Mengabdi Dengan Tulus Tetapi Gaji Tak Terbayar Selama Tiga Tahun Lima Bulan "Kepsek SD Naskat Faan Menahan Gaji Salah Satu Gurunya".



Malra - TR.  Mengabdi dengan tulus tetapi gaji tak terbayar selama tiga tahun lima bulan "Kepsek SD Naskat Faan Menahan Gaji Salah Satu Gurunya".



Kepada media Ini, Kamis (3 Maret 2022) salah satu guru SD Naskat Faan yang berinisial JD, merasa ada kejanggalan atas kebijakan kepala sekolah SD Naskat Faan terhadap dirinya terkait dengan gaji yang tidak terbayarkan oleh kepsek selama 3 tahun 5 bulan namun dirinya tetap setia dan taat terhadap sumpah dan janjinya untuk tetap melaksanakan tugas sebagai guru dengan tetap melaksanakan tugasnya sebagai seorang pengajar.



Sumbernya mengaku,  bahwa dirinya memang pada tahun 2017 lalu mengalami persoalan dalam keluarganya,  maka dirinya pergi ke kota Ambon untuk menjenguk orang tuanya,   karena berhubung saat itu berada pada waktu libur.  Ketika tiba di kota Ambon dirinya melihat orang tuanya yang sudah dalam keadaan kesehatan yang tidak baik (Sakit) maka yang bersangkutan dititipkan di kota Ambon pada sekolah Luar Biasa (SLB) Ambon.


"Pada saat itu beta (saya-red) berangkat ke kota Ambon pas sampai di Ambon beta punya mama dengan anak sendiri dan beta punya mama juga sudah dalam keadaan sakit sakit. Pada saat bulan Agustus beta balik untuk laksanakan tugas maka beta minta gaji di kepsek tetapi kepsek seng kasih maka saat itu beta mengurus kredit untuk berangkat ke Ambon besuk beta punya mama sakit. Di Ambon beta minta titip di SLB karena sekolah disini ada dua fersi yaitu anak inclusif dan karena beta sudah biasa dengan anak anak isclusif".


Dirinya mengaku pada saat di Ambon, saat itu mantan Kadis Pendidikan bapak Klemens Welerubun ada juga di kota Ambon, maka saat itu, Kabid Pendidikan kota Ambon menghubungi Kadis pendidikan kota Malra untuk membahas persoalan yang dihadapi oleh JD dan pada saat itu juga Kadis Malra minta dipertemukan dengan JD dan kepsek dimana JD dititipkan untuk membahas terkait dengan dititipnya JD di sekolah SLB dan Kadis pendidikan Malra menyetujuinya, Namun ketika Kadispen Malra saat itu pindah, maka JD dipanggil oleh kepala sekolah SD Naskat Faan,  dan menurut kepsek SD Naskat Faan bahwa panggilan kepada JD sudah sebanyak 8 kali pemanggilan  namun JD mengaku baru menerima surat panggilan sebanyak 3 kali dan itu pun melalui whatsap milik teman gurunya yang dikirim melalui foto,  maka JD pun kembali ke Tual dan melaksanakan tugasnya di SD Naskat Faan.



JD Pun mengakui bahwa dirinya perna memintahkan gaji dari kepala sekolah karena anaknya yang kuliah membutuhkan biaya tetapi kepala sekolah tidak memberikan bahkan kepala sekolah pun menyampaikan kepada JD bahwa jika ada perintah dari kadis untuk membayar maka kepsek akan membayar gajinya tetapi jika belum ada perintah maka kepsek tidak akan membayarnya.


"Beta perna ketemu beliau karena saat itu beta punya anak yang kuliah butuhkan uang,  maka beta pergi ketemu beliau untuk minta bt punya gaji tetapi beliau menjawab bahwa kalau ada perintah dari kadis baru beliau bayar beta punya gaji tetapi kalau belum ada perintah maka  beliau tidak akan bayar."



Lanjutnya, JD beberapa kali perna ketemu dengan kepsek pada saat jam sekolah untuk memintakan gajinya namun kepsek tersebut hanya menjawab bahwa lagi sibuk dan tidak bisa diganggu, bahkan JD mengaku bahwa namanya tidak terdaftar pada Daftar  Dapodik (Data Pokok Pendidik)  sekolah bahkan segala bentuk tunjangan dari sekolah pun JD tidak mendapatkan.




Berdasarkan pengakuan kepala sekolah tersebut diatas maka kepala dinas pendidikan Malra saat di minta confirmasi oleh tim media ini, kepala dinas menjawab bahwa "Terima kasih atas informasi yang disampaikan dan untuk itu kami masih perlu  mendudukan permasalahan ini dgn jelas dan pasti  dulu melalui kepala sekolahnya", 


Dan Sampai Saat Ini kepala Sekolah SD Naskat Faan belum dapat di confirmasi,tutupnya. (JS)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »