Tanimbar : Toleransi Beragama Warnai Pembukaan MTQ



Tanimbar - Trankonmasi.com

Ungkapan toleransi antar Umat beragama yang berlangsung di Manriak Saumlaki Kabupaten Kepulauan Tanimbar propinsi Maluku saling menopang untuk mensukseskan perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIX Tingkat Provinsi Maluku yang mulai berlangsung, Jumat (18/3/2022) malam.


MTQ yang dipusatkan di Lapangan  Mandriak itu, dibuka oleh Gubernur Maluku Murad Izmail ditandai dengan pemukulan  beduk.


Setelah dibuka MTQ Gubernur menyampaikan Terimah kasih kepada panitia tingkat propinsi dan panitia tingkat kabupaten yang mana telah bertanggung jawab dalam mensuksesi MTQ XXIX Kepulauan Tanimbar khusnya bagi panitia dari Tanimbar yang ketua dari kalangan Nasarani.


Peenduduk muslim hanya 4% dari jumlah penduduk bekisar 127 ribuh jiwa, itu berarti jumlah Muslim yang ada hanya berkisar 5 ribuan orang sementara nasarani 96% sesingga Gubenur mengagumkan toleransi antar umat beragama dari kalangan Nasrani yang berada di Kepulauan Tanimbar dengan budaya Duan dan Lolat.


Gubernur berpesan agar perserta kafila untuk mengikuti ajang kompetisi ini dengan menunjukan prestasi dan bakat untuk dapat tampil pada ajang tingkat nasional dan Internasional tetapi juga kepada panitia, Gubernur meminta untuk berikan penilaian yang obyektif kepada peserta yang akan mengikuti lomba nanti.


Sebanyak 411 kafilah dari 11 kabupaten/kota akan mengikuti 7 mata lomba, terhitung Sabtu (19/3/2022) hingga Kamis (24/3/2022) di daerah bertajuk bumi duan lolat itu.



Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon mengatakan, jumlah penduduk Tanimbar sekitar 127 ribu jiwa. Namun, jumlah penduduk yang beragama Muslim hanya 4 persen kurang lebih 5 ribu jiwa.


"Walau begitu, kata Fatlolon  keharmonisan hidup di Tanimbar, merupakan Wujud nyata keberagaman dan kerukunan yang tercermin dari saling menopang antar sesama umat beragama guna menyukseskan perhalatan MTQ XXIX Provinsi Maluku,


Ia mencontohkan, Ketua Panitia MTQ seorang pastor yang juga Wakil Uskup Wilayah Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya serta seorang pendeta yaitu Ketua Klasis GPM Tanimbar Selatan.



"Ini merupakan sejarah baru di Indonesia dan Saya yakin MTQ membawa berkat ditanah yang kita cintai.  Apalagi umat Kristen saat ini masuk dalam Pra Paskah. Walau begitu tidak menghambat pelaksanaan MTQ. Umat Kristen membagi waktu ibadah dan bagi waktu sukseskan MTQ. Ini menunjukan Tanimbar jadi contoh toleransi umat beragama," paparnya.


Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana MTQ XXIX Provinsi Maluku, Pastor Simon Petrus Matruty menyampaikan selamat datang bagi para kafilah dan tamu undangan yang hadir di daerah yang bertajuk Duan Lolat.


"Kami sampaikan selamat datang para kafilah dari 11 kabupaten/kota di Bumi Duan Lolat untuk mengikuti Pelaksanaan MTQ di Suamlaki, yang memiliki keunikan tersendiri karena dilaksanakan di wilayah yang penduduk Muslim hanya 4 persen," ujarnya.


Ia mengatakan, MTQ didukung pemerintah dan seluruh elemen masyatakat di KKT tanpa memandang suku ras dan melihat perbedaan yang ada.

"Masyarakat Tanimbar tetap tunjukkan identitas kebangsaan Bhineka Tunggal Ika di daerah Duan Lolat,” ucapnya.(JS)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »