta.

 

Penundaan Pilkades hingga tahun 2025 yang digelar secara serentak di 180 Desa se Kabupaten Sampang. Menurut, Jalaluddin Al Aziz, Penasehat Organisasi Masyarakat (Ormas) Pro Jokowi Kabupaten Sampang, sama sekali tidak menciderai demokrasi di Kabupaten Sampang.

 

Bahkan Jalaluddin Al Aziz, SH sangat setuju jika pesta demokrasi Desa tersebut dilaksanakan secara serentak pada tahun 2025. Justru langkah seperti ini memperbaiki demokrasi di Sampang, karena selama ini banyak unsur perjudian ketika pesta demokrasi di tingkat Desa tersebut digelar bukan serentak," kata Jalaluddin Al Aziz.

 

Jika dilaksanakan secara serentak pada tahun 2025, maka akan mengurangi unsur perjudian. Karena tokoh-tokoh yang memiliki peranan di Kabupaten Sampang (tidak bisa saya sebutkan satu persatu), sibuk dengan Desa-nya sendiri-sendiri," jelasnya.

 

Mantan Aktivis 98 tersebut juga mengungkapkan, sebelumnya saya pernah melakukan kajian. Khususnya di 4 Kabupaten yang ada di Pulau Madura, jika pelaksanaan Pilkades dilakukan secara serentak akan mengurangi unsur perjudian. Contoh beberapa bulan yang lalu di Kabupaten Bangkalan digelar secara serentak, meskipun masih ada beberapa Desa yang tidak mengikuti Pilkades tersebut. Itu unsur perjudiannya sangat minim, coba di Bangkalan itu diserentakkan semua saya yakin akan bebas dari unsur judi.

 

"Maka sekali lagi saya tegaskan jika 180 Desa di Sampang akan digelar Pilkades secara serentak tahun 2025. Maka kita harus mendukung keputusan Bupati Sampang tersebut. Karena sudah jelas akan mengurangi unsur perjudian," ungkapnya.

 

Di samping unsur perjudian, saat ini Kabupaten Sampang sedang dilanda oleh pandemi COVID-19. Banyak masyarakat terpapar oleh virus tersebut, apalagi muncul virus varian baru ialah delta. Dan kita tidak bisa memprediksi kapan selesainya virus ini.

 

"Jadi kalau Pilkades digelar tahun ini, siapa yang akan menjamin keselamatan rakyat di Kabupaten Sampang. Maka menurut Jalaluddin Al Aziz, keputusan Bupati Sampang H Slamet Junadi, menunda pilkades hingga tahun 2025 yang digelar secara serentak dan diikuti oleh 180 Desa. Itu adalah keputusan yang tepat dan saya sangat setuju, keselamatan rakyat harus di utamakan," pungkasnya. (Ries/Ros)

Babinsa Bersama Bidan Desa Antar Obat Kepada Warga Yang Melaksanakan Isman


 Jepara, lpktrankonmasi.com

 

Peran Pemerintah lewat Babinsa dan Bidan Desa dalam program pemberian obat gratis kepada warga yang sedang Isman, Sabtu (31/07/2021).

 

Penyaluran obat akan dilakukan oleh bintara pembina desa (Babinsa) dan bidan desa ibu Dewi Indrawati langsung ke rumah warga yang sedang menjalani isolasi mandiri.

 


"Babinsa akan memberikan paket obat tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan dan akan diantar dengan pendampingan bidan desa maupun kader desa.

 

Sesuai dengan prosedur, pembagian obat di bagi menjadi tiga paket sesuai dengan peruntukan warga yang mengalami Isman.

Diantaranya pembagian tersebut

a. Paket 1 warna (Biru) pencegahan pada PCR (OTG) orang tanpa gejala.

b. Paket 2 warna (Hijau) Pasien dengan PCR (+) keluhan panas, hilang penciuman atau Anosmia, dan pusing.

c. Paket 3 warna (Kuning) pasien dengan PCR (+) keluhan Panas dan batuk kering.

 


Serma Rudi menyampaikan Pembagian obat akan di kasihkan sesuai dengan peruntukan diantara sesuai yang tertera di atas, Kami dan bidan desa selaku pelayan masyarakat akan melaksanakan tugas ini dengan tanggung jawab. Dengan adanya bantuan obat tersebut, warga yang Isman segera sembuh dan sehat seperti sedia kala dan jangan lupa tetap terapkan protokol kesehatan guna menghindari penularan Covid-19 serta"Tetap Jaga Semangat" guna menbah imun, pungkas Serma Rudi.


(J Trankonmasi Tim)

Siswi SMP IT PAPB Semarang Sabet Juara Favorit Lomba Poster Digital TBC Kemenkes

 

Siswi SMP IT PAPB Semarang, Keisha Ataya Yumna (8A), menunjukkan hasil poster yang menjadi favorit kategori SMP pada lomba poster digital TBC anak yang dilaksanakan oleh Kemenkes RI baru-baru ini.


SEMARANG, lpktrankonmasi.com

 

 - Siswi SMP IT PAPB Semarang, Keisha Ataya Yumna (8A) baru-baru ini menjadi juara favorit lomba poster digital Tuberculosis (TBC) atau penyakit batuk disertai keluarnya darah dan sesak dada kategori SMP, oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI yang pengumumannya secara daring pada Jumat-Sabtu (23-24/7).

 

Kepala SMP IT PAPB Semarang H. Ramelan mengatakan senang dan bangga dengan prestasi siswinya walau ditengah pandemic Covid-19 yang belum reda.

“Sebagai  kepala sekolah, saya menaruh bangga kepada Keisha atas prestasi yang diraih. Meski pandemi belum usai, tetapi semangat berlomba ada. Inilah nilai plus sekolah kami, ikut menumbuhkan kompetensi skill yang dimiliki anak, untuk kemudian ditampilkan dalam lomba untuk meraih yang terbaik,” ucap Ramelan di SMP IT PAPB Semarang, Jumat (30/7)

 

Keisha Ataya Yumna, saat menjadi juara favorit kategori SMP Lomba Poster Digital TBC Anak oleh Kemenkes RI

Adapun Keke panggilan akrab Keisha Ataya Yumna bercerita, bahwa ketertarikan dengan lomba karena di sekolah ada pembelajaran ekstrakurikuler desain grafis.


“Saya awalnya sih ragu-ragu ikut apa tidak, oleh karena pesertanya banyak. Tetapi karena di sekolah ada pembelajaran ekstrakurikuler desain grafis secara virtual, serta support orang tua, akhirnya saya memutuskan untuk ikut,” paparnya.

 

Keke yang hobi nonton film menambahkan, bahwa yang susah dalam lomba poster tuberculosis digital ini adalah idenya.

“Awalnya saya bingung ide apa yang akan tertuang di poster tentang tuberculosis yang pelaksanaannya pada 17 Juni-17 Juli 2021. Setelah muncul ide hasil diskusi dengan pengampu, saya kemudian buat poster apa itu tuberculosis. Kemudian cara mencegahnya dengan menjemur alas tidur, imunisasi, makan bergizi, rajin olah raga, tidak merokok. Kemudian juga gejalanya, mulai batuk, badan lemas, berat badan berkurang dan demak. Pesannya, anak-anak Indonesia harus bebas tuberculosis untuk menciptakan bangsa sehat dan berprestasi. Karenanya deteksi gejala dan cara mencegahnya,” imbuhnya.

 

Diakhir wawancara, dara manis kelahiran Semarang, 20 November 2007 ini menceritakan,  kedepan bila terdapat perlombaan yang sejenis akan bersemangat mengikutinya sebagai sarana mengasah skill grafis yang digemari.

“Jika ada lomba lagi, saya akan ikut lagi. Itu-itung untuk meningkatkan kepercayaan diri dibidang desain grafis yang saya sukai,” pungkasnya. 


(J Trankonmasi Tim)).


Kapolres Sukoharjo Datangi Rumah Ghifari Sampaikan Bantuan Tabungan Pendidikan Dari Presiden


 

Sukoharjo, lpktrankonmasi.com

 

 Presiden Joko Widodo berikan bantuan pada Azhar Al Ghifari Putra Setyawan (Ghifari), anak asuh Polres Sukoharjo yang kehilangan kedua orang tua dan kakeknya karena covid-19, Jumat (30/7/2021).

 

Bantuan dari Presiden tersebut disampaikan oleh Kapolres Sukoharjo AKBP Nugroho Setyawan, dan Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Inf Agus Adhy Darmawan.

 


Pemberian bantuan langsung berupa tabungan pendidikan dari Presiden untuk Ghifari sebagai wujud empati dan kepedualian pada masyarakat terutama anak-anak yang terdampak covid-19.

 

"Hari ini, Saya dan Dandim berkunjung ke rumah ananda Ghifari untuk menyampaikan bantuan dari Bapak Presiden berupa tabungan pendidikan,"terang Kapolres.

 

Tak hanya bantuan tabungan pendidikan dari Pewsiden Jokowi, Kapolres dan Dandim juga memberikan Sepeda   dan tempat tidur untuk Ghifari.

 

Presiden melalui Kapolres Sukoharjo  menyampaikan ungkapan bela sungkawa  dan empati pada Ghifari atas musibah yang menimpanya.

 

"Semoga tabungan pendidikan ini bisa bermanfaat dan meringankan beban keluarga ananda Ghifari,"lanjutnya.

 

Sebelumnya Polres Sukoharjo secara resmi telah mengangkat Ghifari sebagai anak asuh. Ghifari merupakan anak tunggal yang kini jadi yatim piatu karena kehilangan kedua orang tua dan kakeknya dalam waktu tiga hari akibat terpapar covid-19

 

Disisi lain, Pemerintah saat ini masih terus memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak Covid-19 sebagai upaya untuk meringankan beban masyarakat di masa pandemi ini.

 

 (J Trankonmasi Tim)

Babinsa Koramil-08/Keling Bersinergi Segarkan Suasana Vaksinasi Dengan View Tempat Wisata


 

Jepara, lpktrankonmasi.com

 

Babinsa Koramil 08/Keling, Serda Muhammad Junedi kawal pelaksanana Suntik Vaksin kepada warga desa Kelet Kecamatan Keling di Rolet Viuw, RT 23/4 desa Kelet,Jum’at (30/7/2021).

 

Suntik vaksin tersebut dihadiri Kepala puskesmas Keling dr Cosmas,  dr Dian bersama sejumlah tenaga medis lainnya, Babinkamtibmas Brigadir Kepala Yayang R, petinggi desa Kelet Abdul Aziz ST, beserta perangkat desa dan Bidan desa Sri Mulyani serta warga desa Kelet.

 

Penyuntikan vaksin ini merupakan salah satu upaya yang dinilai paling efektif untuk mengatasi pandemi Covid-19 yang keberadaannya masih terus berlangsung di seluruh pelosok negeri, termasuk di wilayah kecamatan Keling, khusus nya di desa Kelet.

 

Dengan dilakukannya vaksinasi atau imunisasi kepada masyarakat, diharapkan dapat membuat sistem kekebalan tubuh dan mampu melawan saat terinfeksi wabah tersebut.

 

Dinilai penyuntikan ini sangat perlu dilakukan, sebab infeksi virus Corona memiliki risiko kematian dan daya tular yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan cara lain untuk membentuk sistem kekebalan tubuh, yaitu dengan vaksinasi."Ungkap Kepala puskesmas Keling I.

 


Petinggi desa Kelet menambahkan "Kita sengaja memilih lokasi di Rolet Viuw ini dengan pertimbangan memberikan suasana baru yang nyaman dan sejuk dengan pemandangan bukit dan persawahan yang hijau, sehingga menarik minat masyarakat untuk vaksin."imbuhnya.

 

Sebagai Babinsa Serda Muhammad Junedi juga mengucapakan ribuan terima kasih kepada masyarakat desa Kelet yang sangat antusias dan dengan kesadaran yang tinggi untuk menerima Vaksin, pungkasnya.

 

(J Trankonmasi Tim)

 

 

Kapolres Sukoharjo Berikan Bantuan Kepada Tiga Anak Yang Kedua Orang Tuanya Meninggal Akibat Terpapar Covid 19


 

SUKOHARJO, lpktrankonmasi.com

 

Akibat dampak pandemi Covid -19 yang melanda hampir di seluruh belahan dunia hingga di Indonesia, telah mengakibatkan banyak korban jiwa, bahkan kehilangan kerabat dekat, saudara, istri, suami dan kedua orang tua.

 

Kisah sedih yang menimpa 3 bersaudara kakak beradik warga Kampung. Rowogatel, Kelurahan Begajah, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo ini.

 

Diketahui ketiga anak ini, bernama Fahresa Fadhil Girinra (14), Natla Shifa Nathana (12), dan Hilya Adzkiana Devi (4). Akibat wabah virus Corona yang melanda negeri ini, mereka bertiga harus menjadi yatim piatu. Pasalnya, kedua orang tua meninggal dunia akibat terpapar ganasnya Corona.

 

Kedua orang tua mereka yang telah meninggal dunia, bernama Sulistyanto (42) dan Sri Wahyuni (42), tidak lagi dapat mengasuh, mengasihi, dan membimbing ketiga anak anaknya.

 

Kisah kakak beradik ini mengundang keprihatinan dan empati Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan. Bersama jajarannya, ia mengunjungi rumah ketua anak tersebut, dengan memberi bantuan, Kamis kemarin (29/7/2021).

 

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho, mengatakan, dirinya sangat prihatin dan Tersentuh hatinya, saat mendengar kedua orang tua anak anak ini meninggal akibat terpapar Covid 19.

 

"Kami atas nama pribadi dan instansi mengucapkan turut berbela sungkawa atas meninggalnya almarhum, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan,” kata Kapolres, Jumat (30/7/21).

 

Kapolres juga menyampaikan Kepada perwakilan pihak keluarga, apabila nanti memerlukan bantuan, pihaknya siap dan meminta untuk tidak segan-segan menjalin komunikasi dengan jajarannya. Setidaknya melalui Bhabinkamtibmas yang ada di wilayah ini.

 


“Saya sebagai kapolres, sangat berharap  bisa bekerjasama dengan berbagai pihak dalam mengatasi pandemi saat ini. Kami berusaha dan berupaya dengan maksimal, untuk dapat menekan penyebaran virus di wilayah ini, dan kami masih terus bergerak dalam melakukan pencegahan dan penyekatan di beberapa titik,” ucapnya.

 

Lanjut Wahyu, dalam upaya pencegahan dan penyekatan yang dimaksud Kapolres, tidak hanya menekan mobilitas masyarakat di jalan raya saja, termasuk juga di pasar dengan mengatur alur keluar masuk melalui satu pintu dengan menerapkan prokes ketat.

 



“Meskipun demikian masih saja ada masyarakat yang masih kurang percaya dengan adanya Covid 19 ini. Namun, kami akan tetap berupaya dan senantiasa bersinergi dengan aparat terkait, khususnya dari TNI serta Dinas Kesehatan dan pemerintah daerah, untuk memberikan pengertian akan bahaya dan dampak dari Covid 19 ini,” Ungkap Wahyu.

 

Selain itu juga, Kapolres juga memberikan bansos kepada seorang bocah yatim piatu bernama Azhar Al Gifari Putra Setyawan (8). Yang Kedua orang tuanya juga meninggal terpapar Covid 19. Saat ini, anak itu telah menjadi anak asuh Polres Sukoharjo.

 

Kegiatan pemberian bansos bagi kakak beradik yang kini menjadi anak yatim piatu ini, akibat kedua orang tua mereka meninggal terpapar Covid 19, dan menjadi bentuk simpati dan perhatian dari Kapolres Sukoharjo.

 

Terpisah, perwakilan dari keluarga tiga anak yatim piatu tersebut, bernama Harjiman menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kapolres Sukoharjo dan jajarannya, yang telah memberikan bantuan kepada ketiga anak anak ini.

 

“Saya atas nama keluarga, sangat mengucapkan terima kasih, atas perhatian dan kepedulian Kapolres Sukharjo, kami juga sangat menyambut baik kedatangan Kapolres dan rombongan di rumah ini,” sebutnya.

 

Dia juga berharap, agar nanti bisa dibantu oleh pihak pihak terkait dengan diberi dispensasi dalam kepengurusan hak ahli waris dalam mengurus surat-suratnya.

 

“Saya sangat kahwatir nantinya, jika mereka di sekolah nantinya akan terganggu psikologisnya, saya juga minta tolong kepada gurunya, untuk ikut membantu pisologis anak anak ini, agar mereka tidak merasa dikucilkan oleh teman temannya,” pungkasnya.

 

(J Trankonmasi Tim).