Showing posts with label BUDAYA DAN WISATA. Show all posts
Showing posts with label BUDAYA DAN WISATA. Show all posts

Apresiasi Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Gelar Pergelaran Seni Budaya Berbasis Komunitas, Fahira Idris: Wajah Jakarta Semakin Berwarna



Jakarta.lpk.Trankonmasi.com.


Dalam rangka menjaga kelestarian seni budaya selalu digelar secara rutin dan selama 5 (lima) tahun terakhir geliat pergelaran seni budaya di Provinsi Jakarta semakin marak terutama lewat berbagai pergelaran-pergelaran seni budaya yang digelar rutin sepanjang tahun dimana basisnya Komunitas di Dinas Kebudayaan Pemprov DKI Jakarta.Selasa.(22/3/22) Pengembangan seni dan budaya memang menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebagai bagian dari upaya untuk memastikan seni budaya tetap menyala di tengah modernitas kota Jakarta.

.

Salah satu pergelaran yang rutin digelar sepanjang tahun adalah Pergelaran Seni Budaya Berbasis Komunitas yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Pemprov DKI Jakarta berkolaborasi dengan penggiat dan komunitas seni budaya Betawi di GOR Ciracas, Jakarta Timur (22/3) yang dihadiri dan buka langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Selain parade silat Betawi, pagelaran seni budaya ini menampilkan tarian rampak bedug, musik gambang kromong, atraksi silat kreasi, atraksi pembuatan dodol Betawi dan golok serta dimeriahkan dengan bazar kuliner dan kerajinan/cinderamata khas Jakarta serta kegiatan sosial donor darah.

.

Anggota DPD RI Perwakilan Pemprov DKI Jakarta, Fahira Idris mengungkapkan selama berpuluh-puluh tahun, Jakarta bukan sekedar ibu kota dan pusat pemerintahan saja tetapi juga pusat segala macam aktivitas terutama menjadi denyut utama aktivitas seni dan budaya. Menurutnya, selama lima tahun terakhir ini predikat Jakarta sebagai pusat seni dan budaya semakin marak dan semakin kuat.

.

“Selama lima tahun terakhir ini wajah Jakarta semakin kaya dan berwarna. Saya mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan dalam pengembangan seni budaya di Jakarta terutama yang diimplementasikan lewat berbagai pagelaran seni budaya yang digelar rutin sepanjang tahun. Event seperti ini membuka kesempatan bagi para pelaku seni dan budaya untuk memunculkan ide, kreativitas dan inovasi-inovasi baru,” ujar Fahira Idris dalam sambutannya pada acara Pergelaran Seni Budaya Berbasis Komunitas di GOR Ciracas, Jakarta Timur (22/3).

.

Menurut Fahira Idris, perkembangan seni budaya dan kemajuan sebuah kota, tidak dapat dipisahkan. Semakin maju sebuah kota maka biasanya semakin berdenyut kehidupan seni budayanya. Untuk konteks Jakarta, tentu tidak dapat dilepaskan dari pengembangan budaya Betawi. Salah satu terobosan yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah pembangunan Pusat Budaya Betawi di Setu Babakan dan Museum Benyamin Sueb serta yang sangat terasa dinamikanya adalah pergelaran seni budaya terutama budaya Betawi sepanjang tahun.

.

“Pergelaran seni budaya terutama berbasis komunitas merupakan ruang bagi pengembangan seni dan budaya itu sendiri. Seperti yang kita ketahui bersama, kebudayaan itu dinamis karena seiring waktu mengalami perkembangan. Oleh karena itu, tanggung jawab kita semua bukan hanya melestarikan tetapi juga mengembangkan budaya,” pungkas Fahira Idris yang sekaligus menyerahkan Bang Japar Award kepala Kepala Dinas dan SKPD di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

.

Pada kesempatan ini, Fahira Idris juga memberikan dukungan dan apresiasi kepada Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta yang telah mengajukan sembilan karya budaya Betawi yaitu: Gambus Betawi; Pencak Silat Gerak Saka; Pencak Silat Sekojor; Pencak Silat Sabeni Tanabang; Sohibul Hikayat; Pencak Silat Troktok; Pencak Silat Pusaka Djakarta; Pencak Silat Mustika Kwitang; dan Pencak Silat Gamblong untuk dicatat sebagai Kekayaan Intelektual Komunal. Perlindungan kekayaan intelektual menjadi bagian penting dalam pembangunan kebudayaan yang akan memberikan kontribusi secara signifikan dalam perkembangan perekonomian khususnya di Jakarta.


( Rhagil234 )

Pengungjung Mengeluh, Taman TWB Sampang Kurang Fasilitas

 


TWB Sampang Yang Terletak di Dalpenang, Sampang, Madura (Foto: Rossi)


Lpktrankonmasi.com, SAMPANG - Warga Sampang berdatangan mengunjungi tempat nongkrong yang lumayan elok. Ialah TWB (Taman Wiyata Bahari) yang terletak di Dalpenang, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Kamis (27/01/2022)


Warga yang mengunjungi TWB, mulai dari kalangan menengah hingga kalangan atas. Pelajar, dan juga para pekerja buruh di Kabupaten Sampang.


  

TWB salah satu taman yang  sangat indah dihiasi dengan bunga-bunga serta lampu-lampu yang berwarna-warni. Namun, masih kekurangan fasilitas umum, seperti toilet dan juga wifi umum. Sehingga taman tersebut terkesan tidak ada fasilitas yang baik terhadap pengunjung ataupun masyarakat sekitar Kota Sampang.


Salah satu pedagang Rozak mengatakan, memang TWB ini sangat ramai pengunjung, dari siang hingga malam. Tapi, toilet umum dan Wi-Fi umum di taman TWB ini tidak ada.


"Sebenarnya ada toilet umum di sebelah selatan. Akan tetapi, selalu tertutup dan digunakan untuk petugas saja," ucapnya. 


Mina dan firman seorang pelajar yang mengunjungi TWB mengutarakan, sebuah taman memang harus ada fasilitas toilet umum. Supaya, ketika pengunjung mau buang air besar atau pengen buang air kecil tidak harus keluar taman.


Menurutnya, yang sangat penting lagi taman yang sebesar ini harus ada Wi-Fi umum. Untuk memberikan kebetahan terhadap pengunjung sekitar taman, lebih tepatnya lagi untuk pelajar yang nongkrong bisa mengerjakan tugas dan menyambungkan Wi-Fi di TWB untuk membrosing tugas sekolah atau kuliah," tukasnya. (Rosy)

Hari Terakhir Pameran Artefak Peninggalan Rosululloh SAW di Sampang Dipadati Pengunjung

 


Pengunjung Memadati Pameran Artefak Peningalan Baginda Nabi Muhammad SAW di Jatra Timur, Banyuates, Sampang ( Foto: Mansur Biro Sampang )


Lpktrankonmasi.com, SAMPANG - Ribuan pengunjung memadati pameran artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW. Pengunjung tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes). Pameran tersebut terletak di gedung Arab Wing's, Desa Jatra Timur, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Minggu (01/23/2022)


Pantauan media ini pengunjung yang memasuki gedung Arab Wing's secara bergantian. Karena, aturan dari panitia diterapkan seperti itu. Untuk, mengantisipasi kerumunan di dalam gedung.


Siti khotijah dan rekanannya selaku pengunjung pameran artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW mengatakan, artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW yang dipamerkan, kami tidak mempermasalahkan asli atau palsu. Karena, kami yakin dengan mengunjungi museum artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW di gedung Arab Wing's ingin mendapat syafaat serta barokah dari Baginda Nabi Muhammad SAW. Walaupun untuk masuk kedalam gedung, diharuskan membeli tiket sebesar lima puluh ribu rupiah. Menurutnya, nominal sebesar lima puluh ribu rupiah tidak mahal. Karena kita beserta rombongan mengharap barokah," katanya.


Sedangkan salah pengunjung juga menjelaskan, insyaallah artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW yang dipamerkan ini asli. Karena, kalau palsu yang pasti akan ditangkap oleh Polisi dan ulama-ulama di Indonesia pasti menentang dan memprotes jika barang ini palsu.


"Saya baca di media, sebelumnya artefak ini dipamerkan di berbagai kota di Indonesia. Sekarang dipamerkan di Madura. Banyak kyai dan tokoh ulama berdatangan, diataranya, KH Abuya Karrar, KH Nurun Tajalla, KH Berisiz KH Mahrus Jrangoan dan juga kyai dari Ponpes Sebaneh, Bangkalan dan juga para ulama yang tidak bisa disebutkan satu persatu" ungkapnya.


Sedangkan Agus Tiadi panitia pameran artefak mengungkapkan, bahwa pameran artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW, akan berakhir pada malam ini. Jadi, mohon diinfokan kepada keluarga yang belum pernah mengunjungi pameran artefak peninggalan baginda Nabi Muhammad SAW.


"Insyaallah artefak yang kami pamerkan asli bukan replika. Karena,  ada bukti sanad dan sertifikat Saudi Commission for Tourism and National Heritage milik Alm KH Abdul Mannan Bin Embong koleksi Museum Artefak Rosululloh (MAR)," tukasnya. (Asur)

Permintaan Ulama: Pameran Artefak Peninggalan Nabi Muhammad SAW di Sampang Diperpanjang

 



KH Nurun Tajalla Pengasuh Ponpes Fadhilatul Qur an Ketapang, Sampang, Madura (Foto: Istimewa)


Lpktrankonmasi.com, SAMPANG - Berdasarkan permintaan ulama yang ada di Madura. Khususnya, di Kabupaten Sampang. Pameran peninggalan Nabi Muhammad SAW, diperpanjang hingga hari Minggu 23 Januari 2022, pameran tersebut terletak di Gedung Arab Wing's Desa Jatra Timur, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Kamis (20/01/2022)


Hal tersebut diungkapkan oleh KH Nurun Tajalla saat usai rapat dengan tokoh-tokoh agama. Diantaranya, KH Karrar Sinhaji, KH Barizi. KH Nurun Tajalla mengatakan, kami sepakat tokoh-tokoh ulama di Sampang. Supaya, pameran artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW diperpanjang.


"Kasian masyarakat yang belum sempat mengunjungi pameran artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW. Supaya, warga tidak usah jauh-jauh ke Mekkah dan juga Turki untuk melihat peninggalan Nabi Muhammad SAW," ungkapnya.


Menurut KH Nurun Tajalla, banyak rumor di luar sana mengatakan bahwa artefak itu palsu dan pameran terkesan dijadikan bisnis. Jadi saya jelaskan, bahwa artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW yang dipamerkan di Jatra Timur itu asli, terlepas rumor di luar itu replika atau palsu. Yang penting niat kita ingin lebih mendekatkan diri pada Allah SWT dan juga kekasihnya Muhammad Rosululloh SAW," ungkapnya.


KH Nurun Tajalla juga menambahkan, kemarin setelah rapat bersama para tokoh ulama. Saya langsung telepon Kepala Desa Jatra Timur dan juga Camat Banyuates, alhamdulillah mereka semua setuju. Tapi, dengan syarat tetap mengikuti Prokes. Serta pengunjung yang berbeda muhrim harus diatur oleh panitia," tambahnya.


KH Nurun Tajalla juga berharap, kepada warga Sampang. Jangan mudah terprovokasi oleh fitnah-fitnah terkait pameran artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW. Karena, ada tiket masuknya juga dipermasalahkan. Itu kan untuk operasional panitia serta sewa gedung dan kebutuhan lainnya," tegasnya. (Ries)

Artefak Peninggalan Nabi Muhammad SAW Akan Segera Dipamerkan di Sampang Madura

 


Lpktrankonmasi.com, SAMPANG - Artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW. Akan segera dipamerkan di gedung Arab Wing's yang terletak di Desa Jatra Timur, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Senin (10/01/2022)


Artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW tersebut, berasal dari koleksi Galeri Warisan Museum Artefak Rasulullah (Galeri Warisan MAR) milik Alm Prof Dr. H. Abdul Manan Bin Embong dan telah teruji kebenarannya karena telah bersertifikasi Saudi Commission for Tourism and National Heritage," dikutip dari CNN Indonesia.


Artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW. Pernah dipamerkan di Islamic Center, Jakarta Utara, Bandung, dan meseum Banten lama. Pada saat pembukaan di meseum Banten lama pembukaannya langsung oleh Wakil Presiden, KH Makruf Amin, pada tanggal 15 Januari 2022 artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW akan segera dipamerkan di Desa Jatra Timur, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.


Pj Kades Jatra Timur, Bambang Joko membenarkan bahwa pada tanggal 15 Januari 2022. Akan ada pameran artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW di Desa Jatra Timur yang akan ditempatkan di gedung Arab Wing. 


"Semoga dengan adanya pameran ini, bisa meningkatkan potensi wisata religi di Madura. Khususnya, di Kabupaten Sampang. Karena, masyarakat Madura 99,99% penganut agama Islam. Insyaallah ribuan warga akan berbondong-bondong datang ke pameran artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW," kata Joko.


Sedangkan Ketua Panitia, Imam Mutik melalui wakilnya Agus Tiadi menjelaskan, pameran artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW yang akan dipamerkan di Desa Jatra Timur ini, kami menggandeng Pemerintah Desa (Pemdes) Jatra Timur. Insyaallah kami jamin ke asliannya, karena pameran ini sudah mengelilingi Indonesia. Saat ini sedang berada di Kota Cirebon di Padepokan anti galau Ust Ujang Bustomi," ucapnya.


Menurut Agus Tiadi, kami juga bahagia dengan adanya pameran artefak Nabi Muhammad SAW. Karena, mungkin baru kali ini saja di Pulau Madura. Semoga dengan datangnya artefak Nabi Muhammad SAW ke Madura, dengan syafaatnya. Bisa membuat Madura tambah maju dan juga makmur.


"Insyaallah ada sepuluh artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW. Diantaranya, sandal Rosululloh dan juga jubah Rosululloh. Kami sarankan untuk pengunjung tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes), seperti menggunakan masker, cuci tangan, dan selalu menjaga jarak," tegasnya.


Perlu diketahui pameran artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW di Jatra Timur, Banyuates, Sampang. Akan dilaksanakan hari Sabtu 15 Januari S/D Rabu 19 Januari 2022, pada jam 09.00 - 21.00. Dengan harga tiket Rp 50.000 (Lima Puluh Ribu Rupiah). (Ries/Sur/Ros)




Kera Nepa di Sampang Kekurangan Makanan, Disporabudpar Sebut Pengelola Tak Setor PAD

 



Monyet di Hutan Kera Nepa Saat Diberi Makan Oleh Pengunjung (Foto: Varies)


Lpktrankonmasi.com, SAMPANG - Ratusan monyet kelaparan akibat kekurangan makanan di wisata hutan kera Nepa yang terletak di Desa Batioh, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Minggu (26/12/2021)


Berdasarkan pantauan media ini, saat pengunjung datang ratusan monyet di hutan kera Nepa berukumun seakan-akan mengharap secuil makanan. Bahkan saking kelaparannya ada beberapa monyet merampas makanan ringan yang dibawa oleh pengunjung wisata hutan kera Nepa.


Salah satu juru kunci hutan kera Nepa mengatakan saat diwawancarai media lpktrankonmasi.com, monyet disini kekurangan makanan mas. Karena selama satu bulan hanya dijatah dua sak makanan, itu tidak cukup.


"Bahkan pernah selama 4 bulan tidak dikirim makanan untuk monyet di hutan kera Nepa oleh dinas terkait ialah Disporabudpar," katanya.


Menurutnya, kami khawatir kalau tetap seperti monyet-monyet di hutan kera Nepa ini menjadi ganas dan menyerang pengunjung, serta mengganggu rumah-rumah warga setempat yang terletak di Desa Batioh dan juga Desa Nepa," ungkapnya.


Dia berharap, agar lebih diperhatikan lagi monyet-monyet yang ada di hutan kera Nepa. Karena ini adalah destinasi wisata unggulan Kabupaten Sampang," harapnya.


Sementara itu H Marnilam, Kepala Disporabudpar Sampang menjelaskan, kurangnya makanan dihutan kera Nepa akibat adanya refocussing anggaran di era pandemi COVID-19.


"Wisata hutan kera Nepa itu banyak pengunjungnya. Namun, pengelola (Pemdes Batioh) tidak mau setor PAD (Pendapatan Asli Daerah) ke Kabupaten Sampang," jelasnya.



Sedangkan Suud Ali, S.H selaku mantan Kepala Desa Batioh menyangkal tudingan Kapala Disporabudpar Kabupaten Sampang. Ia mengatakan, bahwa selama tahun 2017, 2018, 2019, 2020 Pemdes Batioh selaku pengelola wisata hutan kera Nepa selalu konsisten setor PAD (Pendapatan Asli Daerah). Bahkan tahun 2020 saya pribadi menambah dana setoran sesuai dengan kontrak dengan pihak kabupaten, karena pendapatan tidak memadai akibat pandemi COVID-19.


"Tahun 2021 memang kami selaku pengelola belum setor PAD. Karena, pengunjung di hutan kera Nepa mulai berkurang hingga 90% akibat pandemi COVID-19 dan juga PPKM Darurat. Apa yang mau kami setorkan," ujarnya.


Pihaknya juga menambahkan, selama tahun 2021 komunikasi antara Disporabudpar dengan pengelola tidak ada. Jadi selama kami tidak diingatkan untuk menyetor PAD, Jadi sekali lagi saya sampaikan, bahwa dari dulu kami konsisten menyetor PAD. Hanya saja tahun 2021 ada sedikit kendala," (Ries)

*Festival Gedongsongo 2021 dibuka, Kapolres Semarang Ingatkan Masyarat Tetap Memperhatikan Prokes Ketat*




Semarang, lpktrankonmasi.com


“Festival Candi Gedongsongo” kembali digelar Pemkab Semarang melalui Dinas Pariwisata di kawasan wisata Candi Gedongsongo, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Semarang H Ngesti Nugraha SH MH di damping oleh Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika dan Forkopimda Kab Semarang, Selasa (23/11/2021). 


Tujuan kegiatan tersebut adalah untuk mensosialisasikan kembali daya tarik wisata Gedong songo yang fakum selama pandemi, sehingga diharapkan akan berdampak pada meningkatnya perekonomian masyarakat sekitar. Tentunya tetap memperhatikan Prokes yg ketat. Ujar Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika



Selain Kapolres Semarang Bupati Kabupaten Semarang pun memberikan penjelasan bahwa Kabupaten Semarang sekarang ini masuk PPKM Level 1 dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 mencapai 84%, harapannya dengan digelarnya Festival Gedongsongo tahun 2021 ini dapat menampilkan aneka ragam kesenian dan pameran UMKM yang ada di Kabupaten Semarang. Harapannya, dengan adanya agenda ini, dapat menjadi ajang promosi produk UMKM seperti batik, cinderamata maupun produk yang merupakan ciri khas Kabupaten Semarang,” jelas H Ngesti Nugraha.

 

Ditambahkan, festival ini sebagai ajang mengangkat hasil-hasil pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan juga meningkatkan pendapatan asli daerah kita. Pembukaan festival dibuka dengan pemukulan gong dan pembukaan burung merpati oleh Bupati Semarang H N Nugraha diikuti Kepala Disparta Dewi Pramuningsih dan undangan lainnya.


 

Kepala Disparta Dewi Pramuningsih menyatakan, bahwa pelaksanaan Festival Gedongsongo diawali dengan proses membersihkan candi ke satu dengan air suci. Air tersebut diambil dari tiga mata air di Bandungan, Sumowono dan Jambu. Ini niat yang suci untuk menjaga budaya dan kesejahteraan Kabupaten Semarang. Selain itu, untuk melakukan promosi wisata yang aman dan sehat melalui penerapan protokol kesehatan di lokasi wisata Candi Gedongsongo.


(J Trankonmasi Tim)

Peringati 29 Tahun Pengabdian Alumni Akpol’92 Batalyon Pratisara Wirya Gelar Baksos Serentak di 34 Provinsi

Hindari Kerumunan, Baksos Alumni Akpol’92 Batalyon Pratisara Wirya Diberikan Door to Door Untuk Warga Semarang



Semarang - Alumni Akpol Tahun 1992 batalyon Pratisara Wirya gelar baksos untuk warga di Kelurahan Lamper Kota Semarang. Kegiatan bansos bertema “Peduli, Berbagi, Untuk Negeri” khususnya ditujukan untuk fakir miskin, disabilitas, dan masyarakat yang terdampak covid-19. Senin (30/8/2021).

Hadir dalam kegiatan bakti sosial ini Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Abiyoso Seno Aji, Karorena Polda Jateng Kombes Pol Handoyo, Dir Reskrimum Polda Jateng Kombes Pol L. Martian serta para pejabat utama lainnya.



Kegiatan bakti sosial memperingati 29 tahun pengabdian alumni Akpol Tahun 1992 Batalyon Pratisara Wirya ini di selenggarakan di 34 Provinsi di seluruh Indonesia.

“Bulan Agustus tahun 2021 ini bertepatan kami alumni Akpol Tahun 1992 Batalyon Pratisara Wirya memperingati 29 tahun pengabdian,” ujar Wakapolda Jateng Brigjen Pol Abiyoso Seno Aji dalam pers rilis. 

“Jadi kami sudah mengabdi di institusi ini selama 29 lamanya dan amsih diberikan waktu dan kesempatan beberapa tahun kedepan untuk melanjutkan pengabdian kami,” lanjutnya.

Adapun Paket sembako yang dibagikan untuk warga di Kelurahan Lamper Kota Semarang sebanyak 50 paket yang berisi beras, minyak goring, gula, teh, dan mie instan. 

Untuk menghindari kerumunan, paket sembako tersebut dibagikan langsung secara door to door pada masyarakat.



Tak hanya di Kelurahan Lamper Kota Semarang, Bakti sosial juga diberikan untuk Perwakilan  Sangkeng Sejiwa Fondation, ibu Yuktiasih Proborini.

"Matur nuwun bapak-bapak alumni Akpol 92, Bapak Kapolrestabes dan seluruh jajarannya,"tutur Rini.

"Kedepan kami berharap kita masih akan terus menjalin kerjasama,"lanjut Rini.

Sebelumnya kegiatan serupa pernah diselenggarakan pada 1 Agustus dan kembali diselenggarakan pada hari ini (30/8).Wakapolda berharap kegiatan serupa dapat terus digelar. 

“Insyaallah kegiatan ini bukan hanya berhenti sampai dengan hari ini, mudah-mudahan di bulan-bulan berikutnya, tahun-tahun berikutnya tetap akan diselenggarakan kegiatan ini,” tutupnya"

Penulis J Trankonmasi Tim

Kurangi Dampak PPKM Darurat Polda Jateng Gelontorkan Bansos 385.000 ton Beras

Gus Yusuf Minta Polri Giatkan Patroli Cyber Cari Orang Yang Belum Makan Selama PPKM Darurat



Magelang - Polda Jateng distribusikan bantuan sosial pada masyarakat terdampak PPKM Darurat di Ponpes API Tegalrejo, Kabupaten Magelang, (21/7/2021).



Menurut Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi melalui Irwasda Polda Jateng Kombes Pol Mashudi bantuan ini dalam rangka mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat atas pemberlakuan PPKM Darurat. 


"Kita ingin mengurangi dampak dari pemberlakuan PPKM Darurat," katanya.


Adapun bantuan yang di distribusikan oleh Polda Jateng yaitu sejumlah 7.500 kg beras untuk masyarakat Kabupaten Magelang yang secara simbolis diterima oleh Pimpinan Ponpes Api Magelang, Gus Muhammad Yusuf Chudlori.


Total keseluruhan Polda Jateng telah mendistribusikan sejumlah 385.000 ton beras di seluruh Polres di Jawa Tengah. 


"Nanti Polres-lah yang akan membagikan ke masyarakat yang terdampak langsung PPKM Darurat ini,"ucapnya.


Sasaran bantuan tersebut diantaranya masyarakat yang tidak mendapat bantuan langsung tunai (BLT), PKL, para pedagang, dan pekerja di Kabupten Magelang. 


Disisi lain Gus Yusuf Chudlori mengaku berterimakasih dan mengatakan bantuan tersebut akan sangat bermanfaat.


"Bantuan ini akan sangat-sangat bermanfaat dan insyaallah akan didistribusikan pada masyarakat secara sama rata," katanya.


Gus Yusuf menceritakan bahwa sebelumnya telah di whatsapp oleh seorang muridnya untuk meminta bantuan. 


"Saya langsung kepikiran, itu bocah wes WA ke saya brarti betul-betul terdampak gitu Lo,"tuturnya.


"Saya langsung komunikasi dengan Polda agar kalo ada bantuan di segerakan,"terangnya. 


Pada Polda Jateng, Gus Yusuf memberi usul agar para anggota Polri mengatakan patroli cyber untuk mencari orang-orang belum makan.


"Ini yang paling penting karena sekarang banyak sekali contoh anak-anak yang orangtuanya Isoman dan para pendatang yg tidak dapat BLT,"ujarnya.


Gus Yusuf mencontohkan agar para pejabat bisa meneladani sifat Sayyidina Umar, "Pejabat itu jangan tidur sebelum masyarakatnya tertidur pulas jangan sampai ada masyarakat yang kelaparan,"tutup Gus Yusuf.

~Sriyanto Ahmad

Vaksinasi Dosis Kedua Digelar Di Gerai Vaksin Presisi Polres Magelang, Hari Ini


Gerai Vaksin Presisi Di Halaman Mapolres Magelang Melayani Vaksinasi Massal Dosis Kedua

MAGELANG - Vaksinasi dosis kedua dilaksanakan oleh Polres Magelang melalui Gerai Vaksin Presisi yang berada di halaman depan Mako Polres Magelang, Senin (05/07) pagi. 

Kegiatan tersebut menyasar kepada penerima vaksin tahap pertama yang sudah dilakukan oleh Polres Magelang di Pendopo Lapangan Drh. Soepardi beberapa waktu yang lalu. Hal tersebut disampaikan oleh Kasubbaghumas Polres Magelang Iptu Abdul Muthohir, SH.

" Untuk Vaksinasi kedua ini sasarannya sebanyak 170 peserta. Mereka adalah yang sudah melaksanakan vaksinasi pada 3 Juni 2021 lalu," Kata Abdul Muthohir.

Menurutnya peserta vaksinasi tersebut dipanggil kembali untuk melakukan vaksinasi tahap kedua. Dirinya juga menjelaskan jika selama diadakan Gerai Vaksin Presisi dari mulai tanggal 29/06, sebanyak 3.235 orang telah tervaksin.

" Untuk Gerai Vaksin Presisi masih terus kami adakan namun pelaksanaannya bergantian. Menyesuaikan dengan stok vaksin yang ada," lanjutnya.

Seperti diketahui, Polres Magelang terus menggelar vaksinasi masal guna mempercepat program vaksinasi kepada masyarakat di Kabupaten Magelang.

" Untuk vaksinasi ini gratis dan difasilitasi oleh Polres Magelang. Sebagai bagian dari instruksi Kapolri yang mempertahankan target Vaksinasi satu hari satu juta vaksin di Indonesia. Masyarakat silahkan datang dengan tetap memperhatikan prokes ke gerai vaskinasi yang kami sediakan," jelasnya. 

Adapun sasaran utama vaksinasi tersebut yakni pra lansia, lansia, tenaga pendidik dan difabel.

Dirinya berharap nantinya Gerai Vaksin Presisi tersebut dapat dimanfaatkan dan bermanfaat untuk masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi.

Petugas Gabungan Gencarkan Sosialisasi PPKM Darurat




MAGELANG-Memasuki hari ketiga pemberlakuan PPKM Darurat oleh pemerintah pusat, Petugas Gabungan Polres Magelang, Kodim 0705 Magelang, Dishub, dan Satpol PP Kabupaten Magelang menggelar kegiatan patroli skala besar dan Sosialisasi PPKM Darurat kepada masyarakat berupa Penerangan Keliling hari ini, Senin(5/7/2021) dipimpin langsung oleh Kabagops Polres Magelang, Kompol Maryadi,SH 

Patroli petugas gabungan menyasar kepada tempat usaha yang belum sepenuhnya mematuhi ketentuan pemberlakuan PPKM Darurat dan belum mematuhi protokol kesehatan mulai dari sepanjang jalan Soekarno-Hatta, Tanjung -Muntilan, Pasar Muntilan hingga Blabak Kec. Mungkid. 

” Patroli kali ini juga dalam rangka lanjutan Operasi Aman Nisa II yang tujuannya adalah memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” Kata Kompol Maryadi. 

Dirinya menjelaskan jika patroli tersebut akan terus dilaksanakan sampai dengan pemberlakuan PPKM Darurat selesai yakni hingga tanggal 20 Juli 2021. 

Kegiatan tersebut menurut Maryadi, juga mempedomani instruksi Menteri Dalam Negeri, Instruksi Gubernur Jateng dan Instruksi Bupati Magelang berkaitan dengan PPKM Darurat 

“Targetnya nanti sewaktu PPKM Darurat ini selesai angka kasus konfirmasi positif Covid-19 dapat turun hingga 50 persen,” lanjutnya. 

Secara umum dirinya menyampaikan jika pengunjung dan Pedagang pasar yang dijumpai sudah melaksanakan protokol kesehatan dengan memakai masker. 

“Memang terdapat beberapa rumah makan yang masih melayani makan ditempat. Ini perlu kita berikan Sosialisasi agar mereka paham. Untuk itu Satpol PP kita dorong untuk memberikan surat teguran sesuai dengan instruksi Bupati Magelang” jelasnya. 

Dirinya berharap pola hidup sehat dan disiplin  protokol kesehatan dapat dilaksanakan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Hal tersebut semata-mata untuk kebaikan masyarakat itu sendiri sehingga wabah Covid-19 dapat segera berakhir. 

“PPKM Darurat hanya 17 hari, mari kita patuhi bersama-sama,” pungkasnya(Thr).

Suasana Pandemi Pemkab Jepara Gelar Tradisi Syawalan Sedekah Laut 2021 Dengan Sederhana


 

JEPARA, lpktrankonmasi.com

 

Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah menggelar tradisi sedekah laut, gelaran tersebut dilakukan dengan sederhana. Akan tetapi untuk pesta lomban tahun 2021 dibatalkan.

 

Tradisi Lomban di Jepara, Jateng, tahun 2021 ini akan digelar secara sederhana. Tradisi syawalan atau sepekan setelah hari raya Idul Fitri, biasanya di laksanakan secara meriah, namun karena pandemi Covid-19 ini, acara dilaksanakan secara sederhana oleh Pemkab Jepara, dan hal ini sudah diketahui bersama oleh warga masyarakat Kabupaten Jepara dan warga pengunjung dari wilayah Kabupaten tetangga yang biasa hadir dan menonton prosesi lomban, yang juga menjadi agenda wisata tahunan setiap Bulan Syawal di Kabupaten Jepara.

 

Dalam kesempatan itu Kabid kebudayaan pada Disparbud Kabupaten Jepara, Ida Lestari saat dihubungi awak media menjelaskan bahwa acara tersebut tidak melibatkan pengunjung.

 

“Sesi ritual larungan kepala kerbaunya (tradisi sedekah laut) itu tetap, namun lomban ditiadakan, artinya pengunjung yang biasa datang  ke lokasi pantai acara lomban itu ditiadakan. Kalau tradisinya sendiri tetap ada,” katanya, Senin (17/5/2021).

Seperti diketahui pesta lomban sendiri digelar warga di Jepara setiap tanggal 7 Syawal atau sepekan setelah hari raya Idul Fitri. Pesta lomban sendiri merupakan puncak kemeriahan bulan Syawal.

 

Tahun 2021 acara tersebut digelar pada Kamis (20/5) lusa. Namun karena masa pandemi, acara rutin tahunan tersebut digelar secara sederhana.

 

“Kalau sebelum pandemi, misalkan pagelaran wayang kan sehari. Kalau ini simbolis dua jam saja, karena untuk netepi atau mematuhi tradisi larungan itu (tradisi sedekah laut),” jelas Ida.

 

“Untuk biasanya kita ada prosesi, sebelum kepala kerbau ditaruh di kapal Larung itu, ada semacam tari-tarian. Acara yang biasanya yaitu seremoni ditiadakan,” sambungnya.

 

Ida mengatakan nantinya sejumlah kegiatan tetap dilakukan secara terbatas dan menerapkan protokol kesehatan mulai Rabu (19/5/2021). Seperti ziarah ke makam Cik Lanang dan Mbah Ronggo. Kemudian pagelaran wayang saat malamnya, namun pagelaran wayang hanya digelar selama dua jam saja.

 

“Ziarah ke makam leluhur, Cik Lanang dan Mbah Ronggo tetap. Kemudian malamnya pagelaran wayang kulit,  namun dengan catatan wayangnya hanya simbolis saja, mungkin durasi pagelaran hanya dua jam. Setelah itu paginya larungan kepala kerbau. Hanya itu,” pungkas Ida.

 

Penindakan pesta lomban juga diumumkan di akun Instagram Pemkab Jepara. Pada postingannya memberitahukan bahwa, Pemkab Jepara bulan Syawal tahun 2021, tidak menggelar pesta lomban. Sedangkan untuk tradisi sedekah laut digelar secara sederhana dan dengan menerapkan protokol kesehatan.

 

Tahun ini sama dengan tahun lalu, pesta lomban ditiadakan. Tahun 2020 lalu, pesta lomban pun ditiadakan karena pandemi Covid-19 atau Virus Corona. Saat itu, acara tradisi sedekah laut digelar secara sederhana dan menerapkan protokol kesehatan

 

(J Trankonmasi Tim)

Ritual Gumuk Kembang Candisari


Temanggung, lpkTrankonmasi.com

 

Penemuan Gumuk Kembang adalah nama sebuah persawahan di kampung  yang terletak di desa Candisari yang kecamatan Bansari kabupaten Temanggung beberapa tahun oleh warga, diperkirakan merupakan situs zaman Hindu.

 

Situs  Gumuk Kembang ini telah ditemukan oleh warga sekitar di tengah persawahan dekat kampung Candisari.  Penemuan ini menjadi geger di masyarakat seputar.

 

Situs benda purbakala yang berbentuk patung Ganesa, patung berbentuk putri berpayung juga talang (tempat jalan air) terbuat dari batu. Kini benda benda tersebut di simpan di rumah perorangan atas  dasar izin dari dinas purbakala.

 

Sebelum ditemukannya situs purbakala, Gumuk kembang dikenal oleh masyarakat karena misterinya sebagai istana gaib.  Konon menurut masyarakat sekitar,  Gumuk Kembang merupakan tempat berkumpulnya para lelembut juga para leluhur.

 

Kini  di lokasi Gumuk Kembang tersebut dibangun padepokan sehingga banyak diminati oleh pengunjung.  Dengan bergulirnya waktu kini Gumuk Kembang sering dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah termasuk Yogjakarta, Boyolali,Semarang, bahkan dari para budhawan di tanah air.

 

“Biasanya para wisatawan pada setiap malam Ju’mat dan Selasa Kliwon untuk menjalani ritual tertentu  dengan tujuan supaya dikabulkan permintaanya,”kata seseorang pendatang dari Salatiga yang tak mau disebut namanya.

 

“Malu saya kalau diketahui nama saya,” kilahnya.

 “Yang pokok saya terimakasih sama yang maha kuasa apa tujuan sudah terkabul dan nanti pada saat ritual berikut tanggal 9 April hari Jumat Kliwon akan datang sambil nonton wayang di Gumuk Kembang (di punden ) sambil ruatan yang dimimpikan sebelum kejadian.,” pungka.snya


Untuk menarik wisatawan diperlukan campur tangan pemerintah agar Gumuk Kembang bisa menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Temanggung dan menjadi tujuan para turis baik turis domestik maupun turis dari luar negeri.


( Tuyono tmg).


Sarhunta Poles Wajah KSPN Borobudur Berbasis Arsitektur dan Seni Budaya Lokal

Foto : Wawancara Sriyanto Ahmad selaku ketua Forum Jurnalis Independen Magelang (FJIM) dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Sarhunta Borobudur, Ahmad Hendrico Irwam.

  

Magelang, LpkTrankonmasi.com

 

Kamis, (10/12/2020). Melalui berbagai pembangunan infrastruktur dan perumahan bagi masyarakat Kementrian Pekerjaan Umum (PUPR) terus melakukan peningkatan kinerjanya.

 

Sasaran lokasi pembangunannya pun bermacam-macam mulai dari wilayah pedesaan, perkotaan, hingga Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

 

Dalam rangka meningkatkan kualitas rumah di KSPN salah satu program yang dilaksanakan oleh Direktorat Jendral Perumahan Kementrian PUPR dengan melalui Program sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta).

 

Ketua FJIM bersama ketua paguyuban Sarhunta Borobudur (Bapak Joko) dan penerima manfaat program home stay


Hal tersebut dilaksanakan guna meningkatkan swadaya masyarakat untuk mewujudkan rumah layak huni dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di destinasi pariwisata prioritas terutama adalah Kawasan  Strategi Pariwisata  Nasional (KSPN) salah satunya adalah kawasan Strategi pariwisata  nasioanal Borobudur.

 

Menurut Ahmad Hendrico Irwam selaku PPK  Sarhunta Perumahan Kementerian PUPR saat diwawancarai FJIM (Forum Jurnalis Independen Magelang) menyampaikan bahwa jenis kegiatan yang dilaksanakan berupa peningkatan kualitas (PK) rumah dengan tetap memperhatikan budaya serta kearifan lokal (Local Wisdom) dan terdiri dari dua jenis yakni perbaikan rumah tanpa fungsi usaha dengan bantuan sebesar Rp35 juta dan perbaikan serta pengembangan rumah senilai Rp115 juta.

 

Progam anggaran ini sudah sesuai arahan Menteri PUPR DR. Ir. Mochamad Basuki Hadimuljono, M.Sc setelah melakukan kunjungan kerja di Bali yang sebelumnya untuk perbaikan rumah tanpa fungsi usaha (Koridor) sekitar 80 s/d 90 jt dan perbaikan serta pengembangan rumah (Home Stay)  90 s/d  180 jt  dengan alasan agar bisa melakukakn penambahan jumlah Sarana Hunian  Pariwisata (Sarhunta) .

 

“Kami juga mendukung progam pembangunan berbasis kearifan lokal dengan  mengedepankan  arsitektur ciri kas lokal. Pekerja dan material kita ambil dari wilayah setempat proyek di lokasi Borobudur agar tidak terjadi monopoli dan ada pemerataan serta guna meningkatkan pendapatan perkapita daerah sekitar kawasan,”lanjut Rico panggilan akrab Ahmad Hendrico Irwam.

 

Sedangkan untuk membentuk kontinuitas atau kesinambungan ruang publik juga dilaksanakan penataan lingkungan berupa pembangunan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) perumahan berupa jalan lingkungan dan drainase serta penerangan jalan lingkungan. Adapun fasilitas pendukung lain yang disiapkan berupa penunjuk arah, fasad bangunan dan elemen lanskap.

 

"Nantinya masyarakat dapat memanfaatkan hunian yang telah ditingkatkan kualitasnya untuk usaha homestay, workshop, toko, kuliner maupun usaha atau jasa lainnya," ungkapnya.

 

Rico juga menambahkan bahwa Untuk melaksanakan hal tersebut, pihaknya pun telah menetapkan petunjuk pelaksanaan kegiatan peningkatan kualitas rumah swadaya untuk pondok wisata (homestay) dan usaha pariwisata lainnya dalam mendukung KSPN.

 

Kriteria yang menjadi lokasi KSPN adalah adanya kemudahan akses, ketersediaan daya tarik wisata, ketersediaan amanitas, dan kesesuaian ruang zonasi. ( 4  Nop 2020 )

 

 Hal ini sesuai arahan Khalawi Abdul Hamid dalam keterangan secara tertulis kepada pelaksana Sarhunta KSPN Borobudur selaku Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR 


Untuk melaksanakan kegiatan tersebut, Direktorat Jenderal perumahan juga telah menetapkan sejumlah persyaratan untuk para penerima bantuan tersebut antara lain Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah berkeluarga, berpenghasilan maksimal Rp6 juta, menguasai tanah dengan bukti yang sah, memiliki dan menempati rumah yang diusulkan serta berkomitmen mendukung pengembangan pariwisata Indonesia. (05 November 2020 12:43- Med com)

 

Para penerima bantuan juga harus membentuk kelompok, bertanggungjawab secara tanggung renteng, mendukung pariwisata yang ada di daerahnya serta bersedia mengikuti pembinaan pengelolaan usaha pariwisata.

 

 Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan program Sarhunta di KSPN ini sangat diperlukan sebagai pemenuhan akses bagi masyarakat terhadap rumah sebagai pendukung kegiatan pariwisata.

 

"Selain itu juga untuk mengoptimalkan fungsi hunian dan membentuk konektivitas antar bangunan serta penataan lingkungan,"  paparnya.

 

Iqbal/Rangga

 

 

Proyek SARHUNTA KSPN Borobudur Diduga Tidak Sesuai Perencanaan dan tidak Patuhi SMK 3 dan Protokol Kesehatan

 

Foto : FJIM saat melakukan tugas 6 M mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia.” ( pasal 1 angka 1 UU PERS)

 

Magelang, Lpk Trankonmasi.com

                        

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Satuan Kerja Non Vertikal (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Tengah mengucurkan anggaran senilai Rp 58,2 miliar.

 

Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobodur, Jawa Tengah yang terdiri dari Perumahan Baru (PK) dan Peningkatan Kualitas (PK) yang menggenjot upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat Pandemi Covid-19, salah satunya melalui sektor pariwisata.

 

Pembangunan Sarhunta ini dilaksanakan dengan meningkatkan kualitas rumah masyarakat di sepanjang koridor tempat pariwisata sekaligus dapat menjadi homestay bagi wisatawan yang ingin melihat keindahan Candi Borobudur.

 

Hal  ini sesuai dengan apa yang pernah  diucapkan Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan hal itu dalam siaran pers  Sabtu (24/10/2020).

 

"Progam Sarhunta ini sangat bagus untuk mengembangkan tempat wisata di Indonesia sehingga dapat mendatangkan devisa, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal," ucap Khalawi.

 

Apa yang menjadi harapan Bapak Dirjend PUPR bidang perumahan tersebut ternyata diduga jauh panggang dengan api hal ini terlihat ketika Forum Jurnalis Independen Magelang (FJIM) saat berkunjung dan   mewawancarai salah satu kelompok penerima bantuan  progam SARHUNTA Borobudur pada Sabtu (8/11 /2020).


Sebagai insan pers dalam rangka  menjalankan tugas 6 M yang meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia.” ( pasal 1 angka 1 UU PERS)


Dari hasil investigasi, interview dan monitoring FJIM di lapangan serta berdasarkan data fakta di lapangan dan dari nara sumber yang tak mau disebutkan namanya diduga Masyaraktat Penerima Bantuan (MPB) hanya menerima bantuan material dari toko bangunan yang diduga telah ditunjuk oleh Penyelenggara Penerima Bantuan (PPB) dan Penerima Bantuan (PB) diduga tidak diberi Gambar Rencana Tehnis (Drawing) dan tersedianya personel inti yang  berangotakan  ( Fasilitator Tehnis- SKA )  dan Tukang (SKT)  serta mandor yang bersertifikasi sesuai arahan Menteri PUPR karena diduga rata-rata pihak penerima bantuan tidak tahu apa-apa dan dan ada sebagian yang tidak hadir di dalam sosialisasi dan diduga tahunya hanya menerima material serta tenaga pekerja bangunan disuruh mencari sendiri.

 

Hal ini juga  menjadi catatan dari hasil wawancara FJIM  untuk disampaikan kepada penanggung  jawab tehnis dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)   proyek sarhunta  KSPN Borobudur.

 

Foto : Ketua FJIM )Forum Jurnalis Indrpenden Magelang)


Sriyanto Ahmatd selaku ketua FJIM  sekaligus ketua rombongan wartawan FJIM tersebut menyampaikan kepada anggota Forum Jurnalis Independen Magelang bahwa proyek sarhunta KSPN Borobudur ada dugaan tidak sesuai Survei Investigasi Desain (SID) dan Detail Engineering Design (DED) sebab diduga antara hasil survei dan perencenaan ada perbedaan tetapi ada dugaan tidak dilakukan perubahan baik gambar tehnis (Drawing) dan Volume Pekerjaan yang disesuai didalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk dilakukan Addendum atau Change Contract Order (CCO). Yang lebih berbahaya adalah diduga proyek sarhunta KPSN tersebut tidak dilengkapi dengan Safety Plan yaitu proyek yang menerapkan system managemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK 3) yang mana harus ada tenaga ahli K3 di lokasi kerja dan ada dugaan proyek KSPN ini tidak mematuhi protocol kesehatan (Prokes) karena para pekerja tidak dillengkapi APD atau Alat Pelindung Diri yakni masker dan rompi saat melakukan   pekerjaan proyek Sarhunta KSPN Borobudur .


Sedangkan  mengenai pencairan anggaran menurut informasi dari ketua kelompok  Penerima Bantuan  (KPB) ada dugaan yang diterima didalam proyek Sarhunta berbeda contoh untuk Home Stay sekitar Rp.90 juta s/d Rp.180 juta  (vide  sosialisasi sarana progam hunian pariwisata selasa, 30 /06/20)  dan Koridor Rumah Hunian sekitar Rp. 35 juta tetapi pada  kenyataannnya kurang dari anggaran yang telah direncanakan untuk Home Stay sekitar Rp.65 juta dan Koridor rumah hunian sekitar Rp.20 juta dan  ada dugaan monopoli sebab ada dugaan penunjukkan toko materilal tidak merata dan cenderung dimonopoli oleh  salah satu toko yang menjadi distributor atau supplier proyek tersebut .

 


(Tran Team)

 

 

 

 


Peringatan Hari Wayang Nasional 2020, PEPADI Jepara Gelar Pentas Seni Wayang Kulit


 

Jepara, Lpk Trankonmasi.com

 

Jum'at (7/11/2020), dengan didukung oleh Pemda Kabupaten Jepara dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara, dalam rangka memperingati Hari Wayang Nasional tahun 2020 menggelar pentas Seni Wayang Kulit selama 3 hari yang dimulai dari tanggal 7-9 November 2020, dengan acara lomba dalang bocah, lomba tembang macapat,  sarasehan, campur sari, klenengan dan pertunjukan tari-tarian.

 

Para Dalang yang terlibat dalam kegiatan pentas seni wayang kulit antara lain tanggal 7-9 November 2020, dengan acara lomba dalang bocah, lomba tembang macapat,  sarasehan, campur sari, klenengan dan pertunjukan tari-tarian.


 Tampil pula dalam pentas seni tersebut yang bertemakan Wayang Kolaburasi yakni gabungan dari seni wayang kulit, wyang sandosa dan wayang wong dengan dalang Ki. Syarif Gondo Carito, S.Pd., Ki. Danar Iswara, Ki. Ranu Bima Surono, Ki. Agung Suryo Laksono, Ki. Pentol Zakariya dan Ki. Faishol Guno Carito, memainkan judul / lakon Prahasta Kumbakarna Gugur.

 

Pada hari terakhir tanggal 9/11/2020, direncanakan akan menampilkan Wayang Kulit dengan dalang Ki. Dyan Widyono, S.Pd., dengan mengambi lakon Brubuh Ngalengka

 

Tujuan diselenggarakannya pementasan seni wayang kulit dalam memperingati HWN atau Hari Wayang Nasional 2020,  yang telah disahkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia, hal tersebut disampaikan oleh Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Jepara, Hendroyono, S.Sn., yang juga dikenal dengan panggilan Ki. Hendro Suryo Kartiko, saat diminta tanggapannya terkait dengan, pagelaran di pendopo Kabupaten Jepara.

 

“Harapan utama PEPADI dalam peringatan HWN 2020 ini,  kepada semua lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk dapat lebih menghargai dan "melu handarbeni" terhadap seni budaya tradisi, sehingga geliat seni pedalangan dapat dirasakan dan diminati generasi tua dan muda, harapan kedua dimasa pandemi ini, PEPADI dalam pementasan dalang dapat diberikan kelonggaran jam tayang pentas, agar alur cerita wayang dapat dinikmati dengan baik,” imbuhnya.

 


Ketua PEPADI menambahkan “Pengaruh Covid-19 pada masa pandemi, khususnya di dunia pedalangan sangat besar, ibaratnya bernafas dalam ruang hampa, sirkulasi ekonomi dan kreativitas para pelaku seni pedalangan, yang terdiri dari dalang, waranggono, pengrawit dan semua pendukung pertunjukan menjadi tersendat. Walaupun ada kelonggaran pentas, itu pun belum dapat memberikan solusi maksimal, juga bagi masyarakat pendukung seni pedalangan, dengan waktu pertunjukan singkat, mereka menjadi malas nanggap karena tidak merasa puas dengan sajian yang digelar alias " mogol", jadi harapan kami, solusi jitu dari pemerintah, untuk seni pedalangan ada kebijakan yang sesuai dengan cerita pewayangan atau cerita yang disajikan oleh dalang,  satu paket dalam tontonan, tuntunan, untuk tatanan bagi penonton,” pungkasnya.

 

Bantuan dari Pemda Kabupaten Jepara adalah dukungan secara moril dan materiil, dukungan dalam bentuk motivasi, fasilitasi ruang pertunjukan dan dana untuk program PEPADI, baik dalam rangka Hari Wayang Nasional 2020, maupun pertunjukan wayang secara rutin di masyarakat.

 

(J Tim)