Sosok Siran Pria Teguh Jalani Profesi Sebagai Pedagang di Pasar Mampang Prapatan

 


Jaksel - Trankonmasi.com

Seorang pedagang rempah-rempah di Pasar Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Bisran/Siran begitu akrab disapa. Dalam kesempatan ini beliau menyampaikan bahwa sudah puluhan tahun menggeluti bisnis ini,  (23/3/2022).


Mampang Prapatan adalah pusat kota metropolitan yang dominan hiruk pikuknya," tatanan pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta.” Siran pria berusia 45 tahun adalah: pria orang yang gigih menekuni bisnis lama perdagangan bumbu dan kelapa.


Dia mulai berdagang dengan orang-orang pada tahun 1990-an, yang pada tahun itu dia menginjakkan kaki di ibu kota Jakarta, dengan kehidupan pas-pasan dan bermodalkan semangat dan keuletan alam.


Siran bekerja sebagai pemarut kelapa pada tahun 1990, ia bekerja dengan orang-orang" Siran mengupas kelapa dibayar Rp 150,00 Rupiah/Kelapa. hasil dengan tekad semangat Siran bekerja sebagai pengupas kelapa tua, dia menyisihkan hasil kerja Siran untuk menghemat uang. Siran pria asal Wonosobo Jawa Tengah.



Perjalanan Siran dari waktu ke waktu telah berubah dari tahun ke tahun.Pada tahun 2000-an Siran di percaya oleh bosnya dimana dia bekerja, Siran membuka usaha kelapa tua di pasar Mampang Prapatan.' dengan sistem simpanan/bagi hasil.


Bisnis Siran semakin berkembang hingga Siran menambahkan menu bumbu untuk dipadukan dalam berdagang. Saat itu Siran mendapat ide dari kakaknya Yono, Yono adalah adik bungsu Siran dari 4 bersaudara.


Saya pernah mengalami jatuh bangun dalam bisnis ini. Dari cobaan yang saya alami, itu hampir tidak cukup kuat. Untungnya dari ujian yang saya lalui, ada Mas Tono yang selalu memberikan dukungan kepada saya dan orang tua saya. Baik Mas Tono maupun orang tua saya telah banyak membantu baik pikiran maupun doanya. Saya sudah menganggap Mas Tono sebagai saudara saya sendiri. Jelas siran.


Usaha Siran sudah menyebar sampai dia membuka warung, disertai dengan kepercayaan dan kesabaran. Siran, suami dari pasangan Nuraeni 39 tahun (Neni), Neni berasal dari bogpr Leuwiliang yang mendampingi usaha itu.


Neni istri Siran, dengan sabar menemani suaminya berdagang di pasar secara bergiliran. Siran dan Neni adalah pasangan suami istri yang dikaruniai seorang putri tunggal, Yayuk 24 tahun hingga dewasa dan menikah.


Dalam perjalanan ini, saya hanya bersyukur, sampai saya memiliki rumah untuk ditinggali, tidak seperti dulu Saya merintis kontrak bersama dengan adik saya Yono 42 tahun.


Adikku Yono ulet dan dia sekarang sudah menikah. Dapatkan 1 anak perempuan. Yono adalah bagian terdekat dari keluarga saya,' yang mampu bekerja sama dalam usaha ini. Siran menyimpulkan.


Saidi

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »