Sampang: Camat Sreseh Bungkam, Warga Desa Marparan Kekurangan Air

 

Embung air di Desa Marparan, Sreseh, Sampang kering (Foto:Rossi

Lpktrankonmasi.com, SAMPANG - Dalam sejarah pulau Marparan selalu kekurangan sumber air, bahkan setiap tahunnya ketika musim kemarau panjang. Kekurangan sumber air selalu dirasakan oleh masyarakat Desa Marparan, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, Sabtu (14/08/2021)


Kebutuhan air ini harus menjadi PR buat pemerintah Kabupaten Sampang dalam musim kemarau pendek atau musim kemarau panjang.


Setelah awak media lpktrankonmasi.com melihat fakta di lapangan di pulau Marparan ialah Desa Marparan, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang. Ketika musim kemarau panjang di Pulau Marparan sangat kekurangan air. Masyarakat Marparan dalam kebutuhan air bukan mengandalkan sumber mata air. Akan tetapi, mengandalkan embung air. Ketika musim penghujan embung air tersebut menampung air yang turun dari langit, setelah musim kemarau air yang ada di embung diambil oleh warga setempat.



Menurut keterangan warga Desa Marparan, Hamid (25), panampungan di pulau marparan ini ketika musim kemarau itu selalu habis, apalagi seperti sekarang pertengahan musim kemarau yang sangat panjang, apalagi setiap tahunnya penduduk semakin bertambah.


"Masyarakat Marparan berharap kepada pemerintah daerah maupun pusat, agar mampu meneropong minimnya air ketika musim kemarau panjang di Desa Marparan, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang," ujarnya.



Ia juga menambahkan, Karena seiringnya tahun warga di Desa Marparan, Kecamatan Sreseh semakin bertambah, tentunya kebutuhan air juga semakin banyak," Tambahnya.



Hal senada juga disampaikan oleh Romli (24) salah satu pemuda Desa Marparan, penampungan atau embung di Pulau Marparan ini masih jauh dari kata lebih atau cukup. Akan tetapi, masih kurang dalam mewadahi penampungan air di Desa Marparan untuk kebutuhan air warga. 


Romli berharap kepada pemerintah agar ada solusi untuk mengatasi hal ini, karena ketika musim kemarau panjang nanti dalam penyediakan air minum hingga air bersih yang digunakan untuk mandi.


Sementara itu Camat Sreseh, Arif Purna Hermawan selaku pimpinan wilayah lebih memilih bungkam. Pasalnya beberapa kali media ini, mencoba menghubungi Camat Sreseh. Namun, tidak pernah direspon. Bahkan awak media lpktrankonmasi.com sempat mengirim pesan singkat via What's App-nya, tetapi tidak dibalas. (Ros/Ries)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »