Petambak Bandeng di Sreseh Sampang Cemas ketika Hujan Turun Air Laut Pasang

 


Tanggul Tambak Setelah Dijebbol Oleh Ganasnya Air Laut dan Sungai (Foto: Rossi)


Lpk.Trankonmasi.com SAMPANG - Petambak udang dan bandeng merasa ketakutan, di akhir tahun ketika turun hujan air laut pasang serta air sungai akan meluap ke permukaan. Sehingga membanjiri tambak bandeng dan udang di Desa Marparan, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, Rabu (28/12/2021)


Petambak udang dan bandeng yang secara tradisonal tersebut. Menerapkan sistem tambak tanah yang dekat dengan sungai dan laut, mereka khawatir jika hujan turun air akan meluap melebihi tanggul.

 

Rusman (45) salah satu petambak udang dan bandeng mengatakan, kami memanfaatkan lahan tanah yang dekat dengan laut dan juga sungai. Kami khawatir ketika air laut pasang berbarengan dengan turunnya hujan serta banjir dari Kecamatan Blega, Bangkalan. Kami khawatir air akan jebbol melebihi tanggul seperti bulan November 2021," katanya.


menurutnya, pada bulan November 2021 air laut pasang berbarengan dengan turunnya hujan serta banjir dari Kecamatan Blega mengakibatkan tanggul tambak jebbol dan petambak banyak mengalami kerugian. Seperti, yang dialami oleh petambak Desa Marparan, Desa Disanah, Desa sebu'uk, dan juga Junuk dan mayoritas tambaknya berdekatan dengan laut dan sungai," ucapnya.


Sedangkan Slamet (35) salah petambak juga menambahkan, hingga hari ini banyak petambak udang dan bandeng tradisonal, berlomba-lomba memperbaiki serta meninggikan tanggul tambak, supaya air tidak meluap. 


Slamet yang paham kapan naiknya air laut dan kapan surutnya, dirinya merasa kesulitan untuk memprediksi. Karena, jika turun hujan dan banjir di Kecamatan Blega sulit sekali untuk diprediksi berapa sentimeter naiknya air laut serta air sungai," pungkasnya. (Rosy)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »