Showing posts with label INFRASTRUKTUR. Show all posts
Showing posts with label INFRASTRUKTUR. Show all posts

Jembatan Penghubung Wunlah - Wabar Menjadi Pengalang Aktivitas Siswa Siswi Yang Melintas


Kepulauan Tanimbar - Trankonmasi.com

Pekerjaan ruas jalan Lapen Karatat-Abat Kecamatan Wuarlabobar yang dikerjakan pada tahun 2019 dimasa pemerintahan mantan Bupati Maluku Tenggara Barat,  Drs. Bitzael S Temar,  sampai saat ini tidak terealisasi untuk kesejahteraan masyarakat lebih, khusus bagi masa depan anak bangsa yang berada di desa Wabar Kecamatan Wuarlabobar Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dalam aktivitas mereka di desa Wunlah ibu kota Kecamatan Wuarlabobar.


Ketika dalam pantauan media ini, diketahui jalan tersebut dihalangi oleh jembatan penghubung antara desa Wunlah dan desa Wabar. Jembatan tersebut selama ini tidak perna diperhatikan oleh pemerintah daerah,  bahkan pada tahun 2021 lalu jalan tersebut perna dikerjakan oleh PT ALQYBAR RISKY MANDIRI dalam bentuk pengaspalan,  namun jalan tersebut belum selesai akibat dari pekerjaan tersebut memiliki tahapan pekerjaan secara berkesinambungan.


Perlu diketahui bahwa, jembatan penghubung antara desa Wunlah dan desa Wabar tersebut rusak berat karena bahan yang digunakan berasal dari batang kelapa untuk pembuatan jembatan penghubung tersebut. Namun sangat disayangkan jembatan tersebut telah rusak sehingga menjadi penghalang untuk para siswa - Siswa SMP, SMA yang mengikuti pendidikan di desa Wunlah pun terhalang akibat ketinggian air yang sangat dalam dan sangat mengganggu akses para siswa bahkan masyarakat yang melintasinya.


Diketahui juga bahwa,  bukan hanya jembatan penghubung tersebut yang menjadi kendala,  tetapi ruas jalan juga menjadi kendala bagi masyarakat setempat di pesisir ibu kota Kecamatan Wuarlabobar,  maka diharapkan semoga pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar agar dapat menindak lanjuti keluhan masyarakat lebih khusus untuk menyelamatkan anak anak bangsa yang berada di desa Wabar,  Untuk kelangsungan masa depan mereka yang lebih baik kedepan


Kepala desa Wabar  KecamatanWuarlabobar Kanisius Belwawin ketika diminta tanggapan terkait jembatan penghubung tersebut pihaknya berharap, agar beberapa kepala desa di pesisir ibu kota Kecamatan Wuarlabobar diantaranya, kepala desa Wunlah, kepala desa Wabar, kepala desa kilon,  dan kepala desa Abat, agar bekerja sama untuk menyelamatkan jembatan penghubung tersebut agar dapat dipergunakan sementara bagi masyarakat. ...tutup (JCS )

Aneh Bin Ajaib Enam Ratus Juta Hanya Untuk Pekerjaan Saputeng



Kep. Tanimbar - Trankonmasi.com

Sangat disayangkan program pekerjaan saputeng yang dikerjakan melalui dinas Cipta Karya Kabupaten Kepulauan Tanimbar di berbagai desa di Kabupaten Kepulauan Tanimbar sangat tidak menyentuh masyarakat setempat,  akibat dari sistem pekerjaan yang tidak transparansi antara pihak pendamping dan masyarakat, Rabu (13 - 07-2022).


Anehnya dalam pertemuan antara warga masyarakat dengan para pendamping dari Dinas Cipta Karya Kabupaten Kepulauan Tanimbar, yang bertempat di desa Wunlah Kecamatan Wuarlabobar,  pada hari Selasa,  (12-07-2022) yang mana membuat masyarakat sangat tidak puas dengan sosialisasi dari pihak pendamping Kabupaten Kepulauan Tanimbar,  karena diduga keras ada permainan kong kali kong dalam program pekerjaan saputeng yang anggarannya berjumlah enam ratus dua puluh juta rupiah   (Rp. 620.000.000 ).


Kepala dinas Cipta Karya Kabupaten Kepulauan Tanimbar,  A. Yaolat,  ketika dimintai tanggapan dalam persoalan tersebut pihaknya langsung memerintahkan penanggung jawab untuk turun langsung kelapangan, dan pihaknya telah memerintahkan agar RAB harus diserahkan kepada masyarakat untuk diketahui bersama,



Lucunya, dalam pertemuan  masyarakat bersama pendamping dari Kabupaten,  para pendamping sangat keberatan apabila RAB di perlihatkan kepada masyarakat dan pihaknya sampaikan bahwa siapapun tidak berhak untuk melihat RAB tersebut,


Perlu diketahui bahwa,  anggaran pekerjaan tersebut berjumlah enam ratus dua puluh juta rupiah yang diperuntukkan untuk pekerjaan saputeng di berbagai desa di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, namun dalam anggran tersebut merupakan swadaya masyarakat maka perlu dipertanyakan bahwa sisa anggaran tersebut akan dikemanakan..??? Karena dari anggaran Enam Ratus dua puluh juta tersebut hanya difasilitasi beberapa bahan seperti, semen dan besi sementara bahan material lainnya disiapkan oleh para penerima alias swadaya masyarakat,



Masyarakat desa Wunlah berharap agar melalui dinas Cipta Karya Kabupaten Kepulauan Tanimbar agar dapat melihat, mengawal dan melaksanakan fungsi kontrol yang baik agar pekerjaan tersebut dapat menyentuh masyarakat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, tutup. (JCS)

Mangkraknya Pembangunan Gedung Serba Guna Kecamatan Wuarlabobar, Masyarakat Minta Keadilan Pemerintah Provinsi Maluku


Kepulauan Tanimbar - Trankonmasi.com


Sejak  3 (Tiga) Tahun Mangkraknya pembangunan Gedung Serba Guna di Kecamatan Wuarlabobar Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), yang kian bagaikan tempat ular bersarang, ketika ditelusuri oleh tim media ini, bertempat di desa Wunlah ibu kota Kecamatan Wuarlabobar terkait pembangunan gedung serbaguna Kecamatan Wuarlabobar yang telah dikerjakan sejak 2019 hingga sekarang, namun sampai saat ini bangunan tersebut tidak pernah selesai bahkan berbagai material tersimpan dan kian rusak di dalam gedung tersebut.


Ketika dalam investigasi tim media ini menemukan sejumlah bahan material berupa tripleks yang tersimpan dan hampir rusak di dalam bangunan, bahkan bangunan tersebut ketika dilihat pada volume kerjanya sudah mencapai 65% namun sampai saat ini tidak terealisasi sampai selesai,



Perlu diketahui bahwa,  pekerjaan tersebut dikerjakan salah satu tokoh muda asal Tanimbar Utara yang tidak asing bagi masyarakat Tanut Raya berinisial (PK) dan dikerjakan oleh masyarakat desanya pada tahun 2019 lalu,


Berdasarkan informasi yang diperoleh oleh tim media ini,  bahwa anggaran yang diperuntukkan Untuk pekerjaan tersebut berasal dari provinsi dan dikelolah sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang dulunya dikenal dengan  Kabupaten Maluku Tenggara Barat,


Masyarakat Wuarlabobar saat ini menanti pekerjaan tersebut agar tidak bagaikan sarang ular dan tidak mengotori daerah perkantoran di Kecamatan Wuarlabobar karena, gedung serbaguna tersebut berada dikelilingi oleh perkantoran di ibu kota Kecamatan Wuarlabobar,  bahkan  dikelilingi oleh rumput yang tebal dan tidak perna terawat 

lokasi gedung serba guna tersebut yang Mangkrak sampai dengan saat ini,


Dengan kinerja seperti ini maka,  masyarakat mengharapkan agar pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Maluku agar dapat membuka hati, kuping, dan mata untuk melihat Mangkraknya pembangunan gedung serba guna tersebut,  sehingga tidak akan menghabiskan keuangan negara yang dipakai oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab nantinya.


Sampai berita ini diturunkan, penanggung jawab pekerjaan gedung serbaguna guna berinisial (PK) belum Sempat diconfirmasi.


 JCS

Belum Genap Enam Bulan Ruas Jalan Karatat Wunlah Kecamatan Wuarlabobar Rusak Berat


Kepulauan Tanimbar – Trankonmasi.com


Kondisi ruas jalan Karatat – Wunlah Kecamatan Wuarlabobar sangat memprihatinkan dan penuh dengan lempengan pada bagian jalan. Hal tersebut berdasarkan pantauan dari awak media ini, Kamis (26/05/2022).


Ketika ditelusuri oleh tim media ini, sangat disayangkan ruas jalan Karatat-Wunlah yang baru saja dikerjakan belum genap setengah tahun ternyata sudah rusak dan pecah pecah pada jalan tersebut, sehingga terlihat secara jelas kerusakan yang terjadi. 


Melihat data dari link lpse Kabupaten Kepulauan Tanimbar pekerjaan tersebut dikerjakan oleh PT ALQYBAR RESKY MANDIRI dengan Nilai Kontrak : Rp. 6.477.178.290,00 dengan sumber dana dari APBD TA 2021. Pengerjaan Proyek Peningkatan Jalan karatat – Abad Lapen  (DAK) mulai dikerjakan pada tahun 2021 dan berakhir pada Maret 2022. Namun ironisnya belum genap setengah tahun jalan tersebut rusak. Dan ketika ditelusuri oleh tim media ini ternyata ketebalan aspal yang dipergunakan oleh PT. ALQYBAR RESKY  MANDIRI sangat tipis bahkan pada bagian pecahan jalan tersebut ternyata tidak ditemukan bebatuan yang dipakai untuk memperkuat jalan tersebut namun hanya terdapat timbunan pasir yang ada pada lapisan dalamnya, hal ini dapat diduga PT. ALQYBAR RESKY MANDIRI bekerja tanpa mengikuti tender proyek yang telah ditetapkan sebelumnya oleh pihak pemerintah  daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar. 

Rusaknya jalan tersebut tidak hanya merugikan materinamun juga mengancan keselamatan bagi pengguna jalan. Masyarakat yang dirugikan dapat menggugat Dinas Pekerjaan Umum (DPU). 


Dengan kinerja seperti ini maka,  tentu dapat mengorbankan masyarakat yang nantinya akan melintas dijalan tersebut, dan kepada pihak  pemerintah daerah Kabupaten kepulauan Tanimbar diharapkan mampu menelusuri secara baik pekerjaan tersebut karena diduga ada yang tidak beres dalam pekerjaan ruas jalan Karatat-Wunlah yang jauh diluar tender pekerjaan dengan menggunakan anggaran negara yang begitu besar jumlahnya.


Pengerjaan Proyek Peningkatan Jalan Karatat – Abad Lapen dapat diduga pengerjaan yang asal jadi dan diduga kurangnya system pengawasan baik dari dinas terkait maupun konsultan pengawas. 

Melson Masela Sebagai salah satu tokoh pemuda Kecamatan Wuarlabobar dalam tanggapannya berharap agar sebagai tokoh muda jangan jadikan proyek besar ini lahan untuk keuntungan semata dan hasil pekerjaan yang tidak memuaskan masyarakat di Kecamatan Wuarlabobar, pikiran saya semua proyek ini harus dikaji dan dilihat oleh pemerintah terkait proyek jalan Karatat - Wunlah.


Sampai berita ini diturunkan pihak perusahan PT. ALQYBAR RESKY MANDIRI belum sempat dikonfirmasi,. (JCS)

Lagi Lagi Salah Satu Masyarakat Kecamatan Kei Besar Mengapresiasi Kinerja PT. Kobi Indah Sejahtera Terkait Pekerjaan Ruas Jalan Elat - Waur

 


Malra - Trankonmasi.com

Terima kasih kepada PT.  Kobi Indah Sejahtera atas berbagai upaya dan kerja keras dalam melaksanakan pekerjaannya sehingga  masyarakat Kei Besar merasa nyaman dengan aktifitas Berkendaraan. Kepada media ini, ON salah satu warga masyarakat Elat Kecamatan Kei Besar Yang tidak mau namanya dibeberkan dalam berita ini sangat berterima kasih kepada PT. Kobi Indah Sejahtera atas berbagai upaya yang telah dilakukan oleh PT. Kobi Indah Sejahtera untuk menjawab keluhan masyarakat Kei Besar, Minggu (15-05-2022).


Menurutnya sebagai masyarakat kecamatan Kei Besar ON sangat berterima kasih karena pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT.  Kobi Indah Sejahtera tersebut memang agak lambat tetapi biar lambat yang penting hasilnya baik, ucap ON.


" Tidak apa-apa biar PT. Kobi Indah Sejahtera kami lihat sangat lambat Tetapi hasilnya memuaskan kami,  sehingga sebagai masyarakat Elat Kecamatan Kei Besar saya berterima kasih kepada PT. Kobi Indah Sejahtera, semoga kedepannya lebih semangat lagi dalam setiap proses pekerjaan."


Lanjutnya, Jalan Elat-Waur yang sebelumnya dilaksanakan oleh perusahaan semula sangat membuat masyarakat tidak merasa nyaman ketika melintas dijalan tersebut tetapi ketika dimulainya pekerjaan penimbunan ruas jalan oleh PT. Kobi Indah Sejahtera maka kini masyarakat mulai mendapatkan pelayanan berlalu lintas dengan penuh nyaman walau terlihat belum selesai namun sangat memuaskan, sehingga kami mulai berkendara tidak lagi berjoget jogetan dijalan tersebut, tutur ON,



Ditanyakan terkait seperti apa harapannya kedepan sebagai masyarakat terkait dengan PT. Kobi Indah Sejahtera, ON berharap agar perusahaan perusahaan seperti PT. Kobi Indah Sejahtera ini perlu dipegang oleh pemerintah daerah Kabupaten Maluku Tenggara agar dapat bekerja sama untuk pembangunan Otonomisasi daerah Maluku Tenggara sehingga perusahaan perusahaan yang sebelumnya bekerja hanya bagaikan asal asalan tersebut tidak perlu diberikan lagi sehingga pada akhirnya merusak nama baik pemerintah lebih khususnya pemerintahan Bupati Maluku Tenggara Hj Thaher Hanubun dan Wakil Bupati Maluku Tenggara Petrus Beruatwarin, tutupnya.(JCS)

Rawan Kecelakaan Pekerjaan Jalan Nasional PPK 3.1 Madura Amburadul

 


Gambar diambil saat pemasangan U-ditch di Wilayah PPK 3.1

Lpktrankonmasi.com, SAMPANG - Menjelang arus mudik Lebaran Idul Fitri 2022. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN Jatim Bali) melakukan perbaikan jembatan, ialah pemasangan U ditch di jalan nasional Pantura Madura.


Pemasangan U ditch tersebut berlokasi di Desa Banyusokah, Kecamatan Ketapang dan juga Desa Trapang, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang. Disinyalir pekerjaannya amburadul dan beberapa warga menjadi korban akibat pekerjaan tersebut.


Seperti yang dialami oleh Imron (33) saat menggunakan roda empat, melewati jembatan yang baru dipasang U-ditch. Mobilnya oleng akibat pemasangan aspal yang tidak rata.


"Aspalnya itu mas terlalu menggunung. Bagaikan Polisi tidur, jadi kalau kecepatan 70 KM/jam itu sangat bahaya. Saya khawatir karena kalau tidak diperbaiki bisa terjadi hal yang tidak diinginkan," kata Imron.


Hal yang sama juga dialami oleh Mansur, ketika mobilnya melaju kencang dari arah Ketapang. Setibanya Desa Banyusokah di jembatan yang baru dipasang U-ditch yang pengaspalan tidak rata, tiba-tiba mobil yang dikendarainya terbang dan oleng. Beruntung tidak ada mobil dari arah berlawanan, namun karet skok belakang mobil yang dikendarainya lepas," terang Mansur.


Beberapa cuitan warga Pantura juga muncul di media sosial, seperti yang dikatakan oleh Fendi Persebes salah satu akun Facebook. Ia mengatakan, jalan yang di Lobuk, Trapang dan di Banyusokah dikerjakan dengan abal-abal tidak enak bagi roda dua dan empat. Karena gundukan aspalnya gak rata," tulis Fendi dalam komentar Facebook


Hal serupa juga disampaikan oleh akun Facebook Babah Sipit, "Kalau di perbatasan Trapang Lobuk lakar aloncak sudah ada korban bro reng Jatra, lokah kappi naik motor" (bahasa Madura) yang artinya " Kalau di perbatasan Trapang Lobuk, jembatan yang baru direhab bikin kendaraan melompat, sudah ada korban kecelakaan orang Desa Jatra Timur. Dengan luka yang agak parah, dia menggunakan motor," kata Babah Sipit.


Sedangkan Farid, Penilik wilayah Nepa-Batu Lengir BBPJN Jatim Bali wilayah 3.1 mengatakan, bahwa saya sudah laporan ke kantor termasuk ke Pak Candra PPK 3.1. Saya sudah menyampaikan bahwa memakan korban, jadi sampaikan langsung aja ke beliau Candra Hervin Subandriyo selaku PPK 3.1 Madura," ujarnya via What's App.


Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK 3.1), Candra Hervin Subandriyo memilih bungkam dan enggan mengangkat telepon jurnalis yang hendak melakukan konfirmasi, terkait pekerjaannya yang disinyalir dikerjakan tidak sesuai spek. (Varies)

Warga Tidak Dilibatkan, Proyek Jembatan BBPJN Jatim Bali Diberhentikan Warga Trapang Sampang

 


Pekerjaan Proyek Jembatan BBPJN Jatim Bali Saat Diberhentikan Warga Trapang, Sampang (Foto: Varies)


Lpktrankonmasi.com, SAMPANG - Pekerjaan proyek jembatan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN Jatim Bali) ialah pemasangan U ditch diberhentikam warga Desa Trapang. Proyek jembatan tersebut terletak di perbatasan Kabupaten Sampang dan Bangkalan, Sabtu (16/04/2022)


Karena tidak ada rambu-rambu lalu lintas dan tidak melibatkan warga setempat serta tidak ada petugas Kepolisian ialah bagian Lantas. Akhirnya puluhan warga memberhentikan pekerjaan tersebut sekitar 3 jam lamanya. 


Cipto, mantan Sekdes Trapang mengatakan, pekerjaan seperti ini seharusnya ada rambu-rambu yang lengkap seperti lampu yang terang. Banyak pengendara roda empat dan dua hampir menabrak alat berat. Kalau ada kecelakaan siapa yang harus tanggung jawab. 


"Selain itu harus melibatkan warga sekitar utamanya warga Desa Trapang. Para pekerja proyek juga tidak mematuhi K3, jadi sementara pekerjaan ini harus berhenti. Kami berharap ada itikat baik dari pelaksana proyek, harus paham adat ketimuran jangan sembarangan bekerja. Jadi harus Kulo Nuwon," katanya.


Sementara itu Ridho, pengawas Jalan Nasional di wilayah 3.1 Tanjung Bumi - Sumenep menuturkan, bahwa saya hanya pengawas. Saya diperintah langsung oleh Candra Hervin Subandriyo selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK 3.1).


"Katanya Pak Candra sudah pamit ke Kepala Desa Trapang sebelum melakukan pekerjaan pemasangan U ditch," tuturnya.


Setelah Mantan Kades Trapang dan juga PJ Kades Trapang dimintai keterangan. Mereka menjelaskan, bahwa Candra Hervin Subandriyo tidak pernah melakukan komunikasi," jelasnya.


Sedangkan H Malik pelaksana lapangan PT Cahaya Indah mengungkapkan, bahwa kami hanya dimintai tolong oleh PPK 3.1. Jadi sistemnya mereka membayar jasa ke kami, itu semua kewenangan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK 3.1)," singkatnya.


Dikarenakan di lokasi proyek puluhan warga mulai berdatangan. Akhirnya anggota Polsek Banyuates datang ke lokasi proyek dan terjadi musyawarah. 


Berdasarkan informasi yang media ini himpun, bahwa dalam Minggu ini. Candra Hervin Subandriyo akan mendatangi kediaman Kepala Desa Trapang, dan pekerjaan proyek jembatan dilanjutkan kembali. Dengan dikawal ketat anggota Polsek Banyuates Sampang. (Ries)

Tender Proyek Jaringan Irigasi Waduk Nipah Sampang Madura 9,5 M Sedang Proses Penawaran

 


Faris Reza Malik, Korlap Ormas Pro Jokowi Sampang Saat Berada di Waduk Nipah, Montor, Banyuates, Sampang, Madura (Foto: Istimewa)


Lpktrankonmasi.com, SAMPANG - Kementrian PUPR menggelontorkan anggaran hingga 9,5 miliar untuk kelanjutan proyek irigasi Waduk Nipah yang terletak di Desa Montor, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Selasa (05/04/2022)


Berdasarkan pantauan media ini di laman LPSE Kementrian PUPR proyek jaringan irigasi Waduk Nipah tersebut dengan nilai HPS Rp. 9.500.000.000,00. Pada saat ini sedang proses Pembukaan Dokumen Penawaran.


Ada sekitar 17 peserta lelang yang melakukan penawaran. Diantaranya, CV.DUA RAKA AR Rp. 6.589.778.031,80, CV. DIAJENG Rp. 6.810.797.915,00, CV. FORMULA Rp. 7.104.033.019,80, Pilar Jaya Persada Rp. 7.125.000.000,00, CV RAJA NUGRAHA ENGINEERING Rp. 7.170.299.166,69, CV. MEDITYA KARYA Rp. 7.470.818.294,67, MITRA PERKASA Rp. 7.520.003.877,10.


Ada tiga Penyedia Jasa yang melakukan penawaran di angka yang sama yakni Rp. 7.600.000.000,00. CV. Surya Pantai Timur, TRIO CHUPANK, Menara air.


CV. UDETA Rp. 7.600.000.021,35, CV. Karya Perdana Rp. 7.714.984.288,00, CV. HANDAYANI Rp. 8.075.178.272,88, CV. PUJI RAHMAT Rp. 8.542.344.737,17, CV. Burung Nuri Rp. 8.801.165.149,42, CV. CENDANA INDAH Rp. 8.804.065.648,40, CV. BARUNA Rp. 8.981.576.931,66.


Hal tersebut mendapat tanggapan positif dari Faris Reza Malik, Korlap Ormas Projo Sampang, semoga pembangunan irigasi Waduk Nipah segera rampung dan petani bisa menikmati adanya irigasi tersebut. Pastinya, jika proyek irigasi ini rampung maka Kecamatan Banyuates akan menjadi lumbung padi terbesar di Pulau Madura," Jelasnya.


Namun dirinya mewanti-wanti kepada 17 Penyedia Jasa yang ikut menjadi peserta lelang. Jika salah satunya menjadi pemenang, maka harus bekerja sesuai dengan spek. Karena irigasi tersebut untuk jangka panjang warga Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.


"Jangan sampai pembangunannya seperti yang dulu, belum dialiri oleh air. Jaringan irigasinya sudah jebol dan rusak parah," ungkapnya.


Pihaknya juga berharap kepada BP2JK Jawa Timur, agar benar-benar mengevaluasi Penyedia Jasa yang penawarannya di bawah 80%. Serta kepada dinas terkait agar selalu mengawasi pekerjaan Waduk Nipah, kami Ormas Projo juga akan mengawal selaku perwakilan masyarakat," jelasnya.


Sementara itu Wira, PPID Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas saat dihubungi oleh media ini, konfirmasi terkait pekerjaan irigasi Waduk Nipah. Ia meminta agar membuat surat wawancara resmi, setelah itu akan kami sampaikan ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Waduk Nipah, Sampang, Madura," pungkasnya. (Naf/Sur)

Warga Madura Apresiasi BP2JK Jatim Tender Jalan Tanjung Bumi Dievaluasi Ulang

 


Pekerjaan Proyek Jalan PT Amin Jaya Karya Abadi di Pantai Utara Pulau Madura (Foto: Istimewa)


Lpktrankonmasi.com, SAMPANG - Masyarakat Pulau Madura sangat mengapresiasi BP2JK Jawa Timur karena telah bekerja secara profesional dan melakukan evaluasi ulang tender proyek Jalan dan Jembatan Tanjung Bumi - Pamekasan - Sumenep senilai 42 miliar, Kamis (24/03/2022)


Diketahui sebelumnya tender Jalan dan Jembatan tersebut dimenangkan oleh PT Amin Jaya Karya Abadi yang penawarannya dibawah 80% Rp. 30.140.689.200,00.


Anam, warga Pantura Sokobanah, Sampang mengapresiasi BP2JK Jatim karena telah mengevaluasi ulang tender proyek yang dimenangkan oleh PT Amin Jaya tersebut.


"Karena pada tahun 2021 pekerjaan PT Amin Jaya tidak bagus, baru saja diperbaiki belum genap setahun sudah banyak yang rusak dan retak-retak," kata Anam. 


Menurut Anam, langkah BP2JK Jatim melakukan evaluasi ulang. Adalah langkah yang benar, karena selaras dengan keinginan masyarakat.


"Semoga dalam proses evaluasi ulang ini, bisa dimenangkan oleh penyedia jasa yang tidak mengedepankan untung yang besar, serta lebih memikirkan jangka panjang untuk masyarakat Pantai Utara (Pantura) Madura," ungkap pemuda yang aktif di Ormas Pemuda Pancasila tersebut.


Hal senada juga disampaikan oleh Khairul Kalam, Tim investigasi LSM JCW Jawa Timur, segala pekerjaan proyek jalan yang dilaksanakan oleh PT Amin Jaya Group, rata-rata semuanya hancur. Namun, kenapa setiap ada pekerjaan proyek jalan di Madura PT Amin Jaya selalu dimenangkan oleh Pokja dan dinas terkait. Kalau tidak ada konspirasi jahat tidak mungkin seperti itu.


"Contohnya di Kabupaten Pamekasan proyek jalan Pangantenan - Bujur yang anggarannya puluhan miliar dimenangkan oleh PT Amin Jaya Karya Abadi. Belum satu tahun sudah banyak yang rusak, jadi wajar kalau BP2JK Jatim melakukan evaluasi ulang tender jalan dan jembatan Tanjung Bumi - Pamekasan - Sumenep," tegasnya. (Ries)

Disinyalir Proyek Setan di Marparan Sreseh, Camat Hingga PJ Kades Kebingungan

 



Lpktrankonmasi, SAMPANG - Proyek Penyulingan air tidak dilengkapi dengan papan keterbukaan publik, disinyalir proyek tersebut adalah proyek setan atau siluman. Pasalnya tidak jelas sumber anggarannya. Proyek tersebut terletak di Desa Marparan, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/03/2022)


Warga sekitar kebingungan perihal adanya proyek penyulingan air tersebut. Karena tidak jelas sumber anggarannya dari mana, entah itu dari APBD maupun APBN.


Arif, Camat Sreseh saat dimintai keterangan oleh media ini. Pihaknya kebingungan, ia mengatakan, saya juga tidak tau kalau ada pembangunan penyulingan air di Desa Marparan. Karena selama ini tidak ada laporan terhadap kantor Kecamatan Sreseh.


"PJ Kades juga kebingungan. Perihal proyek penyulingan air yang ada di Desa Marparan. Bahkan tidak ada laporan kepada PJ Kades Marparan," singkat Arif.


Sementara itu Wasis warga Labuhan, Sreseh yang diduga pemilik proyek penyulingan air tersebut saat diwawanncarai media ini, dia memilih irit berbicara bahkan terkesan melempar pembicaraan. Disinggung terkait anggaran, ayo kita bisik-bisik aja dik," ucap Wasis.


Setelah itu media ini mencoba menghubungi Wasis melalui jaringan selulernya. Namun, hingga saat ini tidak merespon. 


Sedangkan Elman, warga Marparan mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sampang dan juga DPRD, seharusnya juga ikut memperhatikan terkait pembangunan-pembangunan yang ada di Kabupaten Sampang. Meskipun dana ini tidak bersumber dari APBD. Supaya masyarakat bisa tau anggarannya dan bangunannya berkualitas," tegasnya. (Rosy/VRM)

PJ Kades dan Camat Bungkam, Proyek Penyulingan Air di Desa Marparan Sreseh Tidak Jelas

 


Bangunan Proyek Penyulingan Air Yang Tidak Jelas Terletak di Desa Marparan, Sreseh, Sampang (Foto: Rossi)


Lpktrankonmasi, SAMPANG - Terdapat proyek Penyulingan air yang tidak jelas dari mana aliran dananya, karena tidak dilengkapi dengan papan nama atau papan keterangan. Proyek tersebut terletak di Desa Marparan, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, Senin (14/03/2022)


Warga setempat kebingungan dengan adanya proyek tersebut, selain tidak ada papan namanya juga tidak ada sosialisasi untuk program selanjutnya.


Elman salah satu warga Desa Marparan Sreseh mengatakan, mungkin proyek  pembangunan ialah proyek penyulingan air asin menjadi air tawar. Karena sebelumnya kami tidak tau, bangunan tersebut mau dibuat apa.


 "Namun, berdasarakan isu-isu yang tersebar ke warga sekitar proyek tersebut adalah penyulingan air," singkatnya.


Hingga berita ini diterbitkan Camat Sreseh dan PJ Kades Marparan lebih memilih bungkam dan kompak tidak membalas saat jurnalis Lpktrankonmasi.com mengkonfirmasi melalui jaringan selulernya.


Bahkan media ini sempat beberapa kali mendatangi kantor Kecamatan Sreseh. Namun, keduanya tidak berada di tempat. Baik itu Gofur, PJ Kades Marparan dan juga Arif, Camat Sreseh, Sampang, Madura, Jawa Timur. (Rossi/RS)

Baru Seumur Jagung Proyek Jalan PT Amin Jaya di Pantura Sampang Sudah Rusak


Kondisi Jalan Berlubang Tepatnya di Jembatan Batu Kembang, Banyusokah, Ketapang, Sampang (Foto:Varies)


Lpktrankonmasi.com, SAMPANG - Proyek preservasi jalan di Pantai Utara (Pantura) yang dikerjakan oleh PT Amin Jaya Karya Abadi sudah rusak dan tidak melakukan pemeliharaan setelah PHO. Jalan yang rusak tersebut tepatnya di kilometer (KM) 78+300 Jembatan Batu Kembang, Desa Banyusokah, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Senin (14/03/2022)


Berdasarkan pantauan media ini jalan nasional di Pantura yang baru seumur jagung dikerjakan oleh PT Amin Jaya Karya Abadi di beberapa titik sudah mulai mengelupas dan rusak. Salah satunya di Jembatan Batu Kembang, Banyusokah.


Dikutip dari media lokal PetaJatim.co, Proyek pemeliharaan jembatan tersebut dikerjakan oleh PT. Amin Jaya Karya Abadi dan merupakan bagian dari item pengerjaan proyek preservasi ruas jalan nasional Sampang-Pamekasan-Sumenep senilai Rp 8,422 miliar. Hanya saja, saat ini kondisi jembatan sudah berlubang.


Hanafi, Wakil Sekretaris Projo Sampang mengatakan, padahal itu baru diperbaiki pada bulan Desember 2021. Akan tetapi, jalan di jembatan batu kembang sudah berlubang dan membahayakan pengendara baik itu roda dua maupun roda empat. 


"Sementara lubang tersebut dikasih tumpukan pasir yang dibungkus dengan plastik. Karena, sangat membahayakan pengendara. Bahkan sebelumnya ada pengendara yang jatuh," ujarnya.


Hanafi juga menambahkan, bahkan pengaspalan di jalan nasional tepatnya di Desa Jatra Timur, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang ada dugaan unsur kesengajaan (dolus) mengurangi volume pekerjaan dn spesifikasi 

teknis, serta disinyalir addendum/CCO tidak sesuai ketentuan Perpres 16 Tahun 2018 Tentang 

Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.


Menurutnya, kondisi seperti ini miris sekali. Kami berharap aparat penegak hukum segera bertindak. Yaitu Kejati Jatim, karena beberapa waktu yang lalu kami telah melaporkan proyek jalan nasional yang dimenangkan oleh PT Amin Jaya Karya Abadi dengan penawaran Rp. 26.215.926.000,00.


Sementara itu Kasipenkum Kejati Jatim melalui pesan WA ke rekanan jurnalis Editor.id mengatakan, sekarang laporan tersebut sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat Pamekasan. Yaitu, Kejari Pamekasan," Jelas Fathur Rohman.


Sedangkan Kasi Pidsus Kejari Pamekasan melalui tim penyidik, Munarwi melalui sambungan selulernya mengatakan, bahwa yang laporan dari Ormas Projo. Belum kami terima dari Kejati Jatim, yang kami terima hanya laporan dari LSM LKPK.


"Namun, setelah kami cek ternyata sudah ditangani oleh Polda Jatim dan juga Kejati Jatim. Mungkin dulu laporannya itu bersamaan, ke Polda dan juga Kejaksaan Tinggi," ungkapnya.


Berselang beberapa menit kemudian. Munarwi mengirim foto laporan yang diterima dari Kejati Jatim. Diantaranya terdapat laporan pada 11 Januari 2022 perihal laporan pengaduan tindak pidana korupsi pembangunan jalan Pengantenan - Bujur, Kabupaten Pamekasan.


Berdasarkan pantauan media ini proyek jalan Pengantenan-Bujur dikerjakan oleh PT Amin Jaya Karya Abadi dengan harga penawaran Rp.23.902.123.685,00. (Ries)

Keberhasilan Jokowi, dari Layanan Internet, Eksport, Hingga 1 Juta Perumahan Untuk Rakyat Telah di Realisasikan

 


JAKARTA - TRANKONMASI

 Infrastruktur Internet Era Jokowi Dinilai Luas dan Merata. Pada tahun 2019, survey Indonesia Milenial Report menyebutkan 90,1% publik puas dengan layanan Internet di Indonesia. (12/3/2022).


Perhatian Presiden Jokowi terhadap perkembangan teknologi digital begitu tinggi, Hal ini dibuktikan dengan terus digencarkannya pembangunan infrastruktur internet di Indonesia. 


Jokowi telah menargetkan pembangunan jaringan 4G di 12.548 Desa dan Kelurahan. Ini dilakukan untuk menjaga pertumbuhan start-up lokal di era industri 4.0


Selain itu, Indonesia. Pada Tahun 2021, mendapatkan rekor Nilai EKSPOR Terbaik Sepanjang Sejarah Indonesia. "Ekspor meningkat sangat tinggi di tahun 2021, Tumbuh 41,9% dengan nilai US$ 232 miliar. Ini tertinggi sepanjang sejarah, Hal ini didorong oleh hilirisasi bahan-bahan mentah terutama untuk produk-produk tambang seperti nikel, bauksit dan tembaga, karena selama ini Indonesia kerap mengekspor bahan mentah ke luar negeri dan malah menguntungkan sejumlah Negara." Kata Jokowi. 



Selain Eksport sebanyak 4.800.170 PERUMAHAN BERSUBSIDI UNTUK RAKYAT INDONESIA Telah direalisasikan Jokowi, Saat ini kebutuhan rumah masih sangat tinggi diperkirakan pertahunnya mencapai 800ribu unit, Dalam program NAWACITA Pemerintahan Jokowi telah mencanangkan "SATU JUTA RUMAH UNTUK RAKYAT" Hingga saat ini Pemerintah telah membangun perumahan bersubsidi sebanyak 4.800.170 unit.


(@Saidy H)


Warga Gotong Royong Perbaiki Jalan Desa Yang Rusak di Terosan Sampang

 


Warga Saat Memperbaiki Jalan Rusak di Dusun Tearah, Desa Terosan, Kecamatan Banyuates Sampang, Madura (Foto: Mansur Biro Sampang ) 


Lpktrankonmasi.com, SAMPANG - Warga  bergotong royong jalan desa yang rusak parah, dengan mengandalkan dana sumbangan dari warga yang merantau di Kalimantan dan juga masyarakat setempat. Jalan tersebut terletak di Desa Terosan, Dusun Tearah, Kecamatan Banyuates. Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Sabtu (26/02/2022)


Moh Ruji selaku supir dum truck menjelaskan kepada media ini, perbaikan jalan tersebut memperoleh dana dari warga yang merantau ke Kalimantan melalui H Lukman ada juga bantuan dari masyarakat luar Desa Terosan beserta sumbngan dari warga setempat. 


"Jalan yang rusak di Desa Terosan, Dusun Tearah ini, prediksi bisa menghabiskan batu sirtu sekitar 30 dum truck," katanya.


Menurut Moh. Ruji, terkait jalan yang rusak tersebut, sumbangannya ber variatif ada yang langsung uang tunai melalui 

H. Lukman dan ada juga yang langsung menyumbang batu sirtu dari warga Desa Asem Jaran ialah Nyoya Martini dan juga

Sawwir.


"Terimakasih kepada para donatur dan juga Nyonya Martini dan Sawwir yang telah menyumbang sirtu, ini sangat bermanfaat untuk masyarakat banyak," jelasnya.


Sementara itu Moh Nasir warga Dusun Tearah juga menambahkan, saya juga ikut membantu menggalang dana untuk perbaikan jalan yang rusak. Bahkan donatur juga dari warga yang sedang bekerja di luar negeri.


"Terimakasih banyak atas bantuannya, semoga yang maha kuasa membalas kebaikan kalian semua," ungkapnya.


Sedangkan pantuan media ini Kades Terosan, BG Slamet Riyadi tidak berada di lokasi saat warga bergotong-royong. (Asur)

Gegara Refocussing Anggaran, Jalan Kedungdung Bringkoning Gagal Selesai Tahun 2022

 


Sampang, lpktrankonmasi.com

Viral di berbagai media, jalan poros diaspal oleh warga menggunakan dana swadaya. Jalan poros yang diaspal sendiri oleh beberapa warga tersebut, ialah jalan poros Kabupaten Sampang Kedungdung  Bringkoning, Minggu (20/02/2022)


Sebelumnya oleh Bupati Sampang jalan Kedungdung Bringkoning diprioritaskan tahun 2022 sudah selesai. Namun, terdapat beberapa kendala. Diantaranya, recofussing anggaran akibat merebaknya pandemi COVID-19.


H Slamet Junaidi mengatakan saat Musrenbangcam di pendopo Kecamatan Banyuates, untuk tahun 2022 ini jalan poros Kedungdung Bringkoning masih membutuhkan dana puluhan juta rupiah. Sedangkan dananya habis akibat refocussing anggaran di era pandemi COVID-19.


"Bukan hanya jalan Kedungdung Bringkoning. Tetapi juga jalan poros Kabupaten Tambelengan Banyuates, jadi jika kami hanya mengandalkan APBD dananya tidak cukup. Semoga ada dana dari pusat langsung untuk menuntaskan pembangunan jalan di Kabupaten Sampang ini," kata Bupati Sampang.


Sementara itu beberapa warga Desa Lar Lar memilih memperbaiki jalan poros tersebut dengan dana swadaya, di sepanjang jalan Lar Lar menuju Tlagah diaspal sendiri oleh sekumpulan masyarakat.


Samsul salah satu warga meminta Pemkab memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan poros Bringkoneng - Kedungdung.


Masyarakat Desa Larlar dan Tlagah ini sangat memiliki harapan besar saat Bupati Sampang, H Slamet Junaidi, terpilih pada tahun 2018 lalu. Namun hingga saat ini tidak ada perbaikan jalan," ujarnya dikutip dari salah satu media.


Menurutnya, komitmen Pemkab Sampang untuk memprioritaskan infrastruktur jalan Bringkoneng - Kedungdung sangat direspon oleh semua elemen masyarakat.


Semoga Pemkab Sampang tidak hanya membuat komitmen dan angin segar dan janji-jani saja. Namun, benar-benar diaktualisasikan. Bukan hanya bisa berjanji, Tapi bisa menepati," tegasnya. (Asur)

Walikota Semarang Hendrar Prihadi Resmikan Sport Center Lapangan Futsal

 


SEMARANG TRANKONMASI.COM 

Sejumlah pembangunan di Kota Semarang telah diresmikan oleh Walikota Semarang Dr.H.Hendrar Prihadi,SE.MM. Salah satunya sarana olah raga sport center berupa lapangan futsal yang berada di area rumah susun Semarang Hebat yang terletak di Kelurahan Sawa Besar,Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, jumat (24/12/2021)

 

Sport center lapangan futsal merupakan salah satu infrastruktur yang merupakan sarana olah raga yang difasilitasi Pemkot Semarang dibangun oleh Dinas Tata Ruang ( Distaru) yang sebelumnya sudah diprogramkan Walikota Hendrar Prihadi untuk warga masyarakat.


Hendrar Prihadi Selaku Walikota Semarang dalam sambutannya saat meresmikan sport center lapangan futsal menuturkan pembangunan infrastruktur di Kota Semarang pembangunannya tidak tepat waktu untuk tahun 2021 hal ini dikarenakan kendala pada pembiayaan dananya kurang terpenuhi ditahun 2021


Menurutnya, beberapa pembangunan infrastruktur sudah direncanakan sebelumnya namun lambatnya penyelesaian terkait kurangnya dana.


Alhamdulillah hari ini dapat terwujud salah satu program pembangunan sarana olah raga berupa sport center lapangan futsal yang berada di area rumah susun Sawah Besar meskipun ada beberapa program pembangunan yang mengalami penundaan," papar Hendi sapaan akrab Walikota Semarang.


Kepada warga dirinya berpesan sport center lapangan futsal dapat dimanfaatkan sekaligus merawatnya. 

Kami berharap lapangan futsal ini agar dirawat dengan baik, semakin kita merawatnya maka hasil dari project mempunyai waktu lebih lama dipakai masyarakat. Jangan sampai udah dibangunkan tapi nggak dirawat," tegas Hendi


Dirinya juga meminta Lurah Sawah Besar dan Camat Semarang Utara yang turut mendampingi peresmian, anggaran tahun depan agar dimaksimalkan perawatan 

kedepan bila terdapat kerusakan.


Lebih lanjut Hendi berpesan kepada lurah dan Camat apabila ada kerusakan kawat pagar untuk segera diperbaki. Jangan sampai kerusakan semakin membesar, nantinya dapat lebih besar pembiayaan perawatannya.


“Pak lurah dan pak camat kalau ada yang rusak sedikit seperti kawat berlubang langsung diperbaiki, jangan biarkan rusaknya tambah besar nanti malah anggarannya ikut banyak,” ujar Hendi.


Dengan adanya fasilitas ini kami berharap masyarakat lebih sehat karena olah raga,mudah mudahan menambah guyup, karena itu.pasti akan meningkatkan silaturahmi diantara masyarakat," tutup Hendi.


Sementara itu Ketua LPMK Kelurahan Sawah Besar, Mulyadi atas nama warga masyarakat khususnya Sawah Besar Semarang Utara

 menyapaikan rasa terima kasih dan syukurnya karena wilayahnya memperoleh perhatian dari Wali Kota dan Pemerintah Kota Semarang berupa pembangunan sejumlah fasilitas umum," paparnya.


“Lokasi ini milik Pemkot dan dulunya berupa rawa-rawa atau lokasi yang tidak bermanfaat. Tidak mudah dalam pembangunan di lahan bekas rawa-rawanya. Alhamdulillah kini berdiri rusunawa beserta fasilitas sport center yang dapat bermanfaat bagi warga masyarakat, ” pungkasnya.

 Mulyadi. 


   &Taufiq