Showing posts with label NASIONAL. Show all posts
Showing posts with label NASIONAL. Show all posts

Sidang Kasus Penistaan Agama dengan Terdakwa Roy Suryo Kembali Digelar, Ketum Organisasi Dharmapala Nusantara Angkat Bicara



Jakarta,- trankonmasi.com

Sidang kasus penistaan agama dengan terdakwa Roy Suryo (RS) kembali digelar, dengan berita acara pembuktian dan menghadirkan saksi - saksi dari tim Bidang Analis Cyber Krimsus Polda Metro Jaya (PMJ) Brigda Arief dan Danang juga dari Ketua Umum Organisasi Dharmapala Nusantara Kevin Wu. Sidang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat ( PN ) Jakbar. Senin (21/11/22).  

Kesaksian dari dua orang Tim Analis Cyber Krimsus Polda Metro Jaya, yaitu Brigda Arief dan Danang sempat diragukan oleh tim kuasa hukum terdakwa ( RS ). Akan tetapi Arief mengatakan, "kami datang di PN Jakarta Barat atas perintah pimpinan kami", kami juga diperintahkan pimpinan kami sebagai tim analis Cyber Krimsus Polda Metro Jaya untuk membantu terangnya salahsatu kasus akun media sosial (Medsos ) dengan postingan - postingan dengan unsur - unsur yang berbau melecehkan semua agama (SARA). Jadi ketika tim kuasa hukum (RS) meragukan kesaksian dari kami itu hak mereka, intinya kami memberikan kesaksian apa yang kami peroleh dari hasil penyidikan kami sebagai analis."Jelas Arief kepada para awak media. 

Pada akhirnya kesaksian tim Analis Syber Krimsus Polda Metro Jaya yang sempat diragukan oleh tim kuasa hukum terdakwa dengan mempertanyakan surat tugas, dan ketika dua orang saksi analis PMJ memberikan keterangan, tim kuasa hukum (RS) sangat bersyukur dengan kesaksian tim Analis Cyber Krimsus (PMJ ), karena mereka diperintah atasannya untuk mencari tiga (3) akun yang selama ini tidak pernah dimunculkan dipersidangan. "Jadi sekarang sudah terbukti bahwa postingan klien kami terbukti ada yang meng-upload. Intinya persidangan kali ini dengan kehadiran saksi - saksi dari Tim Analis Cyber Krimsus PMJ menguntungkan bagi klien kami "tutur Abdullah Katiri selaku tim kuasa hukum (RS). 

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) PN Jakarta Barat Tri.A.Mukti menjelaskan, tim kuasa hukum terdakwa di sidang ini mempermasalahkan untuk 3 akun lainnya yang masih dalam proses di pihak penyidik, menurut kami itu urusan pihak (RS), akan tetapi yang kami sesalkan, untuk perkara yang dilaporkan pihak Roy Suryo itu urusan mereka,yang jelas bukan untuk menjadi konsumsi publik dipersidangan ini, kan berbeda perkara. Sebagai warga negara yang baik dia harusnya mencari tau dong laporan dia sudah sejauh mana, akan tetapi ini malah diperdebatkan di persidangan ini. RS ini kan seorang Ahli Telematika, harusnya kan beliau lebih mengetahui dari awal bahwa gambar yang diunggah itu sudah terjadi reproduksi atau telah berubah dari semestinya itu malah terjadi." jelas Tri.A.Mukti 

Di kesempatan yang berbeda Kevin Wu selaku Ketua Umum Dharmapala Nusantara mengungkapkan, menurut saya persidangan kali ini banyak menggali tentang motivasi Organisasi Dharmapala Nusantara, dengan pertanyaan tim kuasa hukum yang berputar-putar dan berulang-ulang. Alasan mengapa kami melakukan penuntutan, yang menjadi pelapor pertama kasus ini kan ditolak, terus ada inisiatif pribadi Pak Kurniawan Santoso dan didampingi tim kuasa hukumnya untuk pelaporan berikutnya di Polda Metro Jaya. Laporan pak Kurniawan diterima oleh pihak Polda Metro Jaya, sebenarnya kan ini dua hal yang berbeda dalam undang - undang ITE, tidak hanya peng - upload , pembuat, tapi juga yang menyebar luaskan juga kena UU ITE. 

 "Nah saya melihat bahwa, ketika pembuat itu sudah dilaporkan, untuk konsentrasi kami hanya kepada siapa yang menyebarluaskan, karena dampaknya menjadi sebuah keonaran, itu adalah efek penyebarluasan. Kalau saja si pembuat tidak menyebarluaskan, tidak akan ada dampak yang seperti hari ini yang kita lihat, dan dijagat Media sosial ( Medsos) itu bisa viral berhari - hari, sampai trending topik , dan yang kami umat Buddha ketahui adalah unggahan terdakwa “ Ungkap Kevin. 



"Kevin Wu berharap, kita juga tidak bisa memainkan hukum dan tidak ingin bermain - main dengan hukum, bahwa ketika kita sudah melaporkan dan sudah ada proses hukum yang bergulir ya sudah kita ikutin saja prosesnya. Bukan hari ini kami laporkan besok kami cabut laporan, kita harus menghargai juga aparat hukum yang sudah bekerja keras mengungkap kasus ini." jelas Kevin. 

"Sekali lagi kami tegaskan kami melaporkan beliau (RS) bukan semata - mata ada sifat dendam atau sifat benci, akan tetapi kami ingin memberikan pendidikan publik kepada masyarakat Indonesia agar tidak bermain -main dengan SARA, ini cara kami untuk tidak ada lagi agama di negara kita dinistakan, saya berharap juga kepada semua orang yang menggunakan media sosial tau, bahwa ketika kita salah meng-apload sesuatu yang berkaitan dengan SARA berpotensi berurusannya dengan hukum." tutupnya. 

 Reporter: Johan Sopaheluwakan/Djuli Asnawi

PDUI Desak 7 Poin Petisi untuk Pemerintah dalam Kongres Nasional IV 2022

Ketua Umum Pengurus Pusat PDUI dr. Abraham Andi Padlan Patarai, M.Kes. menyikapi beberapa kondisi dan perkembangan yang carut marut terkait regulasi dan kebijakan bidang kedokteran - www.lpktrankonmasi.com


Lpktrankonmasi.com - Jakarta - Kongres Nasional (KONAS) IV Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) resmi dibuka di Hotel Sheraton Gandaria City, Jakarta, Sabtu 12 November 2022.

Ketua Umum Pengurus Pusat PDUI dr. Abraham Andi Padlan Patarai, M.Kes. menyikapi beberapa kondisi dan perkembangan yang carut marut terkait regulasi dan kebijakan bidang kedokteran. 

Oleh sebabnya, dalam KONAS IV PDUI ini, maka PDUI menuntut tujuh poin petisi terhadap pemerintah. 

Pertama, ujar dr Abraham, PDUI menolak tegas Rancangan Undang Undang (RUU) Omnibus Law Bidang Kesehatan.

"Kedua, mendesak agar RUU Ombinus Law Kesehatan dikeluarkan dari Program Legulasi Nasional (Prolegnas) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)," ujarnya.

Ketiga, mendesak Presiden segera menindaklajuti keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta agar segera mencabut Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 55/M/2020 tentang pengangkatan anggota Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). 

Keempat, mendesak Pemerintah agar membatalkan prodi Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer (SpKKLP) yang proses pembentukannya cacat hukum.

"Dan berpotensi menimbulkan kekacauan pelajaran kesehatan di peringkat-peringkat," ucapnya.

Kelima, mendesak Pemerintah untuk memproduksi obat esensial dalam negeri dan memperketat pengawasan obat untuk pemenuhan hak kesehatan rakyat yang berkeadilan.

Keenam, mendorong pemerintah untuk membuat program penempatan dan pemerataan tenaga kesehatan dokter dengan apresiasi yang sepadan. 

"Dengan keahlian jenjang karier yang jelas dan jaminan keamanan serta perlindungan hukum dari pemerintah," kata dr. Abraham.

Ketujuh, melibatkan secara maksimal dokter umum dalam program kesehatan nasional. 

"Seperti percepatan penangan stunting, penurunan angka kematian ibu atau kematian bayi, eliminasi penyakit TB atau TBC dan malaria serta HIV AIDS, juga penyakit yang tidak menular," tukasnya. (Johan Sopaheluwakan).

 Kontributor : Ams
 Editor   : Hda TR 

Jateng Gayeng 22 Pariwisata Jawa Tengah

 


SEMARANG|LPKTRANKONMASI.COM

Gerak cepat dan kreativitas kebaya modifikasi  Sebagai satu upaya untuk mensukseskan Jateng Gayeng dan pariwisata di Jawa Tengah, Yayasan Argadia Citra Indonesia (ACI) menggelar Pemilihan Putri kebaya modifikasi Jawa Tengah ke XX di Hotel Arus , Jalan  Dr wahidin no116 Jatingaleh  Kota Semarang, Minggu (23/10/2022).


Menurut Hesty Budiharjono, Ketua Yayasan ACI, berharap diselenggarakannya Pemilihan Putri kebaya Modifikasi ke XX Jawa Tengah ini adalah untuk melestarikan nilai-nilai luhur dan menekankan sofskill dalam kebaya modifikasi yang mencerminkan budaya bangsa. Yang mengedepankan  pemakaian produk dalam negeri dengan menampilkan busana tradisional dalam negeri, selain itu dengan kondisi sekarang ini upaya menekan produk-produk lokal. anak-anak kita cerdas-cerdas dan hebat tujuan pemilihan putri  Kebaya Modifikasi ini sangat penting di karenakan tantangan di era digitalisasi  dan disrupsi  bagi pengetahuan budaya tradisional untuk miningkatkan literasi budaya pariwisata di Jawa Tengah. 


“Kami mengucapkan banyak terimakasih, kepada semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu, yang telah membantu kami dalam menyukseskan penyelenggaraan Pemilihan Putri Kebaya Modifikasi ke. XX Jawa Tengah” ucap Bunda Hesty, sapaan akrab Ketua Yayasan ACI dalam menyampaikan sambutannya.


Sambutan Gubenur Prov.Jateng yang diwakili oleh ibu Dra. Harlina Chrismaryanto,MM Kabid Pengembangan SDM.Parekraf Disporapar Prov. Jateng acara yang luar ini diharapkan dapat mengedepankan  nilai-nilai estetis yang variatif dan pakaian kebaya yang sudah termodikasi untuk layak dipakai dengan cara elegan yang pantas update dari masa ke masa  siap untuk di promosikan dan pantas untuk menjadi pemenang  bisa menjadi contoh yang baik dalam tatacara busana yang santun ramah dan bersahabat. 

Kami memberikan apresiasi yang tinggi terhadap Yayasan Argadia Citra Indonesia karena telah berhasil menyelenggarakan Pemilihan Putri Kebaya modifikasi   Jawa Tengah ke XVII secara mandiri tanpa anggaran dari Pemerintah.


“Kami dari Disporapar Provinsi Jateng sangat mendukung dan mengapresiasi sekali penyelenggaraan Pemilihan Putri Kebaya Modifikasi ke.XX Jawa Tengah ini. Sebab sangat membantu pemerintah dalam program percepatan bangkitkan pariwisata di Jawa Tengah.


“Harapannya ya agar bisa lebih meriah lagi, penyelenggaraan seperti ini syukur-syukur bisa diselenggarakan di tempat-tempat daya tarik wisata, sebagai bentuk promosi pariwisata yang ditempati,”.ungkap 

Harlina Chrismaryanto,MM Kabid Pengembangan SDM.


Selain itu ketua prakebaya DPD Jateng  Emang berharap ivent  ini secara umum ingin mengajak perempuan seluruh Indonesia khususnya Semarang, Jawa Tengah ini untuk ikut melestarikan budaya terutama budaya dalam berkebaya yang merupakan warisan dari nenek moyang Indonesia tercinta yang dengan warisan harta Kita sedang sedang galakkan untuk ikut mendukung kebaya goes to UNESCO untuk anak-anak yang ikut harapan kami untuk adik-adik yang ikut itu kita sebut sebagai kaum milenial ya untuk kaum milenial Semoga bisa ikut menjaga melestarikan mempertahankan nguri-uri budaya terutama dalam berkebaya sebagai besarnya warisan nenek moyang kita tercinta termasuk tata krama etika ya betul sikap dan sifat bisa berlanjut sampai tingkat kota dan kab. Kita harus bisa dan mencari bakat yang dari kab/kota yang belum kita  ungkapnya.


Pemenang Juara Umum Pemilihan Putri Kebaya Modifikasi ke XX tahun 2022.kategori anak-anak Juara umum  dijuari oleh. Evelin Oviena Chand Indreawari kelas.3 SD Islam alfalah Supriyadi Semarang dari Kel. Roja Umami sedangkan Juara I oleh. Kyla Putri Herindianti

Kelas VI a SD Kalicari 01 dari

Kel Ponirin dan ibu Dwi Heriyati. sedangkan  Juara kategori  Remaja favorit katagori Remaja oleh Juara umum kategori dewasa Bella Moza 21 th Lulus Udinus sastra Inggris dari keluarga Mulyono Sugiharto dan Listyowati  Juara I favorit tingkat Remaja oleh.Juara 1 Lilyana

Semester 3 Unnes Prodi pendidikan tata kecantikan. Dari keluarga Paijo SPD Dan Suprihatiningsih. Demikian  perolehan juara umum dan juara 1 favorit tingkat

Remaja oleh.Juara 1 Lilyana

Semester 3 Unnes Prodi pendidikan tata kecantikan. Dari keluarga Paijo SPD Dan Suprihatiningsih. Demikian  perolehan juara umum dan juara 1 favorit tingkat anak-anak dan remaja tingkat  Jawa Tengah di Hotel Arus Semarang, Minggu malam (23/10/2022).


Dalam pelaksanaan Pemilihan Putri Kebaya Madifikasi tingkat  Jawa Tengah ke. XX ini, menurut Riny Sely  dan Erna Setyowati  perwakilan dari akademis dari Undip dan Unnes ada tatacara penilaian dalam dewan juri yang paling dominan atau memiliki nilai tertinggi adalah di penilaian cut wolking, baju dan rias dan makeup tentu sebagai penilaian penentu. Selain itu, lanjutnya, peserta yang berjumlah 40 terdiri dari 20 kategori anak-anak dan 20 kategori dewasa tersebut dapat menjadi ukuran untuk kegiatan berikutnya di bulan Februari 2023 nanti ungkapnya.


JJ Yudi.

Sambut HUT TNI Ke-77 Danyonarmed 11 Kostrad Pimpin Ziarah ke TMP Giri Dharmoloyo



 Magelang - Dalam rangka menyambut HUT TNI yang ke 77 tahun yang jatuh pada tanggal 05 Oktober 2022, berbagai kegiatan positif terus dilaksanakan oleh seluruh Satuan, Termasuk Satuan Yonarmed 11/76 Trk/GG/2/2 Kostrad melaksanakan kegiatan ziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Dharmoloyo, Kota Magelang. Selasa (04/10/2022).


Ziarah tersebut dipimpin oleh Danyonarmed 11 Kostrad, Letkol Arm Gde Adhy Surya Mahendra, S.I.Pem beserta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana  Ranting 3 Yonarmed 11 Cabang XXIII Koorcab Divif 2 PG Kostrad, para Perwira beserta Anggota dan persit Yonarmed 11 Kostrad.

Upacara diawali dengan penghormatan kepada arwah para Pahlawan, mengheningkan cipta, dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga dan yang terakhir penaburan bunga oleh Danyonarmed 11 kostrad diikuti seluruh prajurit dan persit.


Danyonarmed 11 Kostrad, Letkol Arm Gde Adhy Surya Mahendra, S.I.Pem mengatakan, "Ziarah ini merupakan bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjasa mengorbankan jiwa raganya, berjuang dan gugur demi kejayaan nusa dan bangsa".


"Di samping itu, dengan mengenang jasa-jasa para pahlawan, membuktikan bahwa generasi penerus senantiasa mengingat perjuangan mereka, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya", Tambah Danyon.

#JTran

Kerahkan Tim DVI, Polri Gerak Cepat Berikan Pertolongan Korban Kerusuhan Laga Arema Vs Persebaya

 


JAKARTA -Trankonmasi.com

 Polri menyatakan langsung bergerak cepat mengerahkan tim DVI dari Polda Jawa Timur (Jatim) dan rumah sakit setempat untuk mempercepat proses identifikasi koban laga antara Arema Vs Persebaya. 


"Untuk saat ini tim DVI Dokkes Polri segara ke Malang untuk back up Tim DVI Polda Jatim dan RS setempat guna percepatan identifikasi korban," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Jakarta, Minggu (2/10/2022).


Adapun Tim DVI tersebut dipimpin langsung oleh Brigjen Nyoman. Dedi menuturkan, gerak cepat itu dilakukan oleh kepolisian untuk memberikan pertolongan medis kepada suporter yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. 


"Dan fokus untuk memberikan pertolongan medis kepada korban-korban yang saat ini dirawat di beberapa rumah sakit," ujar Dedi.


Diberitakan sebelumnya, pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam pekan ke-11 Liga 1 2022/2023 berakhir dengan tragedi. Suporter dan polisi menjadi korban kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu malam WIB 1 Oktober 2022.

Pesan Kapolri ke Perwira SIP Angkatan ke-51: Jadilah Agen Penggerak Reformasi Kultural Polri

 


SUKABUMI - Trankonmasi.com

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin upacara penutupan pendidikan dan pelatihan Perwira Polri Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan ke-51, Resimen Satya Intar Adinata Pratapa, di Sukabumi, Jawa Barat, Senin, 3 Oktober 2022.


Dalam amanatnya, Sigit menyampaikan pesan penting kepada 2.123 perwira Polri untuk menjadi agen penggerak reformasi kultural di internal Korps Bhayangkara. Hal itu untuk kembali meraih kepercayaan publik terhadap institusi Polri. 


"Oleh sebab itu, guna meningkatkan kepercayaan publik rekan-rekan harus menjadi agen penggerak reformasi kultural Polri. Saya memahami, bahwa untuk melakukan hal tersebut tidaklah mudah, namun harus kita lakukan demi kebaikan institusi Polri yang kita cintai," kata Sigit dalam amanatnya. 



Sigit menekankan bahwa, kepercayaan publik merupakan kunci utama dan harga mati untuk institusi Polri, dalam melaksanakan tugas pokoknya yakni melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat. 


Bahkan, Sigit juga mengutip pesan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni, 'Jangan sampai menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Itu yang paling penting. Citra Polri apapun harus tetap kita jaga'. 


"Apabila kepercayaan publik terhadap Polri tinggi, tentunya setiap upaya pemolisian yang dilakukan akan lebih efektif, karena mendapat dukungan penuh dari  masyarakat. Namun sebaliknya apabila kepercayaan publik rendah, maka apapun tindakan Polri akan selalu kurang di mata publik," ujar Sigit. 


Lebih dalam, Sigit menegaskan, usai menjalani pendidikan nantinya para perwira Polri SIP akan menjalankan tanggung jawabnya yang lebih berat ketika menjalankan tugasnya di lapangan atau sosial masyarakat. 


Selain harus memastikan pelaksanaan tugas anggota di lapangan berjalan dengan baik, kata Sigit, perwira Polri harus mampu menghadapi segala macam bentuk tantangan tantangan kedepan yang semakin kompleks.


Diantaranya adalah, terjadinya potensi krisis pangan dan energi akibat konflik Rusia dan Ukraina yang berkepanjangan. Perkembangan zaman era digital atau Hyper Connectivity yang berpotensi memunculkan kejahatan jenis baru. Kemudian, pengamanan seluruh rangkaian Pemilu serentak tahun 2024, dimana harus mencegah terjadinya polarisasi, politik identitas, dan penyebaran hoaks yang mampu memecah belah bangsa. 


Kemudian, memastikan seluruh pengamanan event internasional yang diselenggarakan di Indonesia, seperti Presidensi G-20. Lalu, antisipasi pergerakan dari kelompok terorisme. Selanjutnya, transnational crime, antisipasi terjadinya gangguan kamtibmas pada berbagai proyek strategis nasional, pembangunan IKN, sampai dengan bencana alam serta perubahan iklim.


Terkait dengan berbagai macam potensi tantangan yang dihadapi, Sigit memaparkan, dewasa ini, telah diterapkan konsep transformasi menuju Polri yang Presisi dengan mengedepankan pendekatan predictive policing dan memanfaatkan teknologi informasi.


"Penerapan konsep transformasi menuju Polri yang Presisi tentunya harus didukung oleh seluruh personel Polri. Khususnya rekan-rekan sekalian sebagai first line supervisor yang merupakan motor penggerak di lapangan," ucap eks Kabareskrim Polri itu. 


Sigit menuturkan, hal tersebut tentunya menjadi harga mati tujuan untuk meraih kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Menurut Sigit, setiap personel harus optimis mampu merebut kembali tingkat kepercayaan publik yang tadinya sangat tinggi kepada Korps Bhayangkara. 


"Oleh sebab itu, setiap personel Polri harus melakukan evaluasi dan berkomitmen untuk melakukan perbaikan dimulai dari diri sendiri, sebagaimana peribahasa 'jangan buruk rupa cermin dibelah', karena perbaikan itu sejatinya harus berasal dari diri kita sendiri dan untuk kebaikan kita sendiri," tutur Sigit. 


Sigit mengingatkan, Polri merupakan merupakan pelayan publik. Sehingga, setiap personel Polri harus mengabdikan diri dengan seutuhnya kepada publik, sehingga kepercayaan publik dapat diraih. 


Terkait reformasi kultural, Sigit menyatakan terdapat dua pendekatan yang harus dilakukan, yakni, melalui pendekatan Rule Based Definition yaitu dengan seperangkat aturan dan koridor hukum dan yang kedua melalui pendekatan Value Based Definition, yaitu pembatasan berdasarkan nilai-nilai dan etika, termasuk Tri Brata maupun Catur Prasetya.


"Upaya reformasi kultural tentunya juga harus diiringi dengan pengembangan SDM Polri yang unggul. Untuk itu, rekan-rekan harus terus mengembangkan tiga kompetensi, baik kompetensi leadership, teknis maupun etika," ungkap mantan Kapolda Banten itu.

Sigit menambahkan, setiap personel kepolisian juga harus menerapkan konsep kepemimpinan melayani sebagaimana teori Servant Leadership dengan menjadi teladan dan menempatkan anggota serta masyarakat sebagai prioritas utama.


Tak hanya itu, Sigit mengungkapkan, polisi harus melakukan pengawasan secara melekat dan memberikan motivasi kepada anggota untuk membiasakan diri untuk berbuat baik serta terjun langsung ke lapangan guna mendengar secara langsung keluhan dan aspirasi dari masyarakat luas. 


"Jika mendapatkan kritik dari masyarakat, jadikan sebagai bahan evaluasi. Ingatlah selalu tentang komitmen Polri untuk menjadi institusi yang tidak anti kritik dan modern. Fakta adanya kritik merupakan bukti nyata kecintaan masyarakat terhadap Polri agar menjadi lebih baik," tegas Sigit. 


Tak lupa, Sigit juga meminta kepada seluruh perwira Polri SIP untuk tidak melupakan serta menanamkan konsep growth mindset, yaitu pola pikir untuk selalu mengembangkan diri menjadi pribadi yang lebih baik. Sehingga memiliki tingkat resiliensi yang tinggi. 


"Apabila hal ini dilakukan, diharapkan setiap upaya pemolisian yang rekan-rekan lakukan dapat lebih adaptif guna mengatasi berbagai permasalahan di lapangan," kata Sigit.


Disisi lain, Sigit berpesan kepada seluruh aparat kepolisian untuk terus menempa diri agar menjadi talent-talent digital Polri. Dengan begitu, polisi selalu berada satu langkah di depan para pelaku kejahatan dan mampu mengimbangi perkembangan teknologi karena modern problem, require modern solution atau permasalahan modern, membutuhkan solusi yang modern. 



"Tentunya berbagai hal yang saya sampaikan ini harus senantiasa dipegang teguh, sehingga rekan-rekan dapat menjadi perwira Polri yang tangguh dan dapat merespon setiap tantangan tugas secara tepat, sebagaimana harapan masyarakat," ujar Sigit. 


Sebelum menutup amanatnya, Sigit kembali menegaskan soal pentingnya berpegang tegus terhadap nilai-nilai Satya Haprabu demi kemajuan bangsa. Selain itu, diharapkan juga setiap perwira Polri juga diharapkan untuk menjadi Satya Intar Adinata Pratapa, yaitu perwira Polri yang setia, pintar, unggul dan berwibawa sebagaimana arti dari nama resimen.


"Sehingga dapat mendukung terwujudnya Visi Indonesia Emas 2045 yang kita cita-citakan bersama. Selamat bertugas, jadilah perwira Polri yang dekat dan dicintai masyarakat, sebagaimana transformasi menuju Polri yang Presisi," tutup Sigit.


D JPr