Masa Kecewa, Korlap Aksi Menolak Pilkades 2025 di Sampang Tak Bertanggung Jawab


 

Lpktrankonmasi.com, SAMPANG - Pada penundaan pilkades di Kabupaten Sampang banyak aktivis dan kalangan pemuda sampang mempertayakan alasan Bupati Sampang, atas kemunduran pilkades di pasca pandemi COVID-19 ini, Senin (26/07/2021)

 

Sehingga pada bulan juli ada pamflet yang tersebar luas atas nama aliansi mahasiswa sampang dengan tanggal 26 juli 2021 di kantor DPRD Sampang dengan tuntutan cabut SK penundaan pilkades di Kabupaten Sampang.

 

Menurut kalangan aktivis dan masyarakat ada disinyalir ada suatu kacacatan demokrasi di Kabupaten Sampang ketika dimundurkan pilkades di tahun 2025. Akan tetapi, pada tanggal 26 juli tidak ada aksi di kantor DPRD Sampang maupun di Kantor Pemkab Sampang.

 

Setelah awak media mewawancarai salah satu aktifis putra Sampang kebetulan kuliah di Kota Malang berinisial J, yang turun langsung dari Kota Malang untuk ikut aksi ke Kantor DPRD Sampang. Merasa kecewa dengan korlap masa aksi. Yang di mana korlap masa aksi menghilang tanpa jejak," tuturnya.

 

Pertanggung jawaban yang telah mengundang seruan aksi atas nama mahasiswa Kabupaten Sampang. Seolah menurut aktivis putra Sampang dari kota malang, gerakan ini adalah gerakan yang tidak terkonsep rapi untuk turun kejalan menuntut SK penundaan pilkades 2025 dicabut. 

 

Ia juga mengatakan, bahwa korlap masa aksi ini tidak hilang, tapi dia tidak bertanggung jawab atas pamflet yang telah beredar, dan kemungkinan korlap ini ingin mencari nama dimata publik Kabupaten Sampang.

 

Menurut J aktivis Sampang yang terlahir dari Kota Malang, ketika pamflet sudah tersebar gerakan harus ada di hari itu juga, tentunya yang sudah dikaji secara matang. Jujur kami sangat kecewa dengan korlap masa aksi untuk menuntut pencabutan SK pilkades yang membawa nama mahasiswa se Kabupaten Sampang, dan sedangkan korlap masa aksi seolah-olah hanya membuat isu aksi saja," tandasnya. (Rossi)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »