Tender Proyek Jaringan Irigasi Waduk Nipah Sampang Madura 9,5 M Sedang Proses Penawaran

 


Faris Reza Malik, Korlap Ormas Pro Jokowi Sampang Saat Berada di Waduk Nipah, Montor, Banyuates, Sampang, Madura (Foto: Istimewa)


Lpktrankonmasi.com, SAMPANG - Kementrian PUPR menggelontorkan anggaran hingga 9,5 miliar untuk kelanjutan proyek irigasi Waduk Nipah yang terletak di Desa Montor, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Selasa (05/04/2022)


Berdasarkan pantauan media ini di laman LPSE Kementrian PUPR proyek jaringan irigasi Waduk Nipah tersebut dengan nilai HPS Rp. 9.500.000.000,00. Pada saat ini sedang proses Pembukaan Dokumen Penawaran.


Ada sekitar 17 peserta lelang yang melakukan penawaran. Diantaranya, CV.DUA RAKA AR Rp. 6.589.778.031,80, CV. DIAJENG Rp. 6.810.797.915,00, CV. FORMULA Rp. 7.104.033.019,80, Pilar Jaya Persada Rp. 7.125.000.000,00, CV RAJA NUGRAHA ENGINEERING Rp. 7.170.299.166,69, CV. MEDITYA KARYA Rp. 7.470.818.294,67, MITRA PERKASA Rp. 7.520.003.877,10.


Ada tiga Penyedia Jasa yang melakukan penawaran di angka yang sama yakni Rp. 7.600.000.000,00. CV. Surya Pantai Timur, TRIO CHUPANK, Menara air.


CV. UDETA Rp. 7.600.000.021,35, CV. Karya Perdana Rp. 7.714.984.288,00, CV. HANDAYANI Rp. 8.075.178.272,88, CV. PUJI RAHMAT Rp. 8.542.344.737,17, CV. Burung Nuri Rp. 8.801.165.149,42, CV. CENDANA INDAH Rp. 8.804.065.648,40, CV. BARUNA Rp. 8.981.576.931,66.


Hal tersebut mendapat tanggapan positif dari Faris Reza Malik, Korlap Ormas Projo Sampang, semoga pembangunan irigasi Waduk Nipah segera rampung dan petani bisa menikmati adanya irigasi tersebut. Pastinya, jika proyek irigasi ini rampung maka Kecamatan Banyuates akan menjadi lumbung padi terbesar di Pulau Madura," Jelasnya.


Namun dirinya mewanti-wanti kepada 17 Penyedia Jasa yang ikut menjadi peserta lelang. Jika salah satunya menjadi pemenang, maka harus bekerja sesuai dengan spek. Karena irigasi tersebut untuk jangka panjang warga Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.


"Jangan sampai pembangunannya seperti yang dulu, belum dialiri oleh air. Jaringan irigasinya sudah jebol dan rusak parah," ungkapnya.


Pihaknya juga berharap kepada BP2JK Jawa Timur, agar benar-benar mengevaluasi Penyedia Jasa yang penawarannya di bawah 80%. Serta kepada dinas terkait agar selalu mengawasi pekerjaan Waduk Nipah, kami Ormas Projo juga akan mengawal selaku perwakilan masyarakat," jelasnya.


Sementara itu Wira, PPID Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas saat dihubungi oleh media ini, konfirmasi terkait pekerjaan irigasi Waduk Nipah. Ia meminta agar membuat surat wawancara resmi, setelah itu akan kami sampaikan ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Waduk Nipah, Sampang, Madura," pungkasnya. (Naf/Sur)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »